Majalah e-Indonesia - Media ICT Wahana Merajut Nusantara  
 


    Artikel Sumatera Pulau Digital Edisi No. 27 (2)
Ketika Internet Datang ke Teluk Dalam
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Telkom kembali menggelar infrastruktur telekomunikasi Speedy di Teluk Dalam, Nias Selatan. Ini merupakan komitmen Telkom Divre I Sumatera dalam mewujudkan “Sumatera Sebagai Pulau Digital”. Segera menyusul dibangun akses Speedy di wilayah terpencil dan terluar lainnya, seperti di Pulau Rondo, Pulau Berhala, Tarempah, Singkep dan Anambas, yang sudah dekat dengan Vietnam.

Pagi itu Bambowo Laiya terharu bukan kepalang. Betapa tidak? Apa yang ia rindukan selama ini akan menjadi kenyataan. Mulai pagi itu, internet –sarana komunikasi yang ia tunggu-tunggu selama ini— segera bisa diakses di daerahnya, di Teluk Dalam, Nias Selatan. Sebuah daerah yang, menurut Bambowo, masyarakatnya berpendidikan rendah dan terus-menerus berada di bawah garis kemiskinan.

Bambowo pantas bersyukur. Sebagai putera daerah yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Nias Selatan, ia memang sedang berusaha keras mengangkat harkat dan martabat daerahnya ke kondisi yang lebih baik. Maklumlah, setelah malang melintang di luar negeri, pada tahun 2000 Bambowo kembali ke kampung halaman. Ia gerah melihat daerahnya, terutama putera-puteri Nias yang berpendidikan rendah dan jika mencari kerja ke luar daerah hanya sebagai kuli, buruh, penarik becak, pencuci piring di restoran, dan pembantu rumah tangga. Agar masyarakat Nias dapat keluar dari belenggu ketertinggalan itu, peraih gelar Master of Arts dengan tesis Solidaritas Kekeluargaan dalam Salah Satu Masyarakat Desa di Nias ini kemudian mencoba mengatasi dengan mendirikan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nias Selatan. Dengan cara ini masyarakat Nias Selatan mendapat kesempatan untuk menyekolahkan putera-puterinya yang lulus SMA ke perguruan tinggi tersebut, setelah selama ini banyak yang tidak melan-jutkan sekolah lagi begitu usai SMA. Dengan diresmikannya infrastruktur Speedy di Teluk Dalam, Pulau Nias oleh Dewan Komisaris PT Telkom Sartono Minggu 17 Agustus 2008 lalu, memberi semangat baru bagi Bambowo untuk membawa anak didiknya melihat dunia. Inilah yang membuat ia terharu, karena ia optimistis dunia pendidikan yang ia rintis selama ini akan cepat berkembang setelah hadirnya internet.

Bagian dari CSR
Suka cita yang dirasakan Bambowo Laiya di atas, juga dirasakan Muhammad Awaluddin. “Manfaat seperti yang dirasakan Pak Bambowo memang merupakan misi kami dalam membantu daerah-daerah terpencil dan tertinggal,” ujar Executive General Manager Telkom Divre I Sumatera itu ketika bersama Komisaris PT Telkom Sartono meresmikan masuknya Speedy di Nias Selatan. Dengan adanya fasilitas internet, Awal berharap daerah ini bisa membuka keterisolirannya dalam berkomunikasi dengan daerah lain atau masyarakat global.

Wakil dari kantor Bupati Nias Selatan sedang mencoba
internet Speedy disaksikan EGM Divre I Sumatera
M. Awaluddin dan Komisaris Telkom Sartono.


“Telkom akan terus menggelar infrastruktur telekomunikasi di seluruh Sumatera meskipun kalau dilihat secara ekonomis sebenarnya belum atau tidak layak secara bisnis. Namun karena pertimbangan menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan pembangunan daerah terpencil dan tertinggal maka pembangunan infrastruktur seperti itu tetap dilakukan sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility PT Telkom,” papar Awaluddin lagi. Awal menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur Speedy di Teluk Dalam, Nias Selatan, ini semakin mengukuhkan komitmen Telkom Divre I Sumatera dalam mewujudkan “Sumatra Sebagai Pulau Digital”.

