BSI
Gandeng TelkomFlexi
Untuk membuat kegiatan yang dilakukan di lingkungan kampus Bina
Sarana Informatika (BSI) lebih efektif dan efisien, BSI menggandeng
Telkom Felxi dalam me-nyelenggarakan SMS layanan akademik, 8181.
Kerja sama tersebut disepakati dan ditandatangani antara BSI dan
PT Telkom, akhir Juli lalu, di Borobudur Hotel Jakarta Pusat.
Sebelumnya, BSI telah bekerja sama dengan provider telekomunikasi
GSM untuk layanan akademik. Tahun ini, untuk tujuan yang sama,
BSI menggaet operator CDMA, yaitu Telkom Flexi. Layanan SMS ini
ditujukan untuk mahasiswa baru ta-hun ajaran 2007/2008. Dalam
kerja sama ini, Telkom akan memberikan 25 ribu nomor TelkomFlexi
kepada BSI yang nantinya akan dipergunakan oleh mahasiswa untuk
absensi, menjawab kuiz ataupun ujian di BSI. Setiap nomor perdana
ini akan berisi pulsa sebesar Rp20.000.
Sistem absensi dan menjawab ujian yang dilakukan via SMS Flexi
ini pada akhirnya akan mengha-silkan sistem yang paperless. Kertas
yang awalnya dipergunakan untuk menjawab ujian tidak lagi diperlukan
dan digantikan dengan SMS. Caranya setiap selesai mata kuliah,
setiap mahasiswa harus menjawab kuiz. Kuiz tersebut harus dijawab
via SMS dengan nomor Flexi yang sudah terdaftar. Begitu reply
dan sent, mahasiswa dianggap hadir.
Joko Raharjo, GM Enterprise Regional Telkom Jabotabek me-ngatakan
dengan menggunakan SMS Flexi, biaya yang dikeluarkan lebih murah.
“Hanya dengan Rp100, mahasiswa sudah bisa absen dan menjawab
soal,” ujarnya. Ditambahkan Herman, Ketua Yayasan BSI, entri
hasil ujian yang biasanya memakan waktu seminggu bisa dipersingkat.
“Bagi BSI sendiri, ini akan mempermudah pekerjaan, efisien
waktu dan biaya,” imbuhnya.
(E. Ari Astuti)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kuliah
Umum Budi Luhur
Mengahadapi
kemajuan teknologi informasi, tampaknya Universitas Budi Luhur
(UBL) tak ingin mahasiswanya ketinggalan soal internet. Akhir
Juli lalu, Fakultas Ekonomi UBL menyelengarakan Studium Generale
dengan mengambil tema “Pemanfaatan Internet Sebagai Peluang
Usaha”. Tampil sebagai pembicara Roy Suryo (pakar telematika)
dan Yuswohadi (pakar e-marketing, Chief Executive of MarkPlus
Institute of Marketing) dan dihadiri sekitar 650 mahasiswa.
Pada kuliah umum ini, Roy Suryo menyampaikan tema Perekonomian
Digital di Era Globalisasi Dunia yang salah-satu isinya mengatakan
bahwa teknologi informasi akan memberikan kemudahan dalam melakukan
bisnis, mulai berdagang, menjalin komunikasi, hingga melakukan
rekayasa teknik di bidang penyiaran, public speaking, hingga teknologi
yang dipakai kementerian hingga kenegaraan. Menurut Roy kalau
soal teknologi, Indonesia tidak khawatir, tapi ada keraguan dalam
sisi non teknisnya seperti penyalahgunaan TIK untuk tindak kriminal.
Berkaitan dengan perekonomian, ada riset yang mengatakan kemajuan
bidang TIK 1% akan menghasilkan kemajuan di perekonomian sebesar
3%. “Walaupun di Indonesia belum pernah ada studi soal ini,
tapi beberapa daerah yang perkembangan TIK-nya cukup maju, tingkat
perekonomiannya pun ikut berkembang seperti Makasar, Balikpapan,
dan Palembang,” tutur Roy. Perkembangan teknologi informasi
yang begitu pesat, tentu akan memberi angin positif bagi berbagai
kalangan ikut meramaikan dan memaksimalkannya untuk memberikan
keuntungan bisnis.
Pada kesempatan yang sama, Yuswohadi menyampaikan tema I-CONNECT.
