e-GOVERNMENT
DI ITALIA
Tujuh
Juta Euro untuk Tivi Digital
Tak
cuma di dunia sepak bola Italia bisa dicontoh. Dalam penerapan
e-government pun, Italia pun banyak ditiru oleh berbagai negara
berkembang. Mereka adalah negara pertama yang mengadopsi “highway
code” dalam pemerintahannya. Melalui program tersebut kantor-kantor
pemerintah memo-dernisasi dirinya dengan mengembangkan penggunaan
teknologi komunikasi dan informasi. Hasilnya? Kualitas layanan
publik mereka kini jauh lebih baik dari sebelumnya.
Nama
Italia, begitu melambung tinggi pasca per-helatan akbar FIFA World
Cup 2006 di Jerman. Meski sempat terseok-seok di babak awal, bah-kan
beberapa kemenangan tim Azzuri dianggap sebagai keberuntungan,
serta persoalan sepak bola dalam negeri Italia yang membuat tim
se-kaliber Juventus harus terdegradasi ke SeriB akibat terkait
masalah pengaturan skor pertan-dingan, Italia tetap berhasil menempatkan
diri sebagai salah-satu negara dengan sejarah per-sepakbolaan
yang begitu hebat dan kini menjadi nomor satu di cabang olahraga
terpopuler dunia tersebut.
Kunci dari keberhasilan Italia adalah sistem per-tahanan mereka
yang menggunakan sistem grendel atau biasa disebut Cattenacio.
Cattenacio terbukti berhasil mengalahkan berbagai macam strategi
sepak bola yang begitu variatif, ada total football, Der Panzer,
maupun permainan sepak bola cantik yang dianut negara-negara Amerika
Selatan semisal Brazil maupun Argentina.
Tak kalah populer dengan Cattenacio, strategi e-government Italia,
ternyata juga begitu populer dijadikan referensi bagi negara lain
di dunia dalam mengembangkan layanan pemerintahan secara elektronik
terutama di negara-negara berkembang. Dalam catatan Kementerian
Inovasi dan Tek-nologi, setidaknya ada 16 negara yang mengikuti
model pembangunan teknologi digital yang digu-nakan pemerintah
Italia dalam memodernisasi pemerintahannya.
Inisiatif Internasional
Dipakainya model pengembangan e-government Italia oleh banyak
negara, karena sejak awal Italia memang telah menyiapkan satu
inisiatif pembangunan e-government yang disiapkan oleh Unit Teknis
Pembangunan, yang merupakan bagian dari Kementerian Inovasi dan
Teknologi. Inisiatif tersebut kemudian berkembang menjadi langkah
internasional setelah PBB, World Bank, Inter-American Development
Bank, serta Development Gateway Foundation, juga terlibat dan
bersinergi dalam menggapai apa yang dinamakan good governance
dan pengembangan demokrasi melalui teknologi komunikasi dan informasi.
Beberapa negara yang memakai model “cattenacio”-nya
e-government Italia misalnya adalah Lithuania, Nigeria, Yordania,
Mozambik, dan juga Albania. Sebenarnya yang dipakai bukanlah sekadar
model saja, namun pemerintahan Italia sendiri turut berkontribusi
terhadap pengembangan e-government di negara-negara tersebut.
Seperti di Nigeria, Italia sendiri langsung menjalin kerja sama
bilateral dengan negara di benua Afrika tersebut termasuk menggelontorkan
grant sebesar US$ 400 ribu. Unit teknis juga bergerak untuk memberikan
dukungan ekonomi kepada Nigeria untuk keberlangsungan proyek e-accounting
dan e-statistic di sana. Kolaborasi juga dilakukan dengan mengerahkan
Istituto Nazionale di Statistica-ISTAT, Institut Statistik Nasional
Italia.
Sementara di Yordania, para pakar akuntansi umum Italia memberikan
dukungan terhadap pengem-bangan proyek e-accounting di sana. Proyek
secara resmi diluncurkan di Amman, yang ditandatangani Menteri
Keuangan Yordania, Menteri Inovasi dan Teknologi serta perwakilan
UNDP di Amman. Proyek ini sendiri sudah selesai akhir tahun lalu.
Biaya yang dikeluarkan mencapai US$ 488 ribu. Proyek yang hampir
sama juga ditularkan ke Albania. Kementerian Luar Negeri Italia
menyerahkan US$ 930 ribu ke UNDP sebagai trust fund untuk proyek
yang dimaksud.
Di Mozambik, program grant disiapkan pemerintah Italia sebesar
US$ 419 ribu untuk pengembangan e-land dan Sistem Informasi Manajemen
Pertanahan. Dengan proyek tersebut, pendaftaran soal pertanahan
dan data pertanahan di negeri itu yang selama ini masih berupa
kertas, diubah ke digital. Diharapkan penggunaan teknologi baru
tersebut dapat memfasilitasi transparansi, serta manajemen pertanahan
yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintahan Digital
Untuk merespons kebutuhan masyarakat akan pemerintahan yang lebih
terbuka, mudah, dan berfokus pada masyarakat, reformasi pemerintahan
Italia mengembangkan apa yang dinamakan e-government. Menurut
Gazzetta Ufficiale, Italia adalah negara pertama yang mengadopsi
“highway code” dalam pemerintahannya. Melalui program
tersebut kantor-kantor pemerintah memodernisasi dirinya dengan
mengembangkan penggunaan teknologi komunikasi dan informasi. Dengan
kode tersebut, pemerintah Italia telah mengubah birokrasi tradisional
ke birokrasi digital yang selain berfokus pada masyarakat, juga
akan berdampak pada efisiensi dan kualitas layanan yang lebih
baik.
Perubahan itu dianggap pemerintah Italia sebagai kelahiran e-citizen.
Lewat e-citizen hak-hak baru dan berbagai kesempatan diubah dalam
bentuk kode. Dengan digitalisasi secara komprehensif, apa yang
disebut dengan pemerintahan yang bebas kertas dapat terwujud.
Semua instrumen, dokumen informasi, dan hal lain yang sebelumnya
berbasis kertas berubah ke digital. Hal itu tentunya akan dapat
mengeliminasi penggunaan kertas yang pada gilirannya mengurangi
produksi sampah yang berdasar satu studi di negeri Pizza tersebut
diperkirakan mencapai 1,4 juta meter kubik.
Selain pemerintah pusat, modernisasi juga dilakukan di tingkat
pemerintah daerah. Dan antara pemerintah pusat dengan pemerintah
daerah, ada koneksi yang seragam, aman, dan efisien dengan apa
yang dinamakan public connectivity system (PCS). Satu keuntungan
dari PCS adalah masyarakat tidak lagi direpotkan dengan persoalan
harus mendatangi satu kantor pemerintahan ke kantor pemerintahan
lainnya dalam mengurus sesuatu. Kini komunikasi antarpemerintah
sudah saling terkoneksi satu sama lain.
Dengan organisasi modern itu pula, hal itu akan membuat pemerintah
lebih efisien dan produktif serta responsif terhadap kebutuhan
publik, lebih cepat melayani, dapat memotong jalur birokrasi,
dan yang jelas menjadi lebih terbuka.
Untuk lengkapnya baca di majalah.....
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------