Majalah e-Indonesia - Media ICT Wahana Merajut Nusantara

 
BRTI Gathering: Delivering a Better QoS

Meski awalnya dianggap setengah hati karena ketuanya adalah seorang direktur jenderal di institusi pemerintah, toh saat ini banyak juga pujian yang dilontarkan pada BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia). Di-usianya yang terbilang muda, BRTI telah banyak ber-kiprah dan membantu menjadi regulator dan mediator di sektor telekomunikasi Indonesia.

Pertengahan Mei 2007, BRTI mengadakan gathering yang bertujuan untuk bersilaturahim dengan para pemain/stake holder di dunia telekomunikasi Indonesia. Pada kesempatan ini, kritik, saran, dan masukan disam-paikan kepada BRTI yang menuntut BRTI untuk lebih bekerja keras. Dengan tema Delivering a Better Quality of Services, BRTI yang didukung oleh tujuh orang ini memaparkan apa yang telah dilakukan dan apa yang akan mereka lakukan.

Soal SMS Premium, persaingan usaha, perselisihan antar penyelenggara telekomunikasi, SKKT, dan evaluasi undang-undang merupakan bagian dari apa yang telah dilakukan oleh BRTI. Para undangan yang sebagian besar adalah para praktisi di bidang telekomunikasi dan para operator berharap agar gathering semacam ini bisa cukup sering diadakan agar tercipta harmoni yang lebih baik. Beberapa hal yang cukup mendapatkan sorotan antara lain soal iklan operator yang masih dianggap sering menipu dan tidak jelas, SKKT, USO (Universal Service Obligation), dan kewajiban bagi para operator jaringan tetap untuk mengadakan telepon umum sebanyak 3% dari jaringan terpasang dan lain-lain.

Untuk USO, Basuki Yusuf Iskandar mengatakan telah ada dua Permen untuk USO guna membentuk Balai Layanan Umum (BLU). “Kontrak ini akan bersifat multi years dan kita akan bayar jasanya,” tuturnya. Menanggapi masukan ataupun keluhan yang disampaikan, Ketua BRTI Basuki Yusuf Iskandar mengatakan ‘tell me we do not know yet’, agar semuanya bisa ditangani BRTI dengan lebih baik. Dengan Delivering a Better Quality of Services, lanjut Basuki, diha-rapkan para operator memberikan layanan yang makin prima terhadap para konsumen.
(E. Ari Astuti)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kerjasama Metrodata dengan Emerson

PT Metrodata Electronics, Tbk, melalui anak peru-sahaannya PT Metrodata e-Bisnis (MEB), pada 24 April lalu, bersama Emerson Network Power yang dikenal sebagai pemimpin global penyedia solusi kontuinitas bisnis kritikal, telah menandatangani perjanjian ker-jasama (MoU) distribusi yang bertujuan untuk mem-perluas kesempatan bisnis dalam pengembangan infra-struktur teknologi informasi (TI) skala usaha kecil menengah dan enterprise di Indonesia.

Mengenai kerja sama tersebut, Lesan Limanardja, president director PT Metrodata Electronic, Tbk. menga-takan, pihaknya ingin memahami komitmen dan keinginan Emerson pada mitra-mitranya dan yakin bahwa kerja sama ini akan bermanfaat bagi kedua belah pihak. “Penunjukan kami sebagai Tier-1 Distribution Emerson Network Power menambahkan dimensi baru ke jajaran solusi yang kami tawarkan saat ini. Karena itu, kerja sama ini sangat penting seiring upaya kami untuk terus meningkatkan perjualan kami dengan mengkonsentrasikan penjualan produk-produk enterprise bermarjin besar dengan outlook perekonomian yang semakin kuat dan semakin tingginya belanja TIK di In-donesia,” ujar Lesan.
(Chandra Wirawan)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mastel Gelar ICT 2007

Industri tekonologi informasi dan komunikasi Indonesia semakin menggeliat. Pemerintah pun sangat mendukung berbagai kegiatan yang mendorong pecepatan pertum-buhan sektor ini. Berbagai kegiatan yang berhubungan dengan TIK pun semakin banyak dilakukan. Salah-satu-nya ICT 2007.