Untuk diketahui, beberapa wilayah terpencil yang sebelumnya sempat dibangun infrastruktur Speedy adalah Samosir, Pulau Weh, Siemeleu, Natuna, dan Gunung Sitoli, Nias. Sedangkan di wilayah Nias lain (Pulau Bala, Tanah Masa, dan Pini) juga akan dilakukan penjajakan untuk melihat kemungkinan dibangunnya Speedy di sana. Selain itu, Telkom juga berencana akan membangun Speedy di wilayah terpencil dan terluar lainnya, seperti Pulau Rondo, Pulau Berhala, Tarempah, Singkep dan Anambas, yang sudah dekat dengan Vietnam.

Turis asing turut senang dengan hadirnya
akses internet di Teluk Dalam, Nias.


Bupati Nias Sambut Positif Speedy

Langkah Telkom dalam membangun infrastruktur Speddy di Teluk Dalam tersebut disambut positif Wakil Bupati Nias Selatan yang diwakili Assisten I Kabag Pemerintahan, Fabowosu Laiya.
Melalui internet, Fabowosu berharap, masyarakat Teluk Dalam bisa mengekspos potensi alam dan budaya yang ada sehingga bisa meningkatkan aktivitas dan kegiatan ekonomi masyarakat. Ia juga berharap agar pembangunan infrastruktur Speedy dapat juga dibangun di luar ibukota kabupaten, seperti di kecamatan-kecamatan atau daerah-daerah di luar perkotaan. Menurut Fabowosu, saat ini di wilayah Nias Selatan yang merupakan kabupaten baru hasil pemekaran pada tahun 2003 memiliki 18 kecamatan, 212 desa dan 2 kelurahan. Sedangkan wilayah Nias – yang merupakan kawasan pantai sebelah barat Pulau Sumatra ini — terdiri atas 104 pulau dengan jumlah penduduk sekitar 289. 300 jiwa.

Selain manfaat di atas, Fabowosu juga berharap hadirnya internet di lingkungan Pemkab Nias Selatan dapat meningkatkan efektivitas dan kinerja dalam memberikan layanan publik kepada seluruh masyarakat Nias Selatan.
Saat ini, jumlah pelanggan telepon rumah yang dibangun Telkom sejak tahun 2006 di Teluk Dalam telah mencapai 351 SST (Satuan Sambungan Telepon) dari jumlah kapasitas terpasang sebesar 480 SST. Sementara dari kapasitas 96 port Speedy yang tersedia saat ini sudah terpasang sekitar 43 SSL (Satuan Sambungan Layanan).

Indahnya tarian Nias ini dapat diinformasikan
ke dunia internasional lewat internet untuk
menarik wisatawan datang.


Sumatera Pulau Digital

Seiring dengan Program Sumatera Pulau Digital, Telkom Divre I saat ini memang terus mengembangkan infrastruktur layanan Speedy (internet broadband access) baik menggunakan kabel, teknologi akses satelit VSAT IP termasuk pembangunan fasilitas TelkomHotspot di seluruh Sumatera. Menurut Awaluddin, dari 347 STO (Sentral Telepon Otomat) yang ada di Sumatera, 90% nya sudah terlayani Speedy, sedangkan dari sisi pelanggan sudah mencapai 90 ribu SSL. “Diharapkan sampai akhir tahun ini bisa dicapai sebanyak 150 ribu pelanggan,” papar Awaluddin.

Sementara itu, Telkom juga membangun TelkomHotspot di seluruh Sumatera. Jumlah Telkom-Hotspot yang sudah terbangun seluruhnya mencapai 1.020 titik, di antaranya berada di Aceh sebanyak 73 titik, Medan 83 titik, Sumatera Utara 40 titik, Sumatera Barat 77 titik, Riau Daratan 161 titik, Riau Kepulauan 208 titik, Sumatera Bagian Selatan 250 titik, dan Lampung 128 titik. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan hingga 5.000 titik sampai akhir 2008.
Di samping penyediaan infrastruktur, Telkom juga terus melakukan edukasi terhadap seluruh masyarakat melalui Program Education For Tomorrow. Dalam Program tersebut, Telkom saat ini sudah melakukan edukasi terhadap lebih dari 480.000 siswa dari seluruh target 1 juta siswa/mahasiswa yang diharapkan bisa tuntas pada pertengahan tahun 2009.
(AZ)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ke atas  l  Kembali