Majalah e-Indonesia - Media ICT Wahana Merajut Nusantara
 

ANDI RUDIYANTO ASAPA
Bupati Sinjai

Investor Kami Buat Nyaman
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Potensi alam yang cukup berlimpah tanpa dibarengi adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, tentunya tak bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sadar bahwa SDM memegang peran penting, Pemkab Sinjai memberikan pendidikan gratis kepada warganya dari tingkat SD hingga SMA. “Kami sadar bahwa kami mempunyai SDA (Sumber Daya Alam, Red.) yang banyak tetapi belum diolah dengan maksimal sehingga sangat dibutuhkan SDM yang ber-kualitas,” begitu penjelasan Andi Rudiyanto Asapa yang diberi amanah sebagai Bupati Sinjai.

Pemberian pendidikan gratis ini, sejalan dengan gawe Pemkab yang saat ini tengah membuka diri bagi investor. Berkat keseriusannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, pada 22 Desember lalu Presiden menganugerahinya Piala Citra Bhakti Abdi Negara sebagai salah-satu kabupaten yang berhasil meningkatkan kualitas pelayanan publik pada 2006. Kepada Chandra Wirawan dan Doddy Erde dari e-Indonesia yang menemuinya di Sinjai, Rudiyanto menjelaskan panjang lebar mengenai peluang investasi di daerahnya serta perkembangan TI hingga program Pemkab yang dijalankan di bawah kepemimpinannya. Berikut petikan obrolan mereka.


Apa yang menjadi titik perhatian bapak dalam mengembangkan Sinjai?
Saya memberi tekanan pada tiga pilar pembangunan dalam mengembangkan Sinjai. Ketiga pilar itu: agama, pendidikan, dan kesehatan. Sasarannya adalah bagaimana pemerintah membentuk tataran masyarakat Sinjai yang baik secara akhlak, pendidikan, dan kesehatan. Jadi, apa yang dicanangkan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono bahwa kita harus membangun masyarakat Indonesia seutuhnya, sudah kami laksanakan. Selanjutnya, sasaran pokok ketiga pilar tersebut adalah kondisi Indonesia yang seutuhnya. Karena ke depan tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana kita mempertahankan moral dan akhlak sebagai prasyarat agar masyarakat bisa bersaing di masa mendatang.

Untuk pendidikan, kami dengar diberikan fasilitas gratis?
Benar, untuk pendidikan kami memang membebaskan biaya dari tingkat SD hingga tingkat SMA. Harapan kami ada timbal balik dari kebijakan ini. Yakni orang tua atau masyarakat turut menjadi pengontrol bagi anak, guru, dan sistem pendidikan. Tujuannya agar mutu pendidikan terus ditingkatkan. Jika berbagai pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan saling bersinergi, saya yakin pendidikan di Sinjai tidak akan kalah dengan daerah lain. Saat ini, kami sadari bahwa kami mempunyai SDA yang banyak tetapi belum diolah dengan maksimal sehingga sangat dibutuhkan SDM yang berkualitas. Kalau pendidikan tidak mendapatkan prioritas, daerah ini akan tertinggal dengan daerah lain.

Bagaimana dengan fasilitas di bidang kesehatan?
Kami menawarkan Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) dan Dokter Keluarga yang sebenarnya sudah ditetapkan di dalam GBHN dan tertera dalam Tap MPR untuk menuju Indonesia Sehat 2010. Seperti kita ketahui, cara mewujudkan Indonesia Sehat 2010 polanya beragam. Ada yang memberikan sarana kesehatan pada tingkat lingkungannya, kemudian ada yang memberikan pemahaman pada masyarakat agar mereka terhindar dari penyakit. Di sini, kami menawarkan Jamkesda dan Dokter Keluarga, kesemuanya kita cakup.

Yang dimaksud dengan Jamkesda seperti apa?
Berkaitan dengan kesehatan, kami bukan saja menjelaskan kepada masyarakat bagaimana mereka menjaga kesehatan dengan baik dan terhindar dari penyakit, lebih dari itu, warga yang terkena penyakit bisa mendapatkan pengobatan yang murah, bahkan gratis. Berkaitan dengan bidang agama, kami juga memberikan tunjangan.

Andi Rudiyanto Asapa, S.H.
Pendidikan :
S1 Fakultas Hukum,
Universitas Hasanuddin Makassar 1983

   
Riwayat Pekerjaan :
1982 – 1985
1985
1985 – 1994
1994 – 2002
1997
1998 – 2003
2000 – 2004
2000 – 2004

2002
2003
2003 - 2004
  v
Pengacara praktek
Advokat
Direktur LBH Makassar
Penasehat Hukum Pemda Kabupaten Gowa
Anggota Badan Arbitrasi Nasional Indonesia
Penasehat Hukum Pemda Pemkot Makassar
Penasehat Hukum Meneg BUMN
Penasehat Hukum Menko Perencanaan Pembangunan/
Bappenas
Penasehat Hukum Pemda Kabupaten Luwu Utara
Penasehat Hukum Pemda Kabupaten Pangkep
Bupati Sinjai

Maksudnya pak?
Begini, pemeluk agama Islam di Sinjai mencapai 99%. Untuk itu, kami memberikan perhatian khusus bagi mubaligh dan tokohtokoh agama. Khusus imam masjid dan para guru ngaji, kami memberikan tunjangan. Selain itu, kami juga memberikan tunjangan kepada para penjaga makam. Di sini kami ingin ada keseimbangan antara hubungan manusia sesama manusia dan manusia terhadap Tuhan. Khusus hubungan sesama manusia, kami ingin membangun toleransi yang tinggi terhadap umat lain yang berbeda keyakinan.

