Majalah e-Indonesia - Media ICT Wahana Merajut Nusantara

 
Perubahan Domain Situs WEB Kota Denpasar

I Ketut Natha Wibawa

Merujuk pada Peraturan Menkominfo tentang penggunaan nama domain, Pemerintah Kota Denpasar mengumumkan mengubah nama domainnya dari semula www.denpasar.go.id menjadi www. denpasarkota.go.id. I Ketut Natha Wibawa, kepala Kantor Pengolahan Data Elektronik dan Komunikasi (KPDE) Kota Denpasar mengungkapkan hal itu di kantornya minggu pertama Mei lalu.

Menurut Natha, sehubungan dengan adanya perubahan nama domain ter-sebut, maka otomatis nama Sub Domain untuk masing-masing instansi Pemerintah Kota Denpasar juga ikut berubah, sehingga bagi operator di masing-masing instansi yang akan memaintenance sub domainnya juga berubah URL nya dengan user dan password yang sama.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Sosialisasi e-Government di Tomohon

Jefferson S.M. Rumajar

Pemkot Tomohon tampaknya sadar betul akan penting-nya Teknologi Informasi dalam mendukung kinerja mereka. Untuk itulah, awal Mei lalu Pemerintah Kota mulai mensosialisasikan kebijakan dan strategi pengem-bangan e-goverment yang merupakan kebutuhan stra-tegis menuju sistem pemerintahan yang transparan, de-mokratis, serta bersih.

Walikota Tomohon Jefferson S.M. Rumajar, yang mem-buka acara sosialisasi tersebut mengatakan bahwa tujuan pengembangan tata pemerintahan berbasis e-government adalah untuk membentuk jaringan informasi antara pihak pemerintah dan masyarakat serta dunia usaha. Dengan adanya e-government yang baik, Walikota kelahiran Tomohon 20 Januari 1966 ini berharap penyelenggaraan pemerintahannya dapat berjalan transparan, demokratis, serta bersih, dan jauh dari korupsi.

Dalam sosialisasi itu hadir pula Sekkot Tomohon J.P. Mambu, yang membawakan makalah berjudul “Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia”. Sementara Assisten III Charles Kalesaran, juga berkenan menyampaikan materi dengan judul “Panduan Manajemen Sistem Dokumen Elektronik”, dan Audy Kenap, Dosen FT Universitas De la Salle membawakan materi “Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik”. Sosialisasi e-government yang difasilitasi Bagian Pengolahan Data Elektronik (PDE) ini diikuti lebih kurang 150 peserta dari berbagai instansi serta kelurahan dan desa di Kota Tomohon.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pembinaan Sistem Informasi dan Jaringan Departemen Agama

Ada angin segar berlabuh di Departemen Agama. Saat ini, di departemen yang dinahkodai Muhammad Maftuh Basyuni itu, sedang giat melakukan pembinaan sistem informasi dan jaringan. Apa yang dilakukan di Batam minggu pertama Mei lalu setidaknya menggambarkan hal tersebut. Kegiatan Pembinaan Sistem Informasi dan Jaringan Departemen Agama itu, dibuka oleh Sekretaris Jenderal Departemen Agama yang diwakili oleh Kakanwil Departemen Agama Provinsi Kepulauan Riau dan didampingi Kepala Pusat Informasi Keagamaan dan Kehumasan H. Masyhuri AM ber-langsung di Pusat Informasi Haji Batam. Dalam sambutan tertulis-nya, Sekjen Departemen Agama menyampaikan bahwa dalam era kemajuan perkembangan ICT saat ini perlu dilakukan Integrasi Sistem Informasi Keagamaan Departemen Agama.

Sekarang ini Departemen Agama sedang merencanakan penyu-sunan master plan pengembangan jaringan informasi. Untuk itu diperlukan peningkatan kualitas SDM di bidang ICT di jajaran Departemen Agama, baik pusat maupun daerah. Selanjutnya Sekjen menyampaikan kondisi ideal yang diharapkan dalam pengembangan Sistem Informasi Departemen Agama adalah (1) Integrasi sistem, mencakup seluruh infrastruktur sistem informasi; (2) Standardisasi data, mencakup in-tegrasi struktur data yang menjadi miliki masing-masing unit; (3) Pemanfaatan ICT; (4) Akse-sibilitas, dapat diakses seluruh masyarakat; (5) Legitimasi dan dukungan stakeholder.