Ia mengungkapkan The 8 Marketing Ideas for your E-Success yakni
I-CONNECT adalah (I) Invidual Customer, Convergence (C) adanya
perpaduan antara 2 teknologi, Open Inovation (O), Niche Marketing
(N) jualan musik lewat internet, Net Promoter (N) dibuatkan promosi
di internet, seperti Spiderman, Harry Potter dll di iklan lewat
internet, Emotional (E) Benefits, dan Tribes (T) membuat komuniti
lewat friendster, yahoo groups dll. “Dengan menggabungkan
prinsip tersebut dengan baik, hasil yang didapat hampir dipastikan
akan memuaskan,” ujar Yuswohadi.
(E.
Ari Astuti)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
HP
Luncurkan Printer Berbasis Teknologi Edgeline
HP
meluncurkan printer multi fungsi berwarna berbasis teknologi edgeline,
suatu teknologi pencetakan yang diluncurkan pada akhir kuartal
2006. Teknologi ini merupakan gabungan teknologi ink based dengan
tek-nologi laser.
Kelebihan printer ini adalah dapat mencetak dengan kecepatan tinggi
serta tersedia solusi pencetakan multifungsi yang mudah digunakan.
Mariana Kasim, direktur Marketing Imaging Printing & Personal
System Group HP Indonesia mengatakan teknologi ini mampu menghemat
biaya pencetakan warna hingga 30% di kelasnya. Teknologi edgeline
ini membutuh riset empat tahun dan investasi US$1.4 miliar, hingga
keluar produk HP CM8060 dan CM8050 Color MFP. Mariana mengatakan
HP siap bermain di luar printing. “Target kami adalah sebagai
dominant copier market leader,” ujarnya.
“Produk ini membidik big corporation dengan jumlah printing
minimal 10 ribu lembar per bulan,” ujar Mariana. Keunggulan
lain MFP ini meliputi embeded solution seperti HP Universal Printer
Driver (UPD) dan HP Web Jetadmin. Solusi ini merupakan software
management guna melakukan instalasi, konfigurasi, dan pengelolaan
berbagai perangkat printer dan multifunction printer (MFP) dari
jauh.
Disinggung soal harga, Mariana menjelaskan printer ini tidak dijual
satuan namun paket beserta konsultasi dan maintenance yang dilakukan
oleh HP. Sistemnya sejenis sewa. “Jadi customer yang kami
fasilitasi dalam HP Managed Print Service (MPS) ini bukan sekadar
membeli unit, tapi juga dapat berkonsultasi agar mendapatkan jaringan
printer yang hemat dan efisien,” ujar Mariana lagi.
Sebagai gambaran, HP CM8060 disebutkan dapat mencetak 60ppm bagi
tipe printing monochromatic dan 50ppm bagi pencetakan warna. Sedangkan
CM8050 mampu mencetak 50ppm bagi printing monochromatic dan 40ppm
bagi cetak warna. Kedua produk tersebut ditawarkan bagi berbagai
industri seperti perbankan, manufaktur, migas, dan asuransi.
(E.
Ari Astuti)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Huawei
Gandeng UI Dirikan Pusat Pelatihan
Jakarta, Huawei, produsen teknologi telekomunikasi asal Cina,
menggandeng Universitas Indonesia untuk men-dirikan pusat pelatihan
teknologi. Fasilitas itu diresmikan Rabu (27/6/2007) di Gedung
Perpustakaan Pusat, Uni-versitas Indonesia, Depok.
Presiden Direktur PT Huawei Tech Investment, Ma Yue, mengatakan
pusat tersebut akan digunakan untuk melatih sumber daya manusia
di bidang telekomunikasi. Termasuk dalam teknologi yang bisa dipelajari
adalah infrastruktur berbasis Code Division Multiple Access (CDMA)
dan Next Generation Network (NGN).
Yue mengatakan, pusat ini merupakan langkah lanjutan setelah lawatan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke pabrik Huawei di Shenzhen,
Cina, pada Juli 2006. “Kami berharap ini bisa berpengaruh
pada perkembangan teknologi komunikasi dan informasi lokal,”
tuturnya. Lebih lanjut Yue mengatakan Huawei memiliki niatan untuk
mendirikan pusat riset dan pengembangan teknologi di Indonesia.
Ini akan menjadi pusat riset kedua Huawei setelah yang pertama
di India.
Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh, yang meresmikan
pusat tersebut, mengharapkan pusat pelatihan di UI itu akan berkembang
juga menjadi pusat riset. “Bukan hanya pelatihan saja, tetapi
juga untuk riset,” tuturnya. Di kesempatan itu Nuh juga
berharap Huawei mau mengembangkan program serupa di kawasan dan
lokasi lain di Indonesia. Hal ini agar perkembangan teknologi
tidak melulu dinikmati oleh masyarakat di Jakarta dan sekitarnya
saja.
Sambil bercanda ia pun mengatakan bahwa yang ikut dalam rombongan
presiden ke Cina adalah rektor Institut Teknologi Bandung dan
dirinya yang kala itu masih rektor Institut teknologi Sepuluh
Nopember Surabaya. “Rupanya yang duluan (mendapatkan kerjasamared)
adalah UI. Ya, ini hadiah untuk yang tidak ikut rombongan,”
ujarnya berkelakar. Turut meresmikan pusat pelatihan itu adalah
Fang Quichen, Ministry Council Kedutaan Besar Republik Rakyat
Cina untuk Indonesia. Fang mengatakan kerjasama Indonesia dan
Cina harus terus dieratkan.
“Cina dan Indonesia, bersama-sama, akan menjadi kekuatan
yang sangat berpengaruh di kawasan Asia. Oleh karena itu kerjasama
dalam bidang teknologi menjadi hal yang penting,” tukasnya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Warmasif Akan Jangkau 50 Kota di Indonesia
DUntuk menjembantani kesenjangan digital, Depkominfo bekerja sama
dengan PT Pos Indonesia akan mendirikan Warmasif (Warung Masyarakat
Informasi) yang akan menjangkau seluruh kota di Indonesia. Program
ini diperuntukkan guna mendukung program Indonesia Goes Open Source
(IGOS).
“Hingga akhir tahun ini, diharapkan Warmasif sudah menjamah
50 kota di Indonesia. Pada 2009 diharapkan seluruh kota di Indonesia
sudah terjangkau Warmasif,” kata S.A Pamungkas, Konsultan
Warmasif di Depkominfo yang juga staff BPPT.
Warmasif adalah suatu model pengembangan Community Access Point
(CAP), yang merupakan sebuah outlet tempat masyarakat melakukan
komunikasi, akses informasi global, pemasaran melalui internet,
transaksi online dan akses perpustakaan digital. Warmasif ditempatkan
di kantor pos untuk melayani tiga bidang kemasyarakatan, yaitu
pembangunan UKM, perpustakaan digital, dan informasi layanan kesehatan.
Sejak diluncurkan 2005, Warmasif sudah ada di 13 kota Indonesia
hingga tahun 2006 dan rencananya menyusul 50 kota lagi di seluruh
Indonesia tahun ini.
Kesepakatan pengembangan CAP melalui pembangunan Warmasif ini
telah ditandatangani Depkominfo, Kantor Pos Indonesia dan 50 Pemda
Indonesia di Hotel Sahid Jakarta, pada 21/6/2007.
Pamungkas menjelaskan Warmasif akan menggunakan software open
source Linux GSI yang berbasis distro Ubuntu, yang dikembangkan
oleh IPTEKnet - BPPT (Badan Pengkajian Penerapan Teknologi). Dituturkan-nya,
untuk keperluan tersebut Depkominfo akan memberikan 1 unit server,
4 PC, 1 scanner, 1 printer dan 1 unit kamera digital ke setiap
kantor pos dari 50 kota tersebut.
Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Cahyana Ahmadjayadi yang
mewakili Menkominfo Mohammad Nuh mengungkapkan penggunaan Linux
pada Warmasif adalah untuk mendukung program Indonesia Goes Open
Source (IGOS). “Warmasif bisa digunakan secara gratis. Seluruh
UKM bisa mendaftarkan diri melalui kantor pos terdekat namun kami
akan melakukan seleksi untuk mencegah masuknya UKM palsu dengan
produk yang tidak jelas,” imbuhnya.
(E.
