Pertengahan
Maret lalu, tepatnya 15-21 Maret 2007, Jerman kembali meng-adakan
Forum CeBIT. Forum yang diadakan di Hanover itu merupakan salah-satu
trade fair show-casing digital IT and telecommunications yang
terbesar di dunia yang menampilkan solusi untuk lingkungan TI
perumahan dan bisnis. Sasaran utama pengunjung adalah pengguna
dari kalangan industri, sector wholesale/retail, perbankan,
pengguna sektor jasa, kalangan eksekutif peme-rintahan, pakar,
dan juga para peneliti teknologi telekomunikasi dan informasi.
CeBIT menyajikan platform internasional untuk membandingkan
tren industri saat ini, networking, dan presentasi produk. Pemerintah
Deutsche Messe AG telah mengorganisir CeBIT sejak 1986, dan
lebih dari 6.200 peserta dari 70 negara. Menurut catatan pengunjung
tahun lalu, forum ini dihadiri tak kurang dari 430.000 pengunjung
dari seluruh dunia.
Pada even CeBIT 2007 kali ini, para pengunjung disajikan produk
terbaru, antara lain meliputi perkembangan terakhir Broadband
Wireless Access (BWA) & WIMAX, VoIP & IPTV, mobile TV,
HD DVD dan Bluray, teknologi Energy-saving, IT Security dan
higher-performance telematics and navigation systems juga merupakan
produk yang populer, termasuk ID/RFID, SOA-based enterprise
solutions, software as a service (SaaS). Ditampilkan juga pengembangan
terakhir di bidang e-government serta berbagai produk gadget
terakhir dan rencana masa depan.
Suasana stand
yang ikut pameran di CeBIT Hannover, Jerman. |
BEBERAPA
PERKEMBANGAN YANG TERJADI
Dari hasil kunjungan ke forum ini dan mengikuti beberapa even
seminar serta diskusi dengan peserta forum event CeBIT, ada
beberapa catatan yang mungkin menarik untuk kita simak.
IP Based-Network
(NGN)
Produk yang terkait dengan konvergensi teknologi Telekomunikasi,
IT, dan broadcasting seperti VoIP, IP TV, Mobile TV dll, termasuk
dari perangkat pengguna (CPE), jaringan akses (last mile), jaringan
transport sampai dengan perangkat manajemen pengendali (soft-switch)
telah berhasil diproduksi dengan baik dan seluruhnya telah beroparasi
pada IP-Based platform. Produk tersebut telah diproduksi secara
massal dan dalam waktu dekat tampaknya akan mencapai suatu skala
market (economic scale) yang memadai sehingga dapat dijual dalam
harga yang relatif murah.
Implikasi dari keberhasilan para vendor dalam memproduksi dan
menjual produk secara massal dengan harga murah bagi perangkat
jaringan IP dan CPE yang telah mendukung konvergensi layanan,
adalah tatanan dan hirarki dunia telekomunikasi konvensional
akan berubah. Pola hubungan produsen-konsumen pada bidang telekomunikasi,
IT dan broadcasting juga akan berubah menuju suatu model yang
lebih kompleks dan kompetisi yang semakin ketat, namun lebih
menjanjikan variasi layanan jasa yang lebih banyak dengan biaya
yang seharusnya lebih murah. Tentu implikasinya juga akan berdampak
pada perlunya antisipasi regulasi yang bersifat konvergen antara
regulasi Telekomunikasi, IT dan broadcasting yang perlu segera
dilakukan
Perangkat CPE VoIP yang ditampilkan pada CeBIT sangat banyak
dan telah diproduksi dalam bentuknya yang sangat user friendly
dengan harga yang sangat murah, sehingga praktis palanggan jasa
layanan akses internet (ISP) baik pelanggan corporate maupun
residensial akan sangat mudah untuk berkomunikasi voice melalui
internet. Hal ini tentu akan sangat mempengaruhi pola bisnis
PSTN dan STBS ke depan dan juga memerlukan kejelasan regulasi
terhadap layanan voice melalui internet.