ICT 2007 merupakan gelaran akbar yang diselenggara-kan oleh Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (Mastel) untuk membahas berbagai isu konvergensi industri telekomunikasi dan penyiaran Indonesia. Untuk pame-ran, acara ini diikuti oleh sekitar 200 perusahaan dari berbagai negara untuk memperagakan beragam teknologi terkini di bidang komunikasi, informatika, dan penyiaran.

Acara yang berlangsung 3-5 Mei 2007 ini dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Sofyan A. Djalil. Menkominfo mengatakan penyelenggaraan ICT 2007 ini merupakan kegiatan untuk sharing pengalaman dan visi berbagai pihak, baik pemerintah, para pemimpin industri (stakeholder) maupun organisasi terkait yang bergerak di bidang komunikasi dan teknologi informasi. Dikatakannya, terkait dengan perkembangan ICT di Indonesia, saat ini sejumlah masalah masih menjadi penghalang yang harus segera diatasi. Di antaranya adalah yang terkait dengan kesenjangan digital yang menyangkut dua hal, yakni akses atau infrastruktur informasi dan pe-manfaatan dari ICT.

Masalah akses atau infrastruktur informasi, bisa jadi merupakan peluang besar bagi pasar TIK Indonesia. Indonesia saat ini membutuhkan banyak produk dan services di bidang TIK. “Prospek ini tentunya adalah peluang investasi bagi para kalangan pengusaha yang bergerak di bidang TIK,” katanya. Pemerintah, kata Menkominfo, tentu sangat mengharapkan perusahaan swasta dapat berinvestasi di bidang ICT di Indonesia sehingga dapat memajukan perkembangan ICT di tanah air.
(E. Ari Astuti)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pe-PP Luncurkan Buku Panduan untuk Fasilitator Telecenter

Kini para pengelola telecenter di daerah tak perlu khawatir lagi menghadapi berbagai pertanyaan dan permasalahan seputar apa yang mereka kerjakan, karena sekarang sudah terbit buku panduan untuk mereka. Buku tersebut memberi gambaran mengenai bagaimana kegiatan masyarakat dapat dioptimalkan dengan mendayagunakan telecenter. Sehingga masya-rakat dampingan memiliki kapasitas dalam meman-faatkan layanan telecenter untuk menjawab berbagai permasalahan yang mereka hadapi. “Buku panduan ini disusun berdasarkan pembelajaran yang diperoleh Pe-PP dari telecenter pilot project di delapan lokasi. Melalui buku ini, diharapkan para pengelola telecenter dari berbagai kalangan yang berminat mereplikasi telecenter mempunyai acuan yang benar dalam melaksanakan kegiatan infomobilisasi,” ujar David Jackson, UNDP Advisor.

Seperti diketahui sejak 2005, Bappenas dengan dana hibah UNDP telah melaksanakan program Pe-PP (Partnership for e-Prosperity for the Poor). Selama hampir tiga tahun tersebut, Pe-PP telah menfasilitasi berdirinya de-lapan telecenter yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Fakfak, Irian Jaya Barat. Buku yang diterbitkan ini merupakan pengalaman atas permasalahan yang dihadapi dalam mengelola kedelapan telecenter tersebut.

Menurut Zulfikar Mochamad Rachman selaku National Project Manager Pe-PP, UNDP-Bappenas, panduan ini terdiri dari empat rangkaian buku yang saling terkait namun dapat dibaca secara terpisah, antara lain Memberdayakan Masyarakat dengan Mendayagunakan Telecenter yang kini telah diluncurkan dan tiga buku lainnya sedang dalam tahap penyelesaian antara lain Mengelola Program Infomobilisasi, Mengembangkan Media Komunikasi Berbasis Masyarakat, dan Teknik Fasilitasi Partisipatif Pendampingan Masyarakat.
(E. Ari Astuti)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ristek Gelar Award
Bagi Masyarakat Peneliti


Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) XII Tahun 2007, bersama PT Medco Energi dan PT Telkom, Kementerian Nega-ra Riset dan Teknologi akan menggelar sebuah award yang akan dipersembahkan bagi perorangan atau kelompok masya-rakat yang menghasilkan karya bermanfaat bagi pem-bangunan bangsa.