Ari Astuti)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
UGM Buka Program
S2 CIO
SUniversitas
Gadjah Mada (UGM) membuka program S2 Chief Information Officer
(CIO). Kuliah perdana ber-langsung pada awal Juni 2007 di gedung
pascasarjana UGM dan dilakukan oleh Djoko Agung, selaku direktur
e-government Depkominfo. Kuliah dengan judul “Peran CIO
dalam Mengawal Kebijakan dan Implementasi e-Government di Indonesia”
ini dilaksanakan setelah acara pembukaan. Dari program S2 ini
diharapkan muncul lulusan dengan keterampilan manajerial dalam
peman-faatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Di UGM, Program S2 CIO ada di bawah Magister Teknologi Informasi.
Program ini fokus pada strategi dan manajemen teknologi informasi
dan komunikasi. Kurikulumnya juga meliputi dimensidimensi non
teknis seperti hukum, ekonomi, manajemen dan sosial. Lukito Edi
Nugroho, direktur Magister Teknologi Informasi UGM mengatakan
bahwa ini adalah program CIO pertama di Indonesia. “Kalau
S2 CIO di luar negeri yang saya tahu di Waseda University Jepang,
Amerika Serikat, dan Australia,” ujarnya usai kuliah perdana
program CIO. “ITB mungkin segera menyusul, tapi saya kurang
tahu kapan,” imbuhnya.
Lukito menjelaskan bahwa program CIO di UGM mengadopsi kurikulum
luar negeri yang disesuaikan dengan kondisi di dalam negeri. “Tenaga
pengajarnya dari lingkungan Magister Teknologi Informasi. Juga
ada dari fakultas-fakultas di UGM. Kalau yang dari luar, kita
mengambil yang kita pandang mampu,” paparnya.
Angkatan pertama program ini diikuti 25 orang pegawai negeri sipil
dari pusat dan daerah, yang dikuliahkan pemerintah dengan beasiswa
masing-masing sebesar Rp 33 juta. Lukito melanjutkan, angkatan
berikutnya dari program ini akan ditentukan berdasarkan perkembangan
yang berlangsung. “Kalau perkembangannya bagus, program
ini akan diadakan tiap tahun dan terdiri dari dua program yaitu
program beasiswa dan program umum,” kata Lukito. Aizirman
Djusan selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Depkominfo, mengatakan nantinya lulusan dari program
ini diharapkan dapat mendukung program e-government dalam lingkup
pemerintahan. 
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Fujitsu
Luncurkan U1010
Untuk para
eksekutif muda yang biasa menggunakan PDA, Fujitsu memperkenalkan
seri terbarunya, Fujitsu LifeBook U1010. Dengan menggunakan platform
Intel Core 2 Duo T7500, layar monitor 5,6 inci dan berat 0.61
kg, Fujitsu mengklaim produk tersebut sebagai Ultra-Mobile PC
(UMPC) terkecil di dunia.
“Berdasarkan hasil investigasi Fujitsu hingga pertenga-han
Mei 2007, belum ada produk UMPC yang sama atau lebih kecil daripada
LifeBook U1010,” demikian dite-gaskan Joeseph, direktur
Nexcomtech sebagai distributor Fujitsu di Indonesia. Didampingi
oleh Mok Wai Tong, VP Sales Fujitsu Asia Pacific, Joeseph menargetkan
pangsa pasar LifeBook U1010 adalah para eksekutif muda yang mobile.
“Yang menjadi target kami adalah mereka para eksekutif yang
biasa menggunakan PDA,” ujarnya.
Dengan memiliki dimensi 171mm (panjang) x 133mm (lebar) x 26,5
- 32,0 (tinggi), LifeBook U1010 mengukuhkan diri sebagai handheld
device, tablet PC dan sekaligus sebagai notebook. “PDA tentu
memiliki sejumlah keterbatasan, dengan LifeBook U1010, ukurannya
tetap kecil tetapi memiliki kemampuan yang lebih, karena memang
(LifeBook U1010) adalah komputer,” ujar Mok Wai Tong.
Dilengkapi dengan sistem operasi Windows Vista Home Premium, menjadikannya
sebagai multimedia tools berjalan. Menggunakan memori 1GB, harddisk
40 GB, bluetooth, koneksi wireless, slot kartu CF dan SD, fingerprint
sensor, layar 5,6 inchi 1024x600 piksel membuat U1010 makin menyenangkan.
Untuk batere, sanggup melayani pemakaian hingga 3 jam pada moda
pemakaian tertentu.