Menurut Sekjen, pada akhirnya keberhasilan integrasi sangat bergantung pada dukungan yang kuat dari unit kerja pengelola sistem informasi. Kegiatan tersebut diikuti tak kurang dari 60 orang yang berasal dari Kanwil Departemen Agama Provinsi se-Indonesia, IAIN, UIN, dan Kantor Pusat Departemen Agama.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sinjai Luncurkan Panduan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Andi Rudiyanto Asapa, Bupati Sinjai

Bupati Sinjai, Andi Rudiyanto Asapa pertengahan Mei lalu Meluncurkan Panduan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang ditetapkan berdasarkan Per-mendagri Nomor 24 Tahun 2006. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Mansyur A Yacub dan Wakil Ketua DPRD Sinjai, H A Razak Alty.

Menurut Mansyur A. Yacub, Panduan Pelayanan Terpadu Satu Pintu tersebut diluncurkan dalam rangka perbaikan iklim usaha dan iklim investasi di berbagai daerah di Indonesia. “Panduan tersebut juga untuk menyikapi dan menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2006 tentang paket kebi-jakan perbaikan iklim investasi yang dijabarkan dalam sebuah program dan tindakan lebih kongkrit sebagai terobosan untuk percepatan investasi,” tambah Mansyur. Diharapkan, dengan adanya Pelayanan Satu Pintu tersebut birokrasi pelayanan perizinan untuk aktivitas investasi jadi lebih sederhana.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Warmasif untuk Masyarakat Sumut


Sri Setyo Kusumawati
Direktur e-Business Depkominfo


Sekarang masyarakat Sumatera Utara sudah dapat memanfaatkan Warung Masyarakat Informasi (Warmasif) yang merupakan kerja sama antara Depkominfo, kantor pos, dan Pemda setempat. Kerja sama ketiga lembaga itu awal Maret lalu ditandatangani antara Direktur e-Business Depkominfo Sri Setyo Kusumawati dan Sekda Provinsi Sumatera Utara H. Muhyan Tambuse, serta Kakanwil I NAD-Sumut atas nama Kantor Pos Indonesia di kantor Gubernur Sumatera Utara, awal Maret lalu.

Adanya Warmasif diharapkan dapat bermanfaat untuk pengembangan baik di bidang bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM), pendidikan, kesehatan maupun perpustakaan digital. Layanan ini sebagai upaya pemerintah untuk mempermudah akses informasi kepada seluruh komponen masyarakat secara gratis. “Warung informasi ini diharapkan memperkuat infrastruktur informasi nasional untuk memperlancar pertukaran informasi dengan memanfaatkan internet,” ujar Sekda Provinsi Sumatera Utara H. Muhyan Tambuse.

Menurut Sekda yang mewakili Gubernur Sumatera Utara, MoU yang dilakukan tersebut mempunyai tujuan untuk mempercepat tercapainya masyarakat informasi, mempercepat dan menunjang pertumbuhan dan perkembangan hasil-hasil pertanian, kelautan dan usaha perdagangan komoditas unggulan yang terdapat di kabupaten/kota.

Untuk itu, lanjutnya Warmasif yang ada di Kantor Pos Medan, diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat pelajar, UKM dan akademisi untuk menambah ilmu pengetahuan, mempromosikan pro-duk secara global, menjual produk ke seluruh dunia melalui internet, melakukan transaksi antar kabupaten dan kota, antar provinsi bahkan antar Negara, sarana untuk mendapat informasi yang dibutuhkan oleh UKM, serta mendapatkan informasi di bidang ilmu pengetahuan, kesehatan dan lainnya.

Kepala Badan Infokom Provinsi Sumatera Utara H. Eddy Syofian dalam laporannya menjelaskan, program Warmasif ini diharapkan dapat mendorong percepatan pencapaian masyarakat informasi Indonesia yang diharapkan dapat terwujud secara nasional tahun 2015. Untuk tahun 2007 ini, ada tiga daerah yang mendapat program ini yakni Kabupaten Samosir, Karo, dan Serdang Bedagai. “Untuk keberhasilan program ini didukung teknologi informasi dengan aplikasi berbasis web, di mana untuk pengadaan hardware dan software pendukung dilakukan oleh Depkominfo, sedangkan Kanwil Pos I NAD-Sumut berkewajiban melakukan pencarian dan pengisian data serta penyediaan tempat. Sementara Provinsi Sumatera Utara berkewajiban mensosialisasikan program ini,” jelas Eddy.