Bernama Ristek-Medco Award, penghargaan ini dikhu-suskan untuk memotivasi masyarakat khususnya peneliti agar melahirkan suatu inovasi yang dapat menghemat energi. Sementara pada Ristek-Telkom Award, lebih dikhususkan kepada penemuan bidang pemanfaatan tek-nologi informasi (TI) yang berbasiskan open source.

Menristek Kusmayanto Kadiman mengatakan, setiap inovasi yang diciptakan merupakan driver untuk pertumbuhan ekonomi, tidak sekadar pencapaian terobosan tertentu. “Ini bisa juga menjadi up-ya dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik dan dapat memecahkan berbagai permasalahan kehidupan dan kemanusiaan. Untuk itu diperlukan perhatian bagaimana memperkuat inovasi ini agar tersebar kepada masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, untuk pemberian award, akan diselenggarakan tepat pada Harteknas 10 Agustus 2007, dengan total hadiah yang disediakan masing-masing pihak penyelenggara sebesar 50 juta rupiah untuk pemenang pertama, 30 juta rupiah untuk pemenang kedua, dan 20 juta rupiah untuk pemenang ketiga.

Bagi masyarakat atau peneliti yang ingin ikut serta dalam ajang ini, batas akhir penerimaan ma-kalah pada 25 Juni 2007 dan akan dilakukan berbagai tahap penilaian, sehingga pengumuman pemenang dapat diselenggarkan pada 25 Juli 2007 yang akan termuat di website www. ristek. go.id, www.medco-energi.com, www.telkom.co.id. (Chandra Wirawan)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

SUN Campus Ambassador Indonesia

Setelah mencangkup 300 mahasiswa di seluruh dunia yang menjadi duta dalam mengembangkan platform Sun, seperti OpenSolaris dan Java, sebagai platform pilihan di kalangan pengembang akademisi muda, akhirnya khusus di Indonesia, Sun Microsystem memilih Kartika Anindya Putri, mahasiswi jurusan Ilmu Komputer, Universitas Indonesia, sebagai Sun Campus Amba-ssador Indonesia 2007.

Begitu terpilih, Kartika akan didapuk tugas mensosiali-sasikan platform teknologi Sun kepada sesama rekan mahasiswa, pengajar, dan peneliti di perguruan tinggi, bekerja sama dengan tim Pendidikan dan Riset Global Sun Microsystem dan beberapa program Sun Education Global.

Menurut Harry Kaligis, general manager Business Development & Marketing PT Sun Microsystems Indonesia, Sun Campus Ambassador merupakan komponen utama Sun Academic Initiative (SAI) yang dirancang untuk mengembangkan penggunaan teknologi Sun serta meningkatkan teknologi tersebut di kalangan pengembang muda, khususnya para mahasiswa.“Kami berkomitmen untuk memberdayagunakan para pengembang di kalangan akademisi melalui filosofi saling berbagi, berkolaborasi, dan inovasi terbuka yang sejalan dengan The Participation Age (era semua pihak dapat berpartisipasi-Red) yang dikampanyekan Sun selama ini. Dengan begitu, memungkinkan para generasi muda untuk berkompetisi di dunia global dalam menciptakan inovasi baru yang dapat dinikmati oleh semua orang,” ujar Harry. (Chandra Wirawan)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


APCONEX 2007

Perhimpunan Bank Umum Nasional (PERBANAS) kembali menggelar Asia Pacific Confe-rence and Exhibition (APCONEX 2007) on Banking Excellence. Perhelatan akbar tahunan Perbanas ini merupakan yang ketiga kalinya. Bedanya, Apconex 2007 ini tidak melulu membahas tentang Banking Technology seperti dua tahun sebelumnya. Sebagai gambaran, pada 2005 dan 2006, Apconex sukses memperkenalkan Arsitektur Teknologi Perbankan Indonesia. Tahun ini, Perbanas berupaya mengoptimalkan peran intermediasi perbankan Indonesia dengan mengusung empat materi utama antara lain Teknologi Perbankan, Perbankan Syariah, Sumber Daya Manusia, dan Micro-finance Management.

