| Artikel
Sumatera Pulau Digital Edisi No.25 / 1 |
Pelatihan
Aplikasi Internet untuk Guru di Sumatera
Kalau
sebelumnya proses belajar mengajar hanya bisa terjadi melalui
pertemuan langsung antara guru dan murid di satu tempat,
namun dengan hadirnya TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi,
ICT) nantinya proses belajar siswa bisa dilakukan secara
digital dan tidak terbatas waktu dan tempat sehingga prosesnya
akan sangat cepat dan efisien. Untuk mengarah ke tujuan
tersebut, Telkom Divre I Sumatera yang telah mencanangkan
tahun 2008 sebagai Tahun Kebangkitan ICT di Sumatera, telah
meluncurkan Program Indigo (Indonesia Digital Community)
Innovative Teacher Training, yaitu program pelatihan aplikasi
internet bagi guru-guru di seluruh Sumatera. Berkat kerja
sama yang dijalin dengan Badan Infokom Provinsi Sumut dan
Diknas Provinsi Sumut, program pelatihan aplikasi internet
bagi para guru kembali digelar dengan menghadirkan 100 guru
di Medan. Direktur IT & Supply Telkom, Indra Utoyo,
yang membuka acara ini mengatakan digelarnya Program Indigo
(Indonesia Digital Community), ingin menunjukkan bahwa selain
jasa layanan telepon, Telkom juga mulai masuk dalam bisnis
infokom (informasi dan komunikasi). Tiga langkah yang telah
diluncurkan di Sumatera adalah Sumatera Pulau Digital, Education
for Tomorrow, dan Indigo.
Menurut Indra Utoyo, dengan kehadiran TIK setiap orang bisa
didorong untuk berkreasi dan menghasilkan karya terbaiknya
yang kemudian bisa langsung diposting di jaringan internet.
Tidak perlu ada studio. “Untuk menjadi generasi yang
memikiki daya saing, sejak dini, generasi muda kita harus
ditumbuhkan sifat percaya diri, kreatif, inovatif, produktif
dan akhirnya dia memiliki daya saing yang baik dibanding
lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Awaluddin, EGM Telkom Divre 1 Sumatera,
mengatakan, kesenjangan digital di sektor pendidikan masih
menjadi isu krusial di seluruh Indonesia, yang di antaranya
disumbang oleh masih rendahnya pemahaman para guru di bidang
aplikasi TIK. Padahal, melihat posisinya, mereka merupakan
garda terdepan dalam proses pencerdasan bangsa. Dengan pertimbangan
para guru sebagai influencer TIK siswa itulah, maka Indigo
(Indonesia Digital Community) Innovative Teacher Training
diluncurkan Telkom Divre I Sumatera. Menurut rencana total
target guru se Sumatera yang akan dilatih dalam program
ini sebanyak 5.000 orang. Bila proyek ini berhasil, maka
bukan tidak mungkin “Revolusi Sistem Pengajaran dengan
menggunakan sarana ICT akan segera terwujud di Sumatera”.
Hal ini sekaligus sejalan dengan program Educations for
Tomorrow yang menghendaki 1 Juta pelajar di Sumatera paham
dan mengerti internet.
Lebih jauh, Muhammad Awaluddin mengatakan bahwa pelatihan
ini merupakan lompatan besar di bidang pendidikan. Nantinya,
para guru sedikit demi sedikit mulai mengkombinasikan atau
bahkan menggeser sistem pengajarannya dari cara-cara konvensional
menuju era digital. Mereka bisa menyiapkan bahan ajarannya
di internet, menyampaikan pekerjaan rumah via internet,
serta menyampaikan hasil ujian juga via internet. Demikian
pula sebaliknya, para siswa juga bisa melihat materi pelajaran
dari guru lewat internet, menyampaikan hasil pekerjaan rumah
lewat internet, serta mendapatkan hasil ujian via internet.
Peluncuran Program Indigo (Indonesia Digital Community)
Innovative Teacher Training ini disaksikan juga oleh Gubernur
Sumut Rudolf Pardede, Kepala Badan Infokom Provinsi Sumut,
H. Edi Sofyan, dan Kepala Diknas Provinsi Sumut, Taroni
Hia.
(Ari) |