Sementara itu, Direktur e-Bu-siness Depkominfo Sri Setyo Kusumawati, menjelaskan, pada akhir tahun anggaran 2006 ada 10 Warmasif yang sudah disetujui untuk dibangun di 10 daerah, yakni di Medan, Tanggamus, Pekalongan, Singkawang, Palangkaraya, Makasar, Manado, Kupang, Ambon, dan Jayapura. Apa yang disepakati di Medan ini merupakan satu dari sepuluh Warmasif yag direncanakan dibangun Depkominfo.

Dari ke-10 kota secara rinci anggarannya sebesar Rp150 juta untuk aplikasi kesehatan, Rp200 juta buat aplikasi pendidikan, Rp174 untuk aplikasi e-UKM, dan Rp319.500 juta buat pengadaan barang. Selain itu, direktorat juga menganggarkan untuk melakukan kunjungan dan kerja sama dengan pemerintah sebesar Rp600 juta. “Anggarannya memang sangat minim sekali,” ungkap Sri Setyo ke-pada e-Indonesia.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

100 Ribu Pelajar di Kota Palembang Kenal Internet

Seratus ribu pelajar di Kota Palembang saat ini bisa berlapang dada, karena sebentar lagi mereka akan mendapatkan fasilitas internet yang merupakan hasil kerja sama antara PT Telkom dengan Pemda Kotamadia Palembang. Kesepakatan (MoU) itu awal Mei lalu ditandatangani antara Walikota Palembang, Eddy San-tana Putra, dengan General Manager Kandatel Sum-bagsel, Muchlis, di SMAN 17 Palembang.

Walikota berharap penyediaan fasilitas berbasis Tek-nologi Informasi itu akan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas proses belajar mengajar di sekolah. Hadir dalam penandatanganan kesepakatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Aidin.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Pemkab Gorontalo
Gelar Bintek Komputer Berbasis Internet


Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi di bidang pemerintahan, selain bermanfaat bagi terciptanya pengelolaan sistem administrasi maupun manajemen pemerintahan yang baik, juga dapat mempermudah pelayanan informasi kepada masyarakat,” demikian dikatakan Bupati Gorontalo yang diwakili Asisten II Abd. Radjak Adam, awal Mei lalu. Pernyataan bupati tersebut disampaikan dalam acara yang digelar di SMK Negeri I Limboto, bertajuk “Bimbingan Teknik Komputer Berbasis Internet bagi Aparatur di Lingkungan Pemerintah Kabu-paten Gorontalo Tahun 2007”, awal Mei lalu.

“Bimbingan teknik ini sangat bermanfaat dan memiliki arti penting dalam rangka peningkatan sumber daya aparatur yang handal yang memiliki kemampuan sesuai bidang tugasnya serta mampu dan cakap dalam menyelesaikan setiap tugas sesuai rencana,” tambah bupati. Untuk diketahui acara tersebut digelar oleh Infokom dan Pengolahan Data Kabupaten Gorontalo.

Truitje L.K. Regoh, yang bertindak sebagai panitia, mengatakan bahwa tujuan yang ingin dicapai melalui Bintek ini adalah menghasilkan aparatur pemerintahan yang mampu menguasai teknologi informasi dan komunikasi serta dapat memberikan inovasi dalam mengadopsi setiap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sesuatu tuntutan kebutuhan dalam menunjang pelaksaan tugas-tugas yang diemban secara lebih produktif, efektif dan efisien. Bintek kali ini diikuti 50 peserta yang merupakan perwakilan dari dinas, badan, kantor, bagian-bagian di Setda Kabupaten Gorontalo serta kecamatan se Kabupaten Gorontalo dengan bimbingan pemateri/nara-sumber yang berasal dari unsur Dosen UNG dan SMK Negeri I Limboto.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Aceh Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh terus bergulir. Awal Mei lalu, Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar dan Ececutive GM Tel-kom Divisi Regional Sumatera Mu-hammad Awaluddin, menandatangani kerja sama untuk mening-katkan kualitas pendidikan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) melalui program Education for Tomorrow. Program ini mencanangkan satu juta pelajar yang ada di Sumatera dapat melek internet, sehingga proses belajar dan mengajar di sekolah-sekolah dapat ditingkatkan kualitasnya.