Dengan harga US$1.358, gadget ini akan tersedia di pasar Indonesia
mulai awal tahun depan. Diungkapkan Joseph, U1010 tidak membutuhkan
aplikasi tambahan karena di dalamnya sudah termasuk Microsoft
Origami Experience Pack, Sun Microsystem Java Runtime, Fujitsu
UpdateNavi5, Fujitsu Hardware Diagnostic, Adobe Acrobat Reader
serta dilengkapi dengan koneksi LAN, Bluetooth dan Wi-Fi.
(E.
Ari Astuti)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Konggres
Pendidikan Nasional Acer
Untuk meningkatkan
kesadaran akan manfaat dan kepraktisan e-learning bagi pengembangan
pendidikan tinggi di Indonesia, Acer mengadakan acara Acer E-Learning
Annual National Congress 2007 di Hotel Shangrilla, Jakarta.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Muhammad Nuh mengatakan
penerapan e-learning (pembelajaran elektronik) akan memperkecil
jurang pemisah pendidikan dan teknologi. “Dengan e-learning,
masyarakat diharapkan tidak akan lagi takut meng-gunakan teknologi,”
kata Menkominfo. Dia mengatakan penggunaan e-learning dalam dunia
pendidikan mempunyai beberapa nilai positif antara lain dapat
menghemat biaya atau ongkos pendidikan dibandingkan dengan kegiatan
belajar mengajar konvensional, selain lebih efektif dan efisien
dalam hal waktu.
Akan tetapi, lanjut Nuh, perlu beberapa hal yang disiapkan dalam
masyarakat untuk memasuki e-learning antara lain kesiapan masyarakat
menerima dan memanfaatkan sistem dan jaringan teknologi. “Jangan
kesankan e-learning sebagai tehnologi tinggi. Bila dikesankan
tehnologi tinggi, ada gap psikologi dari masyarakat bawah, ada
ketakutan untuk menyentuhnya,” kata Nuh.
Sementara itu, Country Manager Acer Indonesia, Jason Lim mengatakan
pendidikan tinggi di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan,
salah satunya yang utama adalah akses mudah terhadap materi pelajaran
di mana pun dan kapan pun. “Melalui e-learning mahasiswa
dapat mengikuti cara belajar mereka sendiri, tanpa dibatasi jadwal
kuliah atau ruang kelas,” kata Jason Lim.
Saat ini Acer Indonesia telah bekerja sama dengan 12 universitas
terkemuka di Indonesia untuk penerapan e-learning ini, antara
lain Universitas Gajahmada Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia
Yogyakarta, Universitas Bunda Mulia Jakarta, Universitas Maranatha
Bandung, dan Universitas Lampung.
(E.
Ari Astuti)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Temu
Nasional VI Persatuan Insinyur Indonesia
Persatuan
Insinyur Indonesia (PPI) kembali mengadakan temu nasional dan
semiloka. Kegiatan Temu Nasional VI Forum Anggota Muda Persatuan
Insinyur Indonesia dan Semiloka Inovasi Teknologi itu diadakan
di Gedung Graha Caraka Citra PT Telkom
Jakarta dari 21Juli sampai 23 Juli 2007. Tema yang dipilih dalam
acara tersebut adalah “Pemanfaatan Teknologi untuk Pemberdayaan
Industri dan UMKM Sebagai Pilar Perekonomian Bangsa”
Temu nasional yang dibuka oleh Menteri Negara Koordinator Ekonomi
Budiono itu, dihadiri oleh mahasiswa, praktisi industri, pengusaha,
praktisi pendidikan, anggota PII, dan semua pihak yang berkepentingan
dengan pengembangan sektor UKMT. Acara ini dimeriahkan pula dengan
pameran karya dan inovasi teknologi anak bangsa yang juga diadakan
di Gedung Graha Caraka PT Telkom. Dalam temu nasional ini diadakan
juga Pemilihan Ketua FAM-PII periode 2007-2008, Penyusunan Pengurus
FAM-PII periode 2007-2008 dan mendengarkan Laporan Pertanggungjawaban
Pengurus FAM-PII 2006-2007. 
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Fasilitas
HotSpot di Halte Busway
Mulai Juli
kemarin, masyarakat pengguna busway bisa menikmati layanan internet
gratis. Hanya saja fasilitas ini baru ada di satu tempat, yaitu
di halte busway Dukuh Atas 2. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub)
Pemprov DKI Jakarta Nurachman menyatakan, fasilitas tersebut sengaja
disediakan untuk mempermudah penumpang busway mengakses internet.