Menurut Sigit Pramono yang merupakan Ketua Perbanas sekaligus Predir BNI, peran intermediasi perbankan perlu dioptimalkan antara lain dengan memberikan perhatian kepada segmen yang kurang mendapat perhatian seperti bisnis mikro. ‘‘Peluang yang sangat menjanjikan pada industri mikro ini harus segera ditangkap oleh para pelaku perbankan agar sektor perbankan dapat terlibat dan memiliki peranan yang signifikan dalam peningkatan iklim investasi di negara kita,’’ papar Sigit Pramono. Untuk mendukung sektor mikro, diluncurkanlah Microfinance Academy dengan harapan dapat menghasilkan tenaga-tenaga siap pakai di bidang perbankan mikro.

Pada acara yang diselenggarakan di Jakarta Covention Center pada 9-11 Mei 2007 ini juga di-persembahkan BPR Award kepada 5 BPR terbaik dari seluruh Indonesia. Selain itu juga dilaksa-nakan pelantikan pengurus baru kompartemen perbankan syariah Perbanas. Menurut R. Eko Indrajit, ajang Apconex harus ada setiap tahun karena ini merupakan milestone perbankan nasional.
(E. Ari Astuti)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

70 Tahun IBM Indonesia

Tak dinyana IBM Indonesia ternyata sudah 70 tahun menancapkan bsinisnya di Indonesia. Dalam merayakan ulang tahunnya yang ke-70 tahun itu, IBM menye-lenggarakan serangkaian acara. Perayaan diawali de-ngan diselenggarakannya IBM Forum 2007 di Ballroom Intercontinental Midplaza pada 22 Mei 2007 dilanjutkan dengan anniversary dinner pada malam harinya. Hadir pada acara anniversary dinner tersebut, rekanan, teman, dan partner IBM baik dari kalangan pengusaha, pemerintahan, maupun media. Tak ketinggalan hadir juga dua mantan petinggi IBM sebelum CEO yang sekarang. Keesokan harinya, IBM mengadakan CIO Forum 2007 dan Government Forum.

Tema yang diusung IBM dalam ulang tahunnya kali ini adalah tentang inovasi. “Sebuah kesuksesan yang panjang membutuhkan proses inovasi yang konsisten,” ujar Betti Alisjahbana, presiden direktur PT IBM Indonesia. Inovasi merupakan hal yang ditekankan oleh manajemen IBM. Terlihat pada semua agenda, salah-satunya CIO Forum, Driving Business Innovation menjadi temanya.

Acara yang selalu dibuka oleh Predir IBM Indonesia ini menghadirkan pakar-pakar di IBM baik dari IBM Indonesia, ASEAN, Asia Pasifik, maupun Asia Selatan. Sebut saja Business Development Executive IBM Indonesia Tico Kamayana, Software Group SOA Sales Leader IBM ASEAN/SA Charlton Lee, Advanced Technical Support Manager IBM ASEAN/SA Freddy Lee, Business Intelligence Leader Software Services IBM ASEAN/SA Vincent Leat, VP Governmental Programs IBM Asia Pacific Stephen W. Braim. Sementara Wakil Ketua Pelaksana Harian Detiknas, Kemal A. Stamboel, ikut menjadi pembicara dalam Government Forum.

Rentang waktu 70 tahun dari 1937, sebagai salah-satu pemain besar di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), IBM juga memandang bahwa pertumbuhan bisnis adalah suatu prioritas. Oleh sebab itu, Tico Kamayana selaku Business Development Executive IBM Indonesia memaparkan hal-hal yang berkaitan untuk menggenjot pertumbuhan bisnis perusahaan. Di sinilah diperlukan peran maksimal CIO. Tico juga menjelaskan bahwa untuk pertumbuhan suatu bisnis dibutuhkan banyak inovasi. “Makanya, untuk menumbuhkan berbagai inovasi harus ada budaya perusahaan untuk reward inovasi,” paparnya. Reward diperlukan untuk memacu kinerja SDM untuk berkarya lebih baik.