“Dengan program ini, saya kira, akan banyak siswa di Aceh yang akan melek internet. Siswa yang mengerti dan memahami internet tentu akan mampu menyerap ilmu lebih banyak dari siswa lainnya, dan tentunya sudah memiliki modal awal untuk menjadi siswa yang lebih unggul,” kata Muhammad Nazar.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Muhammad Awaluddin mengatakan, insiatif yang diambil Telkom dalam kerja sama tersebut adalah dalam upaya Telkom membantu mengatasi masalah mendasar yang dihadapi bangsa ini, yaitu kemiskinan dan kebodohan. “Diharapkan lewat program yang kami lakukan tersebut dapat terbentuk komunitas masyarakat yang berbasis pengetahuan,” jelas Awal.

Pada acara tersebut, Telkom Divisi Regional Sumatera melalui dana Community Development Center (CDC) menyerahkan bantuan masing-masing 2 perangkat komputer untuk 6 sekolah di Banda Aceh, yaitu SMP Negeri 7, SMP Negeri 1, SMA Negeri 7, SMA Negeri 10, Madrasah Diniyah Negeri 110, dan SMP Negeri 19. Telkom juga menyerahkan website sekolah untuk SMP Negeri 19.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pelatihan e-Government untuk Pemda Sumatera Barat

Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di pemerintahan yang semakin luas menuntut aparatur pemerintah untul memahami sekaligus bisa mengope-rasikan TI. Untuk itu, Badan Litbang dan SDM Dep-kominfo bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar pelatihan pengenalan TIK kepada aparatur pemerintah daerah di Padang, 7 hingga 12 Mei 2007.

Acara bertajuk “Pelatihan Dasar TIK dan e-Government Bagi Aparatur Pemerintahan Daerah” itu diikuti 60 peser-ta dari utusan Pemprov Sumbar dan 19 kabupaten/kota di seluruh Sumbar. Pada sesi pertama yang berlangsung selama tiga hari, peserta dilatih untuk mengenal perangkat komputer dan jaringan, mengoperasikan internet, membuat email dan mailing list. Sesi II, peserta diberi gambaran seputar e-government mulai dari ketersediaan infrastruktur, membuat website, hingga bagaimana mengimplementasikannya untuk mewujudkan good gover-nance. Tampil sebagai pembicara antara lain Deputi Politik Sekretariat Wapres, Djohermansyah Djohan, dan Ketua APJII Sylvia W. Sumarlin.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penanda-tanganan MOU antara Balitbang dan SDM Depkominfo dengan Pemprov Sumbar untuk mengelar diklat bagi aparatur Pemda. “Kami memilih Pemprov Sumbar karena memiliki Diklat yang didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai dan bisa menampung hingga 200 orang,” terang Aizirman Djusan, kepala Balitbang dan SDM Depkominfo. Keberadaan fasilitas yang memadai, menurut Aizirman sangat penting mengingat begitu banyak SDM di pemerintah daerah yang harus dilatih. Pasalnya, setiap dinas di Pemda tingkat II, harus memiliki setidaknya 4 orang yang bisa mengoperasikan TI. “Kalau setiap Pemda tingkat II ada 10 dinas saja, maka setidaknya 40 orang harus dilatih. Belum lagi di tingkat provinsi. Jumlahnya bisa mencapai ribuan,” paparnya.

Rencananya, Diklat Pemprov Sumbar akan dijadikan pusat pelatihan seluruh aparat di Kepulauan Sumatera. Kegiatan pelatihan ini akan dilakukan secara bertahap dan rutin. Adapun biaya, masing-masing Pemda tingkat II maupun provinsi menganggarkannya dari APBD. “Sebagai langkah awal, Depkominfo men-trigger. Selanjutnya mereka bisa running sendiri.” Seusai melakukan pelatihan, akan dilakukan uji kompetensi sehingga peserta bisa mendapatkan sertifikasi sesuai bidang keahliannya. “Apa saja yang akan disertifikasi, kami akan bahas lebih lanjut tergantung bidang apa saja yang akan dilatih kepada peserta,” jelas Aizirman lebih lanjut. Sejauh ini Depkominfo sudah bisa melakukan uji kompetensi pada lima bidang mencakup programer komputer, operator komputer, administrasi jaringan komputer, komputer technical support, serta multimedia hasil kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Produksi Telematika dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Depnaker.