Hal ini mengingat kawasan tersebut merupakan kawasan perkantoran
dan pusat bisnis di Jakarta. Selain itu, pengguna internet di
lokasi tersebut lebih banyak bila dibandingkan dengan lokasi lainnya.
Fasilitas ini disediakan oleh PT Mitralintas Sistelindo (U|Net)
dengan menggunakan teknologi WiFi sehingga memungkinkan para penumpang
yang membawa laptop atau ponsel berteknologi Wi-Fi dapat mengakses
internet secara gratis. Endy Prijanto, presiden direktur U|Net
mengatakan U|Net akan menyediakan akses internet gratis ini selama
satu tahun yang bisa dinikmati masyarakat di halte tersebut serta
area di sekitarnya. U|Net juga menyediakan dua perangkat komputer
yang bisa digunakan masyarakat di tempat tersebut.
Lebih lanjut, Nurachman mengatakan pemasangan internet di halte
busway Dukuh Atas 2 merupakan wujud dukungan pihak swasta terhadap
pengelolaan busway. “Jadi, semata-mata bagian dari pelayanan
kepada masyarakat, terutama bagi calon penumpang busway,”
katanya. Menurutnya, pihak swasta tidak meminta imbalan atau kompensasi
dari pemasangan internet itu.
Dia menjelaskan, untuk tahap awal rencana pemasangan internet
itu diterapkan di halte busway Dukuh Atas, Jakarta Selatan. Selanjutnya
akan dipasang juga di halte busway di sepanjang koridor IV Pulo
Gadung-Dukuh Atas. Hanya saja, belum diketahui berapa banyak internet
yang akan dipasang dan di halte mana saja,” katanya.
(E.
Ari Astuti)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Depkominfo
Sediakan Beasiswa CIO di ITB

Seminar
CIO di Jakarta (kiri), Medan (tengah), dan di Bandung (kanan).
Setelah UGM memulai kuliah perdananya
pada awal Juni lalu, kini giliran Institut Teknologi Bandung (ITB)
yang mensosialisasikan program beasiswa Magister CIO di ITB. Program
ini merupakan kerja sama antara Depkominfo dan Sekolah Teknik
Elektro Informatika STEI-ITB.
Tahun ini, Depkominfo memberikan beasiswa kepada 30 orang yang
berminat mengambil program CIO di ITB. “Beasiswa ini hanya
meng-cover biaya SPP saja dan tidak mencakup transport, akomodasi
dan biaya hidup mahasiswa,” papar Kepala Balitbang SDM Depkominfo,
Aizirman Djus’an.
Sasaran utama penerima beasiswa ini adalah mereka yang bekerja
pada instansi pemeritah dari seluruh Indonesia. Tapi, ini tidak
tertutup kemungkinan bagi perusahaan swasta dengan persyaratan
telah lulus S1 dan minimal telah bekerja selama 2 tahun di bidang
TIK. Persyaratan lain yang diperlukan adalah lulus ujian tulis
dan wawancara, mempunyai nilai TOEFL minimal 475 dan TPA 475.
Namun, menurut Suhardi dari STEI-ITB, bagi yang tidak ingin mengambil
beasiswa dari Depkominfo karena instansinya mempunyai anggaran
belajar untuk karyawannya, maka biaya yang diperlukan untuk Magister
CIO adalah sebesar Rp 50 juta. Informasi selengkapnya dapat dilihat
di www.stei-itb.ac.id.
Hanya saja, pada sosialisasi pertama kali yang dilakukan di Depkominfo
Jakarta, hadirin yang hadir sebagian besar adalah karyawan instansi
pemerintah pusat dan hanya satu yang berasal Pemda. Selain di
Jakarta, sosialisasi untuk mencari peminat mengikuti beasiswa
ini dilakukan juga di STEI-ITB Bandung, Hotel Tiara Medan, dan
di Hotel Clarion Makasar. Program beasiswa yang rencananya akan
menempuh tiga semester dengan beban 36 SKS ini akan menerima berkas
terakhir pada akhir Juli karena kuliah perdana akan dimulai pada
tanggal 20 Agustus 2007.
(E.
Ari Astuti)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------