Majalah e-Indonesia - Media ICT Wahana Merajut Nusantara
 

e-Indonesia Initiatives Forum 2007 (eii Forum 2007)
Mengenali Hambatan dan Menemukan Solusi dalam Menjamin Suksesnya Penerapan TIK Nasional
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Konferensi TIK untuk Indonesia kembali digelar. Kali ini Jakarta dipilih sebagai tempat konferensi setelah sebelumnya dua kali diadakan di Bandung. Dihadiri oleh lebih kurang 600 peserta, dan 137 makalah, konferensi menghasilkan deklarasi dan rekomendasi
untuk TIK Indonesia.

Setelah sukses dalam penyelenggaraan konferensi pada tahun-tahun sebelumnya, e-Indonesia Initiatives (eII) kembali menyelenggarakan Konferensi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Indonesia. Bedanya, jika dua kali konferensi sebelumnya di adakan di Bandung, konferensi kali ini diadakan di Jakarta, tepatnya di di Birawa Hall, Bidakara, Jakarta. Perhelatan yang berlangsung 25-26 April 2007 ini mengambil tema “Membangun TIK Lintas Sektoral Secara Integratif dan Sinergis dalam Penerapan Flagship Program TIK DetikNas”.

Seperti dituturkan Suhono Harso Supangkat, Ketua Panitia yang sekaligus sebagai Ketua eII Forum, konferensi ini merupakan forum pertemuan para peneliti, industri, pengembang, otoritas, pemerintah, analis, dan berbagai pihak lain yang terkait dengan TIK untuk mendiskusikan hasil-hasil penelitian, pengembangan maupun usulan yang berkaitan dengan TIK. Sekedar informasi, pada pelenggaraan konferensi yang sama di tahun 2005 dan 2006, forum ini telah menghasilkan beberapa referensi penerapan TIK Nasional berupa Dasa Sila Bandung dan masukan program-program TIK Nasional seperti Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DetikNas) yang akhirnya dibentuk Presiden SBY pada 13 November 2006.

Ketua Umum Panitia eii 2007 Suhono Harso Supangkat (atas kiri), Rektor ITB Djoko Santoso
(atas kanan), Menkominfo Sofyan Djalil (bawah kiri), Dekan STEI ITB (bawah kanan)
memberikan sambutan pada acara Konferensi TIK 2007.

“Konferensi Nasional TIK 2007 dirancang untuk mengenali hambatan dan menemukan solusi dalam menjamin kesuksesan penerapan TIK Nasional. Gagasan ini terkait dengan upaya DetikNas yang telah menyiapkan beberapa program flagship untuk dan akan disosialisasikan melalui kegiatan konferensi ini, antara TIK untuk pendidikan, pengelolaan TIK, TIK untuk pelayanan publik, TIK untuk keuangan, infrastruktur TIK, industri TIK, dan Nomor Identitas Nasional,” papar pria yang juga sebagai redaktur ahli e-Indonesia ini.

Pazkah Suzeta
membawakan makalah Bappenas


Dalam mensosialisasikan beberapa masukan dan penelitan yang terkait dengan upaya DetikNas lewat 7 flagship yang tengah dijalankan tersebut diwujudkan dalam bentuk beberapa diskusi paralel. Jadi para peserta konferensi yang hadir dapat menyimak beberapa presentasi makalah terkait kebutuhannya akan informasi TIK terbaru.

Menkominfo Sofyan Djalil yang menghadiri acara tersebut, dalam jumpa pers mengaku sangat apresiatif dengan inisiatif yang dilakukan Insitut Teknologi Bandung (ITB) yang mau melaksanakan seminar nasional yang dapat memberikan masukan kepada pemerintah terkait dengan program-program TIK yang dijalankan pemerintah.

“Saya telah mengikuti konferensi ini dari tahun-tahun sebelumnya. Saya merasa konferensi ini bertambah besar. Semoga ini akan menjadi benchmark terhadap forum akademis dalam pengembangan TIK di Indonesia. Karena akan banyak hal-hal yang bagus yang akan dipresentasikan di dalam konferensi ini yang dapat meningkatkan awarness kita terhadap TIK,” ujar Sofyan dihadapan pers peliput.

Menristek Kusmayanto Kadiman
membawakan makalah KNRT


Konferensi semula direncanakan akan dibuka langsung oleh Presiden SBY, namun presiden menunjuk Menkominfo Sofyan Djalil untuk mem-buka konferensi tersebut atas nama presiden. Sekadar mengingatkan, konferensi pertama dibuka Presiden SBY melalui video teleconference Istana Presiden Jakarta – ITB Bandung, begitu juga konferensi ke-dua dibuka melalui video teleconference Istana Wapres Jakarta – ITB Bandung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Setelah dibuka oleh Men-kominfo, acara berlanjut dengan diskusi paralel yang digelar di 5 ruang yang berbeda secara bersamaan dengan berbagai pemaparan dan presentasi tema-tema pengelolaan TIK, infrastruktur TIK, TIK untuk pendidikan, industri TIK, TIK untuk pelayanan publik, dan TIK untuk keuangan.

Sementara di ruang utama, Menteri Pendidikan Nasional memaparkan tema “Percepatan Pengembangan Pendidikan Menggunakan TIK”, berlanjut dengan presentasi Budi Sulihanto, Kepala KPDE Sragen (mewakili bupati yang tidak bisa hadir) yang membawakan makalah tentang “Penerapan TIK di Kabupaten Sragen”. Setelah itu Kepala Bappenass Pazkah Suzetta mengambil tema “TIK untuk Sistem Penganggaran Pembangunan Indonesia dalam Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas”, Menteri Dalam Negeri menggelontorkan tema “SIN untuk Percepatan Pembangunan”, Menteri Ristek membahas tema “Kebijakan Riset Menuju Kemandirian TIK Nasional”, Wakil Ketua Dewan Pelaksana DeTIKNas Kemal Stamboel “DeTIKNas dan Perjalanan Menuju Masyarakat Berpengetahuan”, dan diakhiri dengan Diskusi Panel “Pengembangan Industri TIK Indonesia dengan pembicara Dirjen Postel, Dirut PT Telkom, Dirjen Alat Transportasi dan Telematika Deperin, dan Staf Ahli Menristek tentang TIK.

Selain konferensi, pada eII forum 2007 kali ini juga diadakan Pameran Teknologi Informasi dan Komunikasi yang diikuti tak kurang dari 31 stand dari industri, universitas, dan pemegang proses bisnis program flagship nasional. Mereka yang ikut serta dalam pameran ini antara lain: Depdagri, Depdiknas, Kementrian Ristek, Ipteknet, Bakosurtanal, Bappenas, Telkomsel, IM2, dan PT Inti. Acara konferensi dan pameran yang dihadiri peserta tak kurang dari 600 orang dengan 137 makalah ini ditutup dengan menetapkan deklarasi dan rekomendasi TIK untuk Indonesia.

DEKRALASI DAN REKOMENDASI TIK UNTUK INDONESIA
Perbesar
  Perbesar  
Perbesar
Deklarasi Jakarta Untuk
TIK Indonesia
 
Rekomendasi
 
The Jakarta Statements

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Tutup halaman ini