Untuk
lebih menggalakkan penggunaan TI di Probolinggo, Bupati Kabupaten
Probolinggo Hasan Aminuddin, siap bekerja sama dengan pihak
manapun. Selain itu, alumni S2 Universitas Merdeka Malang ini,
bakal memberikan kemudahan bagi pihak swasta yang ingin menanamkan
investasi di bidang TI di Probolinggo. Dengan kebijakan seperti
itu, TI bakal bergeliat. Kepada Ardi Winangun dari e-Indonesia,
pria asli Probolinggo kelahiran 7 Januari 1965, menuturkan berbagai
kebijakan TI yang diambilnya.
Bagaimama penerapan
e-government di Probolinggo?
Kami wajib melayani masyarakat. Nah, dalam kerangka pelayanan,
mereka menginginkan pelayanan yang cepat dan akurat. Untuk menjawabnya,
semuanya tentu harus terpenuhi seperti perangkat dan bekerja
secara profesional. Karena ini menyangkut perangkat, terkait
teknologi, tentunya akan memakan anggaran cukup besar. Saat
ini, sudah ada pentahapan pembangunan TI. Di seluruh unit pun
sudah ada perangkat komputer. Kini tinggal bagaimana perangkat
itu berdaya guna, selain membangun kualitas SDM pemerintah daerah
dan mengatasi berbagai kekurangan yang ada.
Semua unit, kantor, dinas di Probolinggo sudah menggunakan aplikasi
TI?
Sudah, secara bertahap. Sebagaimana saya sampaikan, pentahapan
ini disesuaikan dengan kesiapan dari aparat itu sendiri untuk
memfungsikannya. Apabila saya membeli perangkat yang begitu
besar kalau SDM tidak mampu mengoperasionalkan perangkat itu,
yang kurang pas.
| Drs.
Hasan Aminuddin, M.Si. |
Tempat, Tanggal Lahir: Probolinggo,
7 Januari 1965
Pendidikan Akhir: Master of Science
Administrasi Publik
Istri : Ny. Dian Prayuni
Anak : 4 orang
Pengalaman
kerja:
1992-1997 : Anggota DPRD
1999-2003 : Ketua DPRD Kab. Probolinggo
1997-2002 : Bendahara KNPI Probolinggo
1999-sekarang : Ketua SARBUMUSI Probolinggo
1999-2002 : Ketua PKB Probolinggo
2005-2010 : Ketua Dewan Tanfidz DPC
PKB Kab. Probolinggo
|
Kalau di tingkat masyarakat sendiri bagaimana?
Saya ulangi sebagaimana statemen saya di awal, sebagaimana Renstra
(Rencana Strategis) Kabupaten Probolinggo, pembagunan TI juga
akan kami fokuskan pada elemen dalam pendidikan. Guna membenahi
manajemen pendidikan saya membantu perangkat komputer, tentunya
belum bisa secara menyeluruh menyentuh seluruh elemen.
Maksudnya?
Dari TK sampai SMU saya sudah sentuh, sementara perguruan tinggi
belum saya beri bantuan karena saya melihat dari bawah dulu
baru ke atas.
Bentuknya apa?
Ya itu tadi, bantuan komputer ke seluruh lembaga: TK, SD, SMP,
SMA, Madrasah Aliyah, Madrasah Tsanawiyah, sudah saya sentuh,
baik negeri maupun swasta, dalam waktu 3 tahun.
Apakah dengan cara itu sudah cukup?
Sasaran pertama lembaga pendidikan mampu mengoperasionalkan
komputer. Setelah itu baru tahap selanjutnya. Biar mereka paham
teknologi dulu.
Bisa cerita mengenai potensi yang ada di Probolinggo?
Sumber daya alam di Kabupaten Probolinggo secara geografis terbagi
menjadi dua, ada pegunungan dan laut. Gunung ada di Kecamatan
Tiris, Krucil, Sumber, Sukapura. Kalau wilayah pantai ada 7
kecamatan, dari ujung barat yang berbatasan dengan Kabupaten
Pasuruan, yakni Kecamatan Tongas, sampai ujung timur yang berbatasan
dengan Kabupaten Bondowoso, yakni Kecamatan Paiton. Di pesisir,
sumber daya alamnya juga bermacam-macam.
Apakah dengan penerapan e-government bisa mendorong potensi-potensi
itu?
Tentu saja iya, dan jangan dilupakan soal profesionalisme.
Apakah Kabupaten Probolinggo pernah mendapat bantuan dari luar,
dari pemerintah pusat misalnya?
Pernah dua tahun yang lalu. Telkom juga pernah. Kami ada keinginan
bisa bekerja sama dengan pihak luar walau belum pernah terjadi.
Saya jawab dengan jujur, ha..ha.. ha.. Silahkan kalau ada pihak
swasta yang ingin bekerja sama, akan kami beri kemudahan. Yang
pasti, kami siap dengan tidak membebani calon investor.
Bagaimana dukungan dari pihak legeslatif?
Selama ini saya bermitra dengan legislatif tidak ada persoalan.
Secara keseluruhan, setiap eksekutif mengajukan anggaran, saya
sampaikan kepada teman-teman (anggota DPRD) bahwa ini sudah
siap action. Saya tegaskan kepada mereka, kalau masih dalam
tahap tataran wacana, dalam artian tidak ada kesiapan dalam
eksekutif, saya tidak akan pernah mengajukan seperti yang tertuang
di dalam APBD. 
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------