Dalam
beberapa kesempatan melakukan wawancara dengan berbagai nara sumber,
kami masih saja ditanya mengenai visi dan misi majalah ini. Kebanyakan
dari mereka masih menyimpan tanda tanya -- bahkan ada yang berdebat
di antara sesama rekan -- apa sebenarnya visi dan misi majalah
e-Indonesia. Pertanyaan tersebut timbul -- menurut mereka -- karena
mereka terkesan dengan hadirnya majalah ini di tengah-tengah keberadaan
begitu banyak majalah di era reformasi sekarang. “Majalah
e-Indonesia jeli meng-ambil porsi yang belum banyak disentuh.
Dan informasi yang disampaikan majalah ini justru yang kami butuhkan
selama ini,“ jelas salah seorang nara sumber kami.
Pembaca,
Soal visi dan misi hadirnya majalah ini sebetulnya sudah disampaikan
Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Majalah e-Indonesia pada saat
acara ulang tahun pertama yang diadakan di Aula Barat ITB 3 -
4 Mei lalu. Jika Anda hadir pada acara tersebut pasti sudah mengetahui
visi dan misi majalah ini. Namun, mengingat masih seringnya hal
itu dipertanyakan, maka pada kesempatan ini kami mencoba menjelaskannya
kembali.
Misi kami menerbitkan majalah ini adalah ingin menjadikan e-Indonesia
sebagai media yang menjadi wadah bagi semua pihak untuk mengembangkan
ICT di tanah air. “Mari kita jadikan media ini milik bersama
sebagai sarana untuk saling berkoordinasi, saling bekerja sama,
untuk memajukan ICT di Indonesia,” kata Pemimpin Umum e-Indonesia
dalam sambutannya pada acara ultah tersebut. Mengapa koordinasi
dianggap penting, karena dengan cara saling berkoordinasi itulah
kita saling mengetahui apa yang masing-masing tengah kita kerjakan,
agar tidak saling tumpang tindih, padahal target yang ingin dicapai
sama.
Sedang yang menjadi visi kami adalah menjadikan ICT sebagai satu
sarana untuk menyatukan negara kesatuan RI dalam suatu sistem.
Oleh sebab itulah moto yang kami pasang di bawah logo e-Indonesia
adalah: “Media ICT: Wahana Merajut Nusantara”. Untuk
mendukung visi tersebut, berbagai liputan dan kegiatan kami arahkan
ke sana. Seperti misalnya, di setiap terbitan kami selalu memuat
rubrik Identity yang membahas mengenai Single Identity Number
(SIN). Kami beranggapan, SIN merupakan embrio dari e-Indonesia
yang sesungguhnya.
Pembaca,
Itulah yang menjadi visi dan misi majalah ini. Di atas segalanya
kami berharap, majalah ini bisa menjadi rujukan bagi perkembangan
penerapan teknologi informasi, baik di perusahaan utamanya di
pemerintahan. Tentu saja untuk menuju ke arah sana bukanlah pekerjaan
mudah. Perlu kerja keras. Selain itu, kami sendiri juga perlu
banyak belajar agar kami bisa menyajikan berita dan juga tulisan-tulisan
yang bermanfaat. Mari kita bergandengan tangan untuk bersama-sama
mewujudkan Indonesia bersatu dalam sistem.
(AZ)