Majalah e-Indonesia - Media ICT Wahana Merajut Nusantara

e-Letter Majalah e-Indonesia Vol. II / No. 15 / Edisi 15 Sept - 14 Okt 2006


Diskusi CIO

 

Pertengahan September kemarin, ada moment ber-sejarah yang patut kita catat. Pada hari itu beberapa orang dari komunitas TI berkumpul di Gedung D Bank Indonesia Pusat. Ada apa? Rupanya hari itu IAC (International Academy of CIO) Indonesia me-ngadakan rapat pertamanya setelah organisasi ter-sebut dibentuk Mei lalu.

“Ini memang rapat IAC yang pertama,” kata Suhono Harso Supangkat, presiden IAC Indonesia. Memang sejak dibentuk bersamaan dengan acara Konferensi Teknologi Informasi di Bandung 3-4 Mei lalu, organi-sasi ini belum mengadakan pertemuan apapun. Da-lam rentan waktu tersebut, sang presiden masih konsolidasi menghimpun nama-nama yang bisa dan mau diajak untuk bergabung. Setelah mendapatkan susunan penasehat, pembina, dan pengurus, barulah diadakan pertemuan.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Ronald Waas, direktur Teknologi Informasi Bank Indonesia selaku tuan rumah; Djoko Agung Harijadi, direktur e-govenment Depkominfo; Bambang Soeprijanto, direktur Pemberdayaan Telematika Depkominfo; Roy Suryo, pengamat TI yang juga dosen UGM; Indra Utoyo mewakili PT Telkom; Jaka Sembiring, dosen ITB; Yusep Rosmansyah, dosen ITB; Triyadi Prayogo, kepala Divisi Sistem Bisnis Teknologi Informasi PT Pertamina; Muhammad Irfan, kepala divisi Teknologi Informasi BRI; Rico Budidarmo, wakil kepala divisi Teknologi Informasi BRI; Benny Ranti, dosen Magister Manajemen dan anggota Komite Tetap Informatika Kadin Indonesia; Alexander Cyrus, pengamat TI yang juga dosen IPMI; San Herib, direktur Bisnis Komunikasi PT POS; dan Nadjib Usman, kepala Bapetikom Pemkot Surabaya.

Beberapa anggota pengurus yang berhalangan hadir sempat menitipkan masukan, antara lain Indar Atmanto, presiden direktur IM2, Brata T. Hardjosubroto, senior vice president Indosat, dan Jazi Eko Istiyanto, dosen Magister Manajemen UGM. Tak ketinggalan Menristek Kusmayanto Kadiman yang bertindak sebagai Penasehat pun ikut memberikan masukan tertulis meski ia tak sempat hadir.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh tawa itu, diakhiri tepat pukul 18.00 dengan kesepakatan untuk bertemu kembali pertengahan Oktober mendatang guna membahas lebih lanjut bagaimana membuat organisasi ini agar dapat menjadi rujukan dalam pengembangan TI di Indonesia, khususnya menyangkut peran dan tanggung jawab CIO-nya.

Pembaca,
Sebagai majalah yang mempunyai perhatian khusus terhadap pengimplementasian TI di Indonesia, e-Indonesia tentu menyambut baik kehadiran organisasi seperti IAC. Oleh sebab itulah, sejak awal dibentuk, kami sudah ikut membantu kegiatan mereka. Selain keterlibatan dalam sosialisasi tentang CIO berupa publikasi di majalah, kami juga ikut membantu dalam mengorganisasi kegiatan seperti pengiriman undangan rapat dan konfirmasi kesediaan menjadi pengurus. Oleh sebab itulah, meski alamat IAC di Bandung, namun untuk kegiatan administrasi di-handle di Jakarta, lewat majalah e-Indonesia. Kami berharap organisasi ini akan banyak manfaatnya bagi kehidupan dan perkembangan Teknologi Informasi di tanah air. (AZ)

 

KEMBALI    l    KE ATAS
Copyright © www.majalaheindonesia.com 2006