Majalah e-Indonesia - Media ICT Wahana Merajut Nusantara
         
DARI ROAD SHOW SEMINAR e-Government MAJALAH e-INDONESIA

Pacitan Segera Galakkan e-Government
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Road show perdana seminar e-government yang digelar Majalah e-Indonesia mendapat sambutan positif dari PNS Pemkab Pacitan. Bisa menjadi bekal bagi Pemkab setempat untuk menerapkan e-government dengan benar.


Berangkat dari keprihatinan bahwa belum semua SDM di pemerintahan daerah paham TI dan mengerti bagaimana mengimplementasikan e-government dengan baik dan benar, Majalah e-Indonesia meng-gelar seminar bertajuk: “Memahami e-Government dan Mengukur Keberhasilan Investasi TI”. Seminar perdana kali ini diadakan bekerja sama dengan Pemkab Pacitan dan digelar 7 Desember 2006 lalu.

Suasana seminar yang dihadiri oleh
perwakilan masing-masing dinas, seluruh satker
dan staf, para camat, lurah, serta kepala desa
di Kabupaten Pacitan.


Terkait implementasi e-government, tempat kela-hiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini boleh dibilang tertinggal. Hal ini diungkapkan Asisten III Sekda Pemkab Pacitan, Kawit, saat acara pembu-kaan. “Untuk e-government, kami masih nol,” tutur-nya apa adanya. Toh kondisi tersebut, justru me-macu Pemkab Pacitan untuk segera membangun dan mengimplementasikan TI. Menurut Kawit, kerja sama yang digelar bekerja sama dengan Majalah e-Indonesia ini adalah salah-satu usaha Pemkab untuk membuka wacana PNS.

Saat membuka acara, dalam sambutan tertulisnya, Bupati Pacitan H. Sujono yang diwakili wakil bupati Gepeng Sudibyo, mengucapkan terimakasih atas inisiatif dan kesediaan Majalah e-Indonesia, memberi pemahaman dan penerapan TI kepada jajaran Pemkab Pacitan. “Seminar ini membantu Pemda Pacitan dalam pengembangan dan penerapan e-government,” tuturnya. Ia pun wanti-wanti terhadap PNS yang ikut seminar agar menyebarluaskan ilmu yang didapat kepada semua kalangan baik di lingkup Pemkab, tingkat kecamatan, desa, kelurahan, maupun masyarakat luas.

Sadar bahwa daerahnya harus berbenah, para peserta seminar yang terdiri dari perwakilan masing-masing dinas, seluruh satker dan staf, para camat, lurah, kepala desa, tak ingin melewatkan kesempatan. Mereka terlihat menyimak dengan cermat paparan 3 pembicara. Di sini, masing-masing pembicara mengusung topik berbeda. Surahyo Sumarsono, selaku Direktur Inixindo Yogyakarta, yang menjadi pembicara pertama, memberikan penjelasan seputar definisi e-government, apa yang harus dipersiapkan serta langkah untuk menerapkan e-government, penyiapan SDM hingga aplikasi-aplikasi pendukung secara back office maupun front office. Pembicara kedua, Jazi Eko Istiyanto. Dosen Program Studi Elektronika dan Instrumentasi UGM ini mengupas seputar tata kelola TIK yang baik guna mewujudkan good governance. Pembicara ketiga, Benny Ranti, dosen Magister Teknologi Informasi UI, mengupas bagaimana mengukur keberhasilan investasi TI.

 


 
 
 Benny Ranti
(kiri atas), Jazi Eko Istiyanto (kanan atas) dan Surahyo Sumarsono (kanan    bawah) ketika membawakan makalahnya.
Wakil Bupati Pacitan, Gepeng Sudibyo ketika memberi sambutan
(kiri tengah).
Peserta antusias bertanya
(kiri bawah).

Usai paparan dari masing-masing pembicara, peserta pun terlihat antusias untuk bertanya. Sejumlah pertanyaan dilontarkan, seperti apakah penerapan TI akan menyebabkan pengangguran; apakah penerapan e-government perlu dibentuk lembaga khusus; berapa dana yang dibutuhkan jika membangun e-government; daerah mana saja yang sudah menerapkan e-government; bagaimana struktur dan organisasi yang tepat untuk mengimplementasi e-government; aplikasi apa saja yang sebaiknya diterapkan di Pacitan; hingga bagaimana caranya melakukan investasi TI sehingga membawa manfaat maksimal untuk pelayanan publik.

Tak hanya sekadar bertanya, peserta menginginkan adanya tindak lanjut dari seminar. “Perlu tindak lanjut yang riil dari seminar ini,” harap Supeno (Eno) yang mewakili Kelurahan Pucang Sewu. Hal senada juga dituturkan Sri Ernawati yang sehari-seharinya berkantor di Dinas Pariwisata dan Budaya Pemkab Pacitan. “Seminar ini bagus, namun yang lebih kita butuhkan adalah aplikasi yang sesuai dan segera bisa diterapkan di sini,” ujar alumni Fakultas Sastra Inggris Universitas Udayana ini. Melihat keantusiasan peserta, Kawit pun berharap bahwa semangat peserta bisa menggugah Pemkab untuk segera mengimplementasikan e-government. “Mudahan-mudahan acara ini bisa menggugah kami untuk segera melaksanakan e-government,” ujarnya. Apalagi, kata Kawit dengan tersenyum lebar, anggaran TIK yang kami ajukan untuk 2007 sebesar Rp 900 juta baru saja disetujui DPRD.

Sementara itu, Pemimpin Umum Majalah e-Indonesia, Andy Zoeltom menuturkan sebagai majalah yang concern terhadap perkembangan TIK di tanah air termasuk e-government, majalah e-Indonesia ingin turut andil membangun e-government dengan melakukan road-show seminar seputar e-government. “Kami ingin berpartisipasi dalam membuka wacana kalangan Pemda bahwa e-government penting. Kami ingin semua PNS yang ada di Pemda bisa melek TI,” tambahnya.
Untuk itu, Majalah e-Indonesia membuka kerja sama dengan seluruh Pemda baik tingkat I maupun II di Indonesia untuk menggelar seminar seputar e-government. “Pemda yang berkenan, silahkan kontak kami,” tuturnya. Nah, siapa berminat?
(FR, Ardi Winangun)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Copyright © www.majalaheindonesia.com 2007