Selain inovasi, hal yang disampaikan dalam acara-acara tersebut antara lain soal inovasi dan prakteknya di pemerintahan, kebijakan Detiknas, bagaimana memberikan nilai bisnis suatu informasi, bagaimana cara memperlakukan customer, bagaimana mengatur supply chain, infrastruktur, SOA (Services Oriented Architecture), dan soal Virtualisasi Infrastruktur TI. Selamat ulang tahun IBM Indonesia.
(E. Ari Astuti)


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Palapa Ring Siap Dibangun

Salah-satu flagship dalam Dewan TIK Nasional tampak-nya akan segera terealisasi. Akhir Mei lalu, Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar di hadapan Menkominfo Muham-mad Nuh menandatangani nota kesepahaman dengan suatu konsorsium yang terdiri dari 7 perusahaan. Nota Kesepahaman itu mengamanatkan kepada ketujuh peru-sahaan itu untuk membangunan jaringan serat optik Palapa Ring tahap I di Kawasan Indonesia Bagian Timur. Ketujuh perusahaan tersebut adalah PT Bakrie Telecom, PT Excelcomindo Pratama (XL), PT Indosat, PT Infokom Elektrindo (penyedia jaringan Mobile-8), PT Macca System Infocom, PT Powertek Utama Internusa, dan PT Telkom.

Dalam pelaksanaan pemba-ngunan jaringan serat optic tersebut, konsorsium berharap bisa membangun Palapa Ring Tahap I tanpa melalui proses tender. “Di konsorsium ini, sudah semua ope-rator bergabung. Operator ini juga kan yang nantinya akan menggunakan jaringan. Sehingga pada prinsipnya konsorsium tinggal membayar dan tidak perlu ditenderkan,” ujar direktur utama Telkom Rinaldi Firmansyah seusai penandatanganan. Sementara itu Dirjen Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar mengaku belum bisa menentukan apakah proyek itu perlu ditenderkan atau tidak. “Kita lihat perkembangannya dahulu. Saya pribadi melihat untuk Kawasan Timur tidak perlu ditenderkan. Kalau ditenderkan akan dipilih satu pemenang dan bisa jadi monopoli,” ujarnya.

Sekadar mengingatkan, untuk mendukung pemerataan pembangunan dan pengembangan potensi wilayah, pemerintah bermaksud untuk memperluas dan meningkatkan ketersediaan infrastruktur telekomunikasi khususnya untuk wilayah Indonesia Timur. Guna mencapai tujuan tersebut, peme-rintah bermaksud mengundang partisipasi sektor swasta untuk membangun, mengoperasikan, dan melaksanakan pemeliharaan jaringan serat optik pita lebar (broadband optical fiber network) berke-cepatan tinggi dan berkapasitas besar dengan skala nasional. Untuk tahap awal, jaringan serat optik pita lebar yang akan dibangun meliputi kepulauan Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua yang dikenal sebagai “Jaringan Serat Optik Nasional Palapa Ring Tahap I: Indonesia Timur”, untuk selanjutnya disebut “Proyek Palapa Ring”.

Dalam pembangunan Pala Ring yang nota kesepahamannya ditandatangani itu, total investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 3 triliun untuk 10.000 kilometer serat optik bawah laut dengan kapasitas 20 Gbps. Rincian alokasinya adalah, Bakrie 10 persen, XL 10 persen, Indosat 10 persen (12 STM1), Infokom Elektrindo Rp 150 miliar (sekitar 5 persen), Macca 10 persen, Powertek 10 persen, dan sisanya oleh Telkom sekitar 45 persen.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 


KEMBALI
  l  HAL BERIKUTNYA  l  KE ATAS

 

Copyright © www.majalaheindonesia.com 2007