e-GOVERNMENT
DI KABUPATEN JOMBANG
Dukungan Dana Tak Lagi Jadi Kendala
Boleh
dibilang, Jombang termasuk salah-satu kabupaten di Jawa Timur
yang mencuri start dalam implementasi Information and Communication
Technology (ICT). Berbekal kesadaran akan pen-tingnya pembangunan
TI, Pemerintah Kabupaten Jombang mengalokasikan anggaran pembangunan
TI lebih dari Rp 1 miliar per tahun!
Tetesan
Warung Pojok Kebon Rodjo. Siapa pun yang baru datang pertama kali
ke Kabupaten Jombang, pasti akan menduga itu nama warung atau
restoran yang menjual kudapan khas Jombang. Tapi tunggu dulu,
Anda jangan terkecoh! Warung Pojok Kebon Rodjo bukanlah sebuah
kedai. Meski di tempat itu, Anda tetap bisa menyerumput secangkir
teh poci hangat.
Bila kebetulan Anda berada di Kota Jombang pada akhir pekan, tepatnya
di hari Minggu malam Senin, mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB
simaklah Radio Khusus Kepala Daerah dan Radio Suara Jombang di
frekuensi 104,1 FM. Maka Anda akan menemukan jawaban tentang Warung
Pojok Kebon Rodjo. Pada gelombang 104,1 FM, Warung Pojok Kebon
Rodjo selalu mengudara dan dikemas dalam sebuah dialog interaktif
yang hangat, segar, dan terbuka. Acara tersebut merupakan salah-satu
wadah yang disediakan Pemkab Jombang, untuk menyebarkan informasi
sekaligus mensosialisasikan berbagai hal terkait kebijakan dan
program pembangunan.
Tema yang diusung dalam dialog interaktif Warung Pojok Kebon Rodjo,
sudah barang tentu tema yang menarik, hangat, dan aktual untuk
ukuran masyarakat Jombang. Cukup memutar nomor telepon 871717,
warga Jombang bisa berdialog langsung dengan Bupati Jombang. Selain
Pak Bupati, adakalanya tamu yang datang adalah anggota DPRD, Muspida,
atau kepala dinas terkait, sesuai tema yang dibedah. Selain Radio
Suara Jombang, dialog interaktif ini juga disiarkan langsung oleh
tiga stasiun radio swasta lainnya. Sebut saja Radio Nada Kencana
pada frekuensi 91,5 FM yang ikut me-relay acara ini. Tak heran
banyak warga Jombang setia menunggu acara ini setiap akhir pekan.
Suasana di UPPT Jombang
Dialog interaktif merupakan salah-satu upaya Pemkab Jombang untuk
lebih dekat dengan masyarakatnya. “Tugas kami memberikan
informasi kepada masyarakat terkait dengan kebijakan program pembangunan
yang ditetapkan Pemkab Jombang,” ujar Purwanto, kepala Bagian
Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang. Di samping itu, lanjut
Purwanto, Warung Pojok Kebon Rodjo merupakan sarana paling efektif
untuk menyerap infor-masi langsung dari masyarakat. “Apa
yang dibutuhkan, dikeluhkan, dan disarankan masyarakat, kami segera
tahu,” imbuhnya lagi. Nah, semua saran dan masukan yang
disampaikan warga, dijadikan pertimbangan sekaligus masukan bagi
Pemkab guna menyusun kebijakan program pembangunan di Jombang.
Humas Sekda Jombang sendiri, sesuai tugas pokok dan fungsinya
telah menyiapkan berbagai strategi untuk membangun hubungan dengan
masyarakat guna menyebarkan berbagai informasi. Apalagi sejak
dilikuidasinya kantor Infokom sesuai dengan peraturan daerah setempat,
praktis peran Humas Sekda Jombang dituntut semakin aktif. Selain
melalui radio, media strategi yang digunakan adalah website www.jombang.go.id
Media strategi lainnya adalah media cetak seperti Tabloid Massa
dan Gema Desa.