Broadband
Wireless Access (BWA/WIMAX)
Isu Broadband Wireless Access (BWA/WIMAX) merupakan salah-satu
isu yang cukup dominan pada even CeBIT kali ini. Untuk perangkat
Fixed-WIMAX (Standar IEEE 16-d) baik untuk jaringan maupun perangkat
di sisi User, CPE interface, telah diproduksi dengan baik dan
telah diploy di banyak negara dan dianggap sudah approved. Isu
utama yang dibahas oleh vendor-vendor utama WIMAX, adalah produksi
mobile-WIMAX (standar IEEE 16-e), pada kesempatan CeBIT ini
telah diproduksi dalam bentuk prototype. Dari sisi standar,
sebenarnya IEEE 16-e telah dinyatakan lengkap, namun proses
sertifikasi produk oleh para vendor pendukung, sedang berjalan
dan diperkirakan selesai pada akhir 2007, sedangkan perangkat
jaringan dan CPE interface IEEE 16-e akan diproduksi dan siap
di pasaran sekitar pertengahan 2008. Permasalahan yang dibahas
dalam even seminar adalah kondisi terjadinya persaingan global
antara teknologi evolusi 3G GSM dan CDMA dengan teknologi Broadband
Mobile WIMAX, yang dinyatakan oleh vendor pendukungnya sebagai
4G mobile communications.
Pada kesempatan CeBIT ini saya sempat melakukan diskusi dengan
3 (tiga) vendor pendukung utama WIMAX yaitu Redline Comm. (Kanada),
Lucent-Alcatel (Eropa), dan Alvarion (Israel). Seluruh vendor
tersebut menyatakan bahwa kemampuan WIMAX akan melebihi 3G,
dan dinyatakan setara dengan 4G yang baru akan dicapai oleh
evolusi GSM sekitar tahun 2010. Untuk perangkat Fixed-WIMAX
(IEEE 16-d) sudah siap di pasaran, sedangkan perangkat Mobile-WIMAX
(IEEE 16-e) akan segera siap di pasaran pada pertengahan 2008.
Berdasarkan penjelasan dari Alvarion, para vendor besar GSM
seperti Nokia, Ericsson dll, belum memproduksi perangkat WIMAX,
karena mendapat complaint dari para oparator besar 3G yang telah
investasi secara besar-besaran untuk tetap menjaga eksistensi
operator 3G tersebut. Namun dalam kenyataannya telah banyak
yang melakukan (secara diam-diam) tambahan/integrasi perangkat
WIMAX pada jaringan 3G-nya untuk meng-handle kebutuhan broad-band
access internet.
Isu lain yang sedang dibahas adalah bagaimana agar membuat standar
mobile-WIMAX benar-benar bersifat open dan tidak dikuasai oleh
suatu kelompok vendor tertentu. Isu ini biasa disebut sebagai
Open WIMAX sebagaimana gambar WIMAX konfigurasi di bawah, interface
utama yang dijaga keterbukaannya adalah interface R6, interface
yang menghubungkan BTS dengan IP Network yang akan mengatur
fasilitas hand-over antar BTS. Gambar 3 adalah gambaran akhir
dari model komunikasi dan hubungan antar perangkat yang disampaikan
oleh Alvarion (diyakini sudah akan terjadi sebelum 2010).
SARAN dan masukan
Perangkat yang berbasis IP-based teknologi yang telah mendukung
konvergensi layanan telah berhasil diproduksi dalam bentuk user-friendly
dan diproduksi secara massal, dengan statu skala ekonomis yang
memungkinkan perangkat tersebut dijual dengan harga yang relatif
terjangkau sehingga akan segera masuk ke pasar Indonesia.
Kondisi ini memerlukan antisipasi segera, terutama terhadap
kebijakan dan regulasi yang terkait dengan pola persaingan (kompetisi)
dan aturan-aturan pendukung yang sebagian besar masih belum
compatible dengan pola IP-based network, karena aturan saat
ini disusun dalam pola hirarki Circuit-switched bukan IP-based
network. Untuk perangkat BWA (WIMAX), khususnya standar IEEE
16-d (fixed-wimax) sudah siap di pasaran dengan vendor support
yang cukup banyak, namun untuk IEEE 16-e (mobile-WIMAX) baru
akan siap pada pertengahan 2008.
Untuk melengkapi wacana pemikiran rencana tender frekuensi BWA
di 2.3 GHz, yang diproyeksikan juga mampu men-support mobile-wimax,
diusulkan untuk dilakukan pendalaman dalam bentuk workshop terbatas,
antara vendor support WIMAX atau dari WIMAX Forum dan dari kalangan
GSM/CDMA serta perwakilan operator 3G dan operator yang support
WIMAX, agar diperoleh kejelasan skenario yang terbaik bagi kepentingan
nasional (pemerataan akses dengan biaya yang terjangkau). Catatan
terakhir, kepada industri dalam negeri, perlu kiranya ditingkatkan
dialog secara intensif, untuk kejelasan posisi mereka dalam
support perangkat WIMAX yang akan digelar. 
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------