HALAMAN
1 l HALAMAN 2
RIA SAPTARIKA (Wakil Walikota Pemko Batam)
"Kami Harus Memasang Target
Cukup Tinggi"
Hari
pertama menjabat sebagai wakil walikota Batam, Ria Saptarika langsung
menjajal akses internet di ruang kerjanya. Hari kedua, ia langsung
meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk menginstal Sistem
Informasi Kepe-gawaian di komputer kerjanya. “Tapi begitu
diinstal, kok akses internetnya enggak bisa,” tutur pria
yang dilantik sebagai wakil walikota pada awal Maret lalu. Dari
sini, pria yang lama malang melintang di bisnis Multi Media jadi
mengerti bagaimana urusan TI di pemerintahan yang dikomandaninya
ber-sama Ahmad Dahlan sebagai walikota, masih bersifat sektoral.
“Belum ada yang mengontrol atau mengkoordinirnya sehingga
semuanya terintegrasi,” tutur jebolan Institut Sains dan
Teknologi Nasional Jakarta ini, apa adanya.
Tahu betul dunia ICT (Information and Communication Technology)
membuat Ria Saptarika mem-punyai komitmen kuat agar penggunaan
ICT di Pemko Batam lebih maksimal. “Pak Wali juga consern
pada ICT,” imbuhnya lagi. Untuk itu, di bawah duet keduanya,
bakal diberlakukan kebijakan baru berikut pembenahan. Untuk mengetahui
lebih detail hal tersebut, Faizah Rozy dari e-Indonesia menemui
pria kelahiran Kepulauan Riau, 16 September 1967 lalu di ruang
kerjanya. Berikut nukilan pembicaraan mereka.
Sejauh mana komitmen Pak
Walikota dan Bapak untuk mengembangkan TI di Kota Batam?
Kebetulan saya dulu kuliah di Elektro ISTN Jakarta. Sebelum menjabat
sebagai wakil walikota, pekerjaan saya terkait dengan bidang TI.
Makanya, baik pak Wali maupun saya sangat bersemangat untuk mengembangkan
TI guna mendukung kinerja Pemko sekaligus membangun Batam. Untuk
mengembangkan TI tidak perlu khawatir soal dana. Karena menurut
saya, TI itu tidak selalu mahal. Selama ini, orang fobia dengan
TI yang sudah dicap mahal, yang pada akhirnya justru menyerempet
pada penyalahgunaan dana. Saya tidak ingin itu terjadi di sini.
Untuk itu, di sini, tidak ada istilah TI sebagai sarana mencari
proyek. Yang penting tunjukkan kinerja yang baik sehingga masyarakat
merasakan manfaat adanya TI.
Lantas bagaimana kebijakan
pembangunan TI di Pemko Batam?
Kami sangat consern terhadap TI. Makanya, saat ini kami tengah
merencanakan sejumlah langkah. Salah-satunya adalah penyatuan
database yang dimiliki berbagai unit kerja. Selama ini, database
terpencar. Ada yang di Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, Bappeda,
dan sebagainya. Rata-rata, mereka mempunyai database sendiri-sendiri.
Nah, kalau kita bicara prinsip TI, tentunya semuanya harus tersentralisasi.
Saya ingin ke depan, siapa pun yang menginginkan data di lingkup
Pemko Batam, merujuk ke Badan Komunikasi dan Informasi (Kominfo)
yang bertindak sebagai koordinator database. Ini dilakukan dalam
rangka sentralisasi sehingga terhindar dari kemungkinan kesalahan
sistem atau pun hacker. Contohnya seperti password jaringan. Yang
terjadi sekarang, password masih diserahkan kepada para masing-masing
user. Ke depan, saya ingin yang pegang password adalah Kominfo.
Saat ini, sejauh mana realisasi rencana tersebut?
SK mengenai sentralisasi TI di Batam sudah disusun dan tinggal
ditandatangani. SK tersebut antara lain menyebutkan bahwa proyek
yang berkenaan database dan TI harus dikerjakan oleh Kominfo.
Peralatan hardware dan software yang digunakan harus dikendalikan
dan dikontrol oleh Kominfo. Itu adalah perubahan administrasi
yang tengah kami siapkan. Program tahun ini dalam anggaran tambahan,
kami akan memasukkan TI dalam one stop service sekitar Rp 1,4
M. Saya ingin One stop service benar-benar bertujuan memberikan
pelayanan terbaik bagi masyarakat. Selain itu, one stop service
di-back up juga dengan sistem TI sehingga kemudahan yang didapatkan
akan lebih banyak lagi. Ini masih dalam proses.
Ada
rencana lain Pak?
Paling lambat akhir tahun ini kami akan menerapkan SIAK PLUS.
Kami sudah bertemu langsung dengan Direktur Informasi Adminitrasi
Kependudukan untuk meminta keleluasaan mengolah database SIAK.
Berdasarkan survai kami di sejumlah daerah, SIAK digunakan untuk
entry data, print data dan print statistik tanpa bisa mengolah
data. Sebenarnya, data mentah kependudukan bisa diolah. Direktur
Informasi Administrasi Kependudukan sudah setuju bila SIAK di
Pemko Batam akan ditambah feature untuk pengolahan data yang sangat
luas sehingga disebut sebagai SIAK PLUS. Selama ini, SIAK tidak
bisa ekspor maupun impor data, sehingga manfaatnya sangat kecil.
Padahal kalau digunakan, database tersebut manfaatnya luar biasa.
Bisa dijelaskan
pemanfaatan lebih lanjut dari database SIAK?
Begini, kami bisa mengambil data tentang umur atau usia sekolah
untuk sistem pendidikan, terus kita link ke database kependidikan.
Pemanfaatan database SIAK juga bisa untuk data masyarakat miskin
dan dilink ke bagian ekonomi, yang bisa mendata seluruh orang
miskin yang ada di Kota Batam. Dan data tersebut bisa di-update
dan kita perkenankan untuk ditransfer. Dengan cara seperti ini,
sesama unit kerja ada kemudahan untuk mengakses data. Rencananya
ini akan kami realisasikan akhir tahun ini karena dananya sudah
ada.
Secara keseluruhan, apa target dari pembangunan TI di
bawah kepemimpinan pak Wali dan Bapak?
Simpelnya, baik front office maupun back office di-support oleh
TI. Kami akan merealisasikannya secara bertahap karena bagaimana
pun masih ada prioritas bidang lain. Kami juga akan melakukan
redesign master plan. Selanjutnya, melalui e-government, pelayanan
terhadap masyarakat bisa ditingkatkan. Sejalan dengan SDM juga
harus dipersiapkan dan terus di-upgrade.
Untuk lengkapnya baca di Majalah.