Mendorong Pelaku UKM
Selain Warung Pojok Kebon Rodjo, masih ada acara menarik lain
yang dikemas RKPD dan Radio Suara Jombang, yakni Tilik Desa. Nama
program yang diambil memang berbau kampung. Namun Tilik Desa yang
disiarkan secara langsung setiap Jumat Wage malam Sabtu Kliwon
sebulan sekali ini mengangkat berbagai isu menarik. Acara yang
disiarkan secara live dari Pendopo Kabupaten Jombang itu merupakan
sebuah acara dialog promosi potensi desa, guna mengangkat potensi
Industri Kecil Menengah (IKM). “Para pelaku usaha dapat
meningkatkan usahanya dengan adanya promosi di RKPD dan Radio
Suara Jombang,” jelas Purwanto. Masih kata Purwanto, di
sisi lain masyarakat menjadi tahu potensi wilayahnya.
Purwanto
Kepala
Bagian Humas Sekretariat Daerah Kab. Jombang
Melalui Tilik Desa, para pelaku IKM dan UKM langsung bertatap
muka dengan aparat terkait. Mulai dari Bupati Jombang hingga kepala
dinas yang berkompeten. “Pelaku usaha dapat menyampaikan
apa yang diinginan, sebaliknya aparat pemerintah dapat mendengarkan
langsung dan mengerti apa yang dibutuhkan mereka.”
Masih ada acara lain yang diusung RKPD dan Radio Suara Jombang,
yakni dialog interaktif antar dinas, khususnya Dinas Kesehatan,
Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, dan Dinas
Peternakan dan Perikanan. Menurut Purwanto, stressing program
adalah bidang pendidikan dan pertanian. Keempat dinas ini memang
diberi ruang yang lebih banyak, untuk menjalin interaksi mengingat
empat bidang tersebut tergolong substansial. Acara yang disiarkan
secara langsung dan mengudara setiap hari Rabu dan Kamis ini,
membahas persoalan yang lebih teknis. Misalnya, bagaimana cara
beternak ayam yang benar.
Strategi yang diterapkan Humas Sekda Jombang dengan memakai radio
sebagai salah-satu media untuk menyampaikan informasi, terbilang
langkah yang tepat. Media ini dinilai paling efektif untuk menyebarkan
informasi. “Radio bisa dinikmati dan dimanfaatkan oleh siapa
saja. Dalam arti seseorang tidak harus melek huruf. Seseorang
bisa mendengarkan radio sambil menyetir kendaraan, sambil bekerja,
bahkan sambil membaca,” tutur Purwanto. Selain itu, warga
bisa bertanya dengan bahasa daerah.
Meski demikian, alumni IIP Depdagri ini tidak mengesampingkan
pentingnya website. “Website membuat langkah dan kaki kami
lebih panjang. Orang yang berada di luar Jombang bisa langsung
mengetahui informasi yang baru saja kami sajikan.” Hanya
saja, hingga kini, Pemkab Jombang belum mengetahui prosentase
berapa banyak visitor berkunjung ke website Jombang. Sebagai gambaran,
website www.jombang.go.id bisa diakses masyarakat Jombang di unit-unit
satuan kerja di tingkat kecamatan. Apalagi Pemkab Jombang telah
menjalin kerja sama dengan Telkom Jombang untuk pengembangan TI
di sana.
Menurut penuturan Wakil Bupati Jombang Ali Fikri, penerapan TI
menyasar hingga ke tingkat keca-matan, guna mempercepat dan mempermudah
informasi selain efisiensi. Sebagai contoh, dulunya, harus ada
anggaran yang dialokasikan untuk studi banding atau pelatihan
bagi UKM. “Akhirnya kami berpikir bagaimana kalau dalam
menerapkan e-government internet dipakai sebagai akses hingga
ke seluruh kecamatan,” terang Ali. Faktanya, lanjut Ali,
masyarakat sangat tertolong dengan adanya akses internet. Contohnya
pengrajin bambu. Mereka membutuhkan informasi bagaimana mendesain
bambu yang benar. “Meski pengrajin itu tinggal di kecamatan
tapi mereka tetap bisa link internet untuk mencari informasi sampai
detail. Dan itu semua gratis. Apalagi di tingkat kecamatan saat
ini sudah ada kelompok informasi masyarakat atau KIM,” ujar
alumni IAIN Syarif Hidayatullah dan Pondok Pesantren Gontor ini.
Untuk
lengkapnya baca di Majalah....
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------