Sementara itu, Sekda Pemprov Sumbar Yohanes Dahlan menyam-but baik adanya pelatihan tersebut. “TI sudah menjadi kebutuhan kalau kita tidak mau tertinggal. Dengan pelatihan ini makin banyak aparat yang mengerti dan bisa mengoperasikan TI,” tandasnya. Meski demikian, disadari Yohanes, tak mudah mengubah budaya kerja aparat dari cara kerja manual menjadi berbasis elektronik. “Makanya pelatihan harus dilakukan secara terus-menerus,” ujarnya. Setelah Padang, agenda berikutnya, Depkominfo akan menggelar acara serupa di Makassar, Banjarmasin, dan Semarang. “Kami sedang mempersiapkannya,” terang Yusmani, kepala Pusat Pengembangan Literasi Kominfo Badan Litbang dan SDM Depkominfo. Ditambahkan Yusmani, kegiatan yang rutin dan digelar di berbagai wilayah membuat IT Literacy aparatur Pemerintah secara bertahap akan meningkat.
(FR)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

DONYANET Perintis Layanan Internet di Aceh

Di tengah-tengah usaha provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) untuk bangkit setelah diterpa tsunami beberapa tahun lalu, ternyata ada putra Aceh yang ikut berusaha memberi sumbangsih da-lam membangun daerah itu lewat penyediaan akses informasi. Tidak semua orang jeli memang melihat manfaat yang akan didapat jika akses informasi terbuka lebar. Tapi bagi Meurah Hasan, komisaris utama Donya.net, akses informasi itu penting, karena dapat membuka pintu yang lebih lebar untuk menuju ke kehidupan yang lebih baik.

Meurah Hasan
Komisaris Utama Donya.net.


Dengan kantor pusat di Banda Aceh, Donya.net memulai usahanya dengan pembukaan warung internet dan layanan berbasis ICT (Information & Communication Technology) guna memenuhi keinginan masyarakat dan pihak-pihak lainnya dalam pemenuhan kebutuhan akses internet melalui jaringan wireless 2,4 GHz di Banda Aceh. Kemudian, pasca penandatanganan MoU antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Donya.net melebarkan sayapnya ke Aceh Barat Daya dengan memberikan layanan internet bagi Aceh Monitoring Mission (AMM) Aceh Barat Daya termasuk di Aceh Selatan. Donya.net sebetulnya sudah mulai berkiprah pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa dan tsunami di Aceh pada 2006, dengan menyediakan layanan internet bagi sejumlah Satuan Kerja Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias, NGO, LSM, dan dunia pendidikan di Aceh.

Sekarang, seiring dengan kondusifnya situasi di NAD, mereka yang membesarkan Donya.net bersepakat untuk mendirikan sebuah ISP (Internet Service Provider) ber-lisensi melalui wadah baru dalam bentuk Perseroan Terbatas. Akhirnya, tahun 2006, donya.net berkibar di bawah bendera PT Terracom Donya.net dengan Izin Prinsip ISP yang juga telah diperoleh dari Ditjen Postel Depkominfo Desember 2006.

Saat ini donya.net memiliki kapasitas bandwith hingga 6 Mbps. “Sebagai salah-satu pioneer di bidang jasa TI, donya.net membuka peluang untuk bekerja sama dengan lembaga pemerintahan, swasta, NGO lokal, NGO asing, warnet maupun pelanggan pribadi,” papar H.T. Meurah Hasan. Ia menambahkan sebagai bagian dari komunitas ICT, donya.net juga berperan aktif dalam kegiatan seperti memberi kesempatan kerja praktek dan penyusunan sekripsi mahasiswa perguruan tinggi, memberi tarif khusus bagi institusi pendidikan dan sponsor di kegiatan mahasiswa. Untuk itu, ia berharap dengan pertumbuhan ICT di Aceh, ini akan turut mendukung penyerapan tenaga kerja dari putra daerah.
(EAA)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 


KEMBALI
  l  HAL SEBELUMNYA  l  KE ATAS

 

Copyright © www.majalaheindonesia.com 2007