| Artikel
Detiknas Edisi No.23 / 2 |
Pesan Itu
Untuk Kita Semua
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Geliat
pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terus
bergulir. Di tangan SBY, TIK kini mendapat tempat khusus.
Diubahnya Kementerian Kominfo menjadi Departemen Komunikasi
dan Informatika, dan dibentuknya Dewan TIK Nasional lebih
kurang setahun lalu, menjadi bukti kuat betapa presiden
kita telah memberi ruang untuk perkembangan TIK di tanah
air. Hanya, dalam perjalanannya, langkah menuju masyarakat
informasi tidak segampang membalikkan telapak tangan. Hal
ini diakui sendiri oleh SBY. “Untuk mewujudkan masyarakat
informasi kita masih menghadapi tantangan yang tidak ringan,”
ujarnya sambil menyebutkan berbagai kendala infrastruktur
telekomunikasi kita yang memang belum siap dan harus segera
diantisipasi. Bukan cuma itu, “Tingkat kemampuan penggunaan
teknologi informasi dan komunikasi di berbagai bidang juga
masih belum merata,” tambahnya. Untuk itulah Presiden
telah meminta kepada para menteri terkait, agar pada 2009
nanti peningkatan ketersediaan jaringan dan pemerataan kemampuan
penggunaannya dapat segera terwujud.
Jelas ini bukan tugas yang mudah. Oleh sebab itu, kita harus
meraih apa yang menjadi tujuan kita secara bersama-sama.
Kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Sudah banyak bukti
proyek yang dikerjakan sendiri-sendiri tak banyak membawa
manfaat bagi rakyat kita. Teman-teman yang saat ini dipercaya
mengelola pekerjaan di pemerintahan, ayolah bersatu, saling
berkoordinasi. Saling isi. Sudah jelas, kelemahan kita selama
ini adalah tidak adanya koordinasi. Tunjukkan kita bisa.
Dalam menatap tahun baru ini, kami sengaja mengutipkan beberapa
pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berkaitan
dengan TIK, agar kita semua memaknai dan mencerna apa yang
dikatakan Presiden untuk menjadi koreksi dan introspeksi
kita ke depan. (Semua pernyataan SBY ini diambil dari sambutannya
ketika Pencanangan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Nasional (Detiknas) di Istana Bogor, 13 November 2006).
(Red.)
Berikut
Kutipan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono
yang berkaitan dengan TIK
“Kepemimpinan (leadership) dalam Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK) dalam prakteknya menuntut
komitmen dari para pimpinan pemerintahan, baik dari
jajaran pemerintah pusat (mulai dari saya) maupun pemerintahan
daerah (mulai dari gubernur dan seluruh jajarannya)”
"Dalam pandangan saya, Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) dapat membangun sebuah sistem
yang akan membantu meningkatkan kualitas pelayanan,
efisiensi, dan efektivitas fungsi pemerintahan. "
"Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
yang sedemikian pesat telah membawa dampak yang positif
dalam era peningkatan kinerja dari berbagai kegiatan yang
kita lakukan. Penerapan TIK telah
digunakan di hampir semua sektor, mulai dari transportasi,
perdagangan, ekonomi, manufaktur, pemerin-tahan, pendidikan,
kesehatan hingga pertahanan. Dengan ke-majuan TIK,
informasi tidak lagi mengenal batas-batas negara, berbagai
transaksi ekonomi, perbankan hingga komunikasi tatap muka,
dengan siapa saja di belahan bumi manapun dapat berlangsung
melalui teknologi ini."
"Untuk mewujudkan masyarakat informasi kita masih menghadapi
tantangan yang tidak ringan. Kita harus membangun jaringan
komunikasi bagi sekitar 43 ribu desa di tanah air, yang
saat ini belum memiliki jaringan komunikasi tetap. Untuk
kepentingan pendidikan, kita pun harus membangun jaringan
bagi 31.173 Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah
Atas, serta 2.428 Perguruan Tinggi. Untuk kepentingan kesehatan
kita harus menyediakan jaringan bagi 28.504 pusat-pusat
kesehatan, baik itu Rumah Sakit, Rumah Bersalin, maupun
Puskesmas. "
"Sementara
itu untuk kepentingan pemerintahan, kita harus membangun
jaringan bagi seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari tingkat
pusat hingga ke tingkat daerah. Selain menghadapi pembangunan
jaringan untuk berbagai kepentingan, kita pun masih menghadapi
masalah kesenjangan kemampuan meng-gunakan teknologi. Tingkat
kemampuan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
di berbagai bidang masih belum merata, saya kira kita merasakan
semuanya itu. Untuk mengatasi berbagai permasalahan yang
saya kemukakan tadi saya telah meminta
kepada para menteri terkait, agar pada tahun 2009 nanti
kita dapat meningkatkan kemampuan di bidang ini.
Peningkatan ini terutama pada peningkatan ketersediaan jaringan
dan pemerataan kemampuan penggunaannya. Dengan adanya peningkatan
jaringan dan kemampuan pemanfaatan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) kita tidak akan tertinggal dari negara
lain."
"Aspek suprastruktur informasi nasional diperlukan
dalam proses pengambilan keputusan yang senantiasa didasarkan
pada informasi yang relevan, terkini atau real times, akurat
dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam
proses pengambilan keputusan, kalau bentuknya benar, datanya
tepat, faktanya konkret, hampir pasti masalah kata-kata
keputusannnya benar. Kalau keputusannya benar, hampir pasti
tindakan untuk melaksanakan keputusan itu juga benar.
Tetapi kalau masukannya, faktanya, datanya tidak benar,
maka akan sangat membahayakan apa yang kita lakukan. Terlebih
apabila keputusan itu menyangkut sendi-sendi kehidupan bernegara,
tentu yang kita dapatkan bukan hal-hal yang bermanfaat yang
benar tetapi sebaliknya. Oleh karena itulah, dalam proses
pengambilan keputusan, sedinamis apapun, secepat apapun
harus berangkat dari masukan, fakta, data yang tepat , akurat
dan benar. " |