Pertengahan
September kemarin, ada moment ber-sejarah yang patut
kita catat. Pada hari itu beberapa orang dari komunitas TI berkumpul
di Gedung D Bank Indonesia Pusat. Ada apa? Rupanya hari itu IAC
(International Academy of CIO) Indonesia me-ngadakan
rapat pertamanya setelah organisasi ter-sebut dibentuk Mei lalu.
“Ini memang rapat IAC yang pertama,” kata Suhono Harso
Supangkat, presiden IAC Indonesia. Memang sejak dibentuk bersamaan
dengan acara Konferensi Teknologi Informasi di Bandung 3-4 Mei
lalu, organi-sasi ini belum mengadakan pertemuan apapun. Da-lam
rentan waktu tersebut, sang presiden masih konsolidasi menghimpun
nama-nama yang bisa dan mau diajak untuk bergabung. Setelah mendapatkan
susunan penasehat, pembina, dan pengurus, barulah diadakan pertemuan.
Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Ronald Waas, direktur
Teknologi Informasi Bank Indonesia selaku tuan rumah; Djoko Agung
Harijadi, direktur e-govenment Depkominfo; Bambang Soeprijanto,
direktur Pemberdayaan Telematika Depkominfo; Roy Suryo, pengamat
TI yang juga dosen UGM; Indra Utoyo mewakili PT Telkom; Jaka Sembiring,
dosen ITB; Yusep Rosmansyah, dosen ITB; Triyadi Prayogo, kepala
Divisi Sistem Bisnis Teknologi Informasi PT Pertamina; Muhammad
Irfan, kepala divisi Teknologi Informasi BRI; Rico Budidarmo,
wakil kepala divisi Teknologi Informasi BRI; Benny Ranti, dosen
Magister Manajemen dan anggota Komite Tetap Informatika Kadin
Indonesia; Alexander Cyrus, pengamat TI yang juga dosen IPMI;
San Herib, direktur Bisnis Komunikasi PT POS; dan Nadjib Usman,
kepala Bapetikom Pemkot Surabaya.
Beberapa anggota pengurus yang berhalangan hadir sempat menitipkan
masukan, antara lain Indar Atmanto, presiden direktur IM2, Brata
T. Hardjosubroto, senior vice president Indosat, dan
Jazi Eko Istiyanto, dosen Magister Manajemen UGM. Tak ketinggalan
Menristek Kusmayanto Kadiman yang bertindak sebagai Penasehat
pun ikut memberikan masukan tertulis meski ia tak sempat hadir.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh tawa itu, diakhiri
tepat pukul 18.00 dengan kesepakatan untuk bertemu kembali pertengahan
Oktober mendatang guna membahas lebih lanjut bagaimana membuat
organisasi ini agar dapat menjadi rujukan dalam pengembangan TI
di Indonesia, khususnya menyangkut peran dan tanggung jawab CIO-nya.
Pembaca,
Sebagai majalah yang mempunyai perhatian khusus terhadap pengimplementasian
TI di Indonesia, e-Indonesia tentu menyambut baik kehadiran organisasi
seperti IAC. Oleh sebab itulah, sejak awal dibentuk, kami sudah
ikut membantu kegiatan mereka. Selain keterlibatan dalam sosialisasi
tentang CIO berupa publikasi di majalah, kami juga ikut membantu
dalam mengorganisasi kegiatan seperti pengiriman undangan rapat
dan konfirmasi kesediaan menjadi pengurus. Oleh sebab itulah,
meski alamat IAC di Bandung, namun untuk kegiatan administrasi
di-handle di Jakarta, lewat majalah e-Indonesia. Kami
berharap organisasi ini akan banyak manfaatnya bagi kehidupan
dan perkembangan Teknologi Informasi di tanah air.
(AZ)