Majalah e-Indonesia - Media ICT Wahana Merajut Nusantara

e-Letter Majalah e-Indonesia Vol. II / No. 18 / Edisi 15 Maret - 14 April 2007


e-ASiA 2007

 

Awal Februari lalu, Malaysia kembali menggelar Konferensi dan Pameran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Event yang bertajuk e-ASiA 2007 itu diadakan di Putrajaya International Con-vention Centre, tempat pusat pemerintahan dan administrasi Malay-sia yang baru, yang sudah menerapkan konsep e-government.

Konferensi dan pameran yang sudah diadakan untuk kedua kalinya ini (yang pertama diadakan di Bangkok, Thailand, 2006) memfokus-kan pada lima topik utama: e-government, e-learning, telecentre,  e-health, dan m-serve. Tak kurang 700 peserta dari 45 negara di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika berkumpul untuk saling bertukar pengalaman bagaimana mereka menerapkan TIK di negara masing-masing. Ada lebih kurang 50 pemakalah yang membawakan pre-sentasi dalam acara ini. Mereka antara lain berasal dari Malaysia, India, Filipina, Nepal, Pakistan, Singapura, Sri Lanka, Korea, Jepang, Indonesia, dan beberapa dari negara Eropa dan Amerika seperti Kanada, Amerika Serikat, Finlandia, Swiss, Turki, Perancis, dan Inggris.


Dari Indonesia sendiri, ada perwakilan yang menghadiri masing-masing sektor kecuali mServe. Tampak terlihat Rudi Rusdiah dari APW-Komitel, Zulfikar Rachman dari Bappenas-UNDP, Edi Abdurrachman dan M. Tassim Billah dari Departemen Pertanian, Zainal Hasibuan dari Fasilkom Universitas Indonesia, Arief Udiarto dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia, serta Anis Fuad dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Ravi Gupta, direktur CSDMS (lembaga yang menjadi event organizer acara ini), kepada e-Indonesia mengatakan bahwa tujuan diadakannya acara ini adalah untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman antara stake holder di bidang TIK dan pemegang kebijakan. Selain itu, e-ASiA juga ditujukan untuk menggalang lebih dari 500 ahli dalam satu platform.

Pembaca,
Untuk melihat event tersebut dari dekat, dan untuk lebih mengetahui bagaimana perkembangan TIK di berbagai negara Asia, kami mengutus E. Ari Astuti untuk meliput kegiatan tersebut. Ari, yang bergabung dengan e-Indonesia sejak Juli 2006, kemudian menuliskan laporannya dalam rubrik e-Focus nomor ini. Selain itu, bahan-bahan yang ia dapat dari acara diskusi, akan kami pilih topik yang menarik, untuk kemudian akan kami muat secara bertahap pada terbitan berikut majalah ini.

Pembaca,
Topik liputan utama kami kali ini membahas mengenai National Single Window (NSW), yang merupakan salah-satu program flagship Dewan TIK Nasional yang mesti segera diselesaikan karena memiliki dampak besar pada jalannya roda pemerintahan kita. Itu pulalah alasan mengapa NSW kami angkat menjadi topik bahasan liputan utama kali ini. Jika NSW benar-benar bisa diterapkan, maka urusan ekspor impor kita yang selama ini ribet dan lelet, akan menjadi mudah, efisien, murah karena tak ada lagi pungli, dan transparan. Tapi bisakah itu terjadi? Waktu yang akan membuktikan.
Selamat membaca.


 

KEMBALI    l    KE ATAS



Copyright © www.majalaheindonesia.com 2007