Bagaimana dengan potensi daerah di Sinjai?
Sinjai mempunyai potensi daerah cukup menjanjikan dari hasil laut, ternak, pertanian, kehutanan, perkebunan, dan tambang. Kami mempunyai tambang emas, batu bara, juga SDM. Jadi, silakan saja jika ada investor yang ingin berinvestasi di Sinjai, peluang di sini terbuka lebar dengan dukungan berbagai kemudahan dan regulasi. Intinya, mereka akan kami buat nyaman.

Kemudahan yang akan diperoleh investor seperti apa?
Urusan yang terkait dengan Pemkab dapat diselesaikan dalam satu hari. Hal ini merupakan reward bagi mereka yang ingin berinvestasi di sini guna menggali potensi alam yang ada. Sekarang, kami tengah mencoba membuka kran ekspor. Alhamdullilah kami sudah mampu mengekspor kopi Arabika dari Sinjai Barat dan Sinjai Porong. Tercatat pada Asosiasi Kopi Swedia bahwa kopi dari Sinjai tidak kalah dengan kopi dari negara lain. Kami juga mencoba mengekspor coklat, pala, cengkeh. Untuk bisa diekspor, tentunya kami harus memberikan pemahaman kepada petani mengenai peningkatan mutu panen.

Andil Pemkab kepada petani seperti apa?
Selama ini pada saat panen, harga hasil kebun dan pertanian jatuh dan akhirnya petani menjualnya di bawah harga pasaran. Makanya kami membuat standar harga. Jika tidak ada yang mau membeli hasil panen dengan harga standar, maka Pemkab akan membelinya. Tujuannya, kami ingin petani tidak terjebak pada harga tengkulak. Selain itu, selama ini ketika harga panen jatuh, Bulog justru tidak mampu mengambilnya. Ini kacau sekali. Padahal Bulog kan disubsidi pemerintah dan bertugas untuk membeli hasil panen. Untuk itulah, kami berinisiatif membeli hasil panen setelah itu Bulog membelinya dengan harga standar. Khusus ekspor, bila harga ekspornya terdapat selisih dari harga standar Pemda, maka selisih itu dibagi lagi kepada petani sekalipun selisihnya cuma 10 rupiah.

Boleh tahu PAD terbesar Sinjai darimana?
Sekarang ini PAD terbesar dari perikanan. Namun sekarang perikanan agak bergeser sedikit karena hampir dilampaui oleh hasil perkebunan. Kami sudah mulai ekspor kopi dan coklat.

Bagaimana dengan penggunaan TI di pemerintahan?
TI itu luar biasa sangat membantu. Sejauh ini, kami sudah mempunyai website daerah. Kami juga mendapat bantuan VSAT dari Depkominfo, sehingga tidak lagi menggunakan telepon untuk berinternet. Selain itu, hampir semua kantor sudah bisa akses internet. Kami juga menggunakan TI untuk menjalin hubungan dengan masyarakat. Mereka bisa berinteraksi baik memberikan kritik, saran, atau masukan kepada Pemkab melalui SMS, telepon, maupun interaktif lewat Radio Suara Bersatu (RSB). Di Sinjai juga telah dibentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Setiap KIM dilengkapi dengan seperangkat alat komputer dan radio monitor untuk mengolah dan memproses informasi untuk selanjutnya dise-barkan kepada masyarakat.

Bagi desa yang belum ada saluran telepon, pemanfaatan komputer dan akses internetnya bagaimana?
Kami telah bicara dengan Manager Pemasaran PT Telkom, saya harapkan pada 2007, mereka bisa memasang jaringan telepon hingga ke seluruh desa di Kabupaten Sinjai. Pengadaan sambungan telepon juga menjadi tanggung jawab dan program Pemda. Kami juga berupaya mengembangkan VSAT yang ada untuk dapat menjangkau seluruh daerah di Sinjai. Sekarang ini VSAT baru menjangkau di sekitar kota saja.

Penggunaan TI untuk mendukung investasi seperti apa?
Dalam hal pemasaran produksi daerah, TI sangat membantu sekali. Kami menjalin komunikasi dengan sejumlah kedutaan besar negara lain yang ada di Indonesia atau kedutaan negara kita yang berada di luar negeri lewat internet guna mempromosikan potensi Sinjai.

Bapak sendiri apakah selalu menyempatkan diri untuk membuka internet?
Iya, saya selalu mencari informasi lewat internet minimal empat jam setiap harinya. Informasi yang saya lihat biasanya beberapa website departemen di dalam negeri juga informasiinformasi dari luar negeri.

Bapak menurunkan kebiasaan berinternet kepada anak?
Wah, malah anak saya lebih jago berinternet dibandingkan saya ha..ha..ha....

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------