Majalah e-Indonesia - Media ICT Wahana Merajut Nusantara

 

BSI Gandeng TelkomFlexi

Untuk membuat kegiatan yang dilakukan di lingkungan kampus Bina Sarana Informatika (BSI) lebih efektif dan efisien, BSI menggandeng Telkom Felxi dalam me-nyelenggarakan SMS layanan akademik, 8181. Kerja sama tersebut disepakati dan ditandatangani antara BSI dan PT Telkom, akhir Juli lalu, di Borobudur Hotel Jakarta Pusat.

Sebelumnya, BSI telah bekerja sama dengan provider telekomunikasi GSM untuk layanan akademik. Tahun ini, untuk tujuan yang sama, BSI menggaet operator CDMA, yaitu Telkom Flexi. Layanan SMS ini ditujukan untuk mahasiswa baru ta-hun ajaran 2007/2008. Dalam kerja sama ini, Telkom akan memberikan 25 ribu nomor TelkomFlexi kepada BSI yang nantinya akan dipergunakan oleh mahasiswa untuk absensi, menjawab kuiz ataupun ujian di BSI. Setiap nomor perdana ini akan berisi pulsa sebesar Rp20.000.

Sistem absensi dan menjawab ujian yang dilakukan via SMS Flexi ini pada akhirnya akan mengha-silkan sistem yang paperless. Kertas yang awalnya dipergunakan untuk menjawab ujian tidak lagi diperlukan dan digantikan dengan SMS. Caranya setiap selesai mata kuliah, setiap mahasiswa harus menjawab kuiz. Kuiz tersebut harus dijawab via SMS dengan nomor Flexi yang sudah terdaftar. Begitu reply dan sent, mahasiswa dianggap hadir.

Joko Raharjo, GM Enterprise Regional Telkom Jabotabek me-ngatakan dengan menggunakan SMS Flexi, biaya yang dikeluarkan lebih murah. “Hanya dengan Rp100, mahasiswa sudah bisa absen dan menjawab soal,” ujarnya. Ditambahkan Herman, Ketua Yayasan BSI, entri hasil ujian yang biasanya memakan waktu seminggu bisa dipersingkat. “Bagi BSI sendiri, ini akan mempermudah pekerjaan, efisien waktu dan biaya,” imbuhnya. 
(E. Ari Astuti)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kuliah Umum Budi Luhur

Mengahadapi kemajuan teknologi informasi, tampaknya Universitas Budi Luhur (UBL) tak ingin mahasiswanya ketinggalan soal internet. Akhir Juli lalu, Fakultas Ekonomi UBL menyelengarakan Studium Generale dengan mengambil tema “Pemanfaatan Internet Sebagai Peluang Usaha”. Tampil sebagai pembicara Roy Suryo (pakar telematika) dan Yuswohadi (pakar e-marketing, Chief Executive of MarkPlus Institute of Marketing) dan dihadiri sekitar 650 mahasiswa.

Pada kuliah umum ini, Roy Suryo menyampaikan tema Perekonomian Digital di Era Globalisasi Dunia yang salah-satu isinya mengatakan bahwa teknologi informasi akan memberikan kemudahan dalam melakukan bisnis, mulai berdagang, menjalin komunikasi, hingga melakukan rekayasa teknik di bidang penyiaran, public speaking, hingga teknologi yang dipakai kementerian hingga kenegaraan. Menurut Roy kalau soal teknologi, Indonesia tidak khawatir, tapi ada keraguan dalam sisi non teknisnya seperti penyalahgunaan TIK untuk tindak kriminal.

Berkaitan dengan perekonomian, ada riset yang mengatakan kemajuan bidang TIK 1% akan menghasilkan kemajuan di perekonomian sebesar 3%. “Walaupun di Indonesia belum pernah ada studi soal ini, tapi beberapa daerah yang perkembangan TIK-nya cukup maju, tingkat perekonomiannya pun ikut berkembang seperti Makasar, Balikpapan, dan Palembang,” tutur Roy. Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, tentu akan memberi angin positif bagi berbagai kalangan ikut meramaikan dan memaksimalkannya untuk memberikan keuntungan bisnis.
Pada kesempatan yang sama, Yuswohadi menyampaikan tema I-CONNECT. Ia mengungkapkan The 8 Marketing Ideas for your E-Success yakni I-CONNECT adalah (I) Invidual Customer, Convergence (C) adanya perpaduan antara 2 teknologi, Open Inovation (O), Niche Marketing (N) jualan musik lewat internet, Net Promoter (N) dibuatkan promosi di internet, seperti Spiderman, Harry Potter dll di iklan lewat internet, Emotional (E) Benefits, dan Tribes (T) membuat komuniti lewat friendster, yahoo groups dll. “Dengan menggabungkan prinsip tersebut dengan baik, hasil yang didapat hampir dipastikan akan memuaskan,” ujar Yuswohadi. 
(E. Ari Astuti)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

HP Luncurkan Printer Berbasis Teknologi Edgeline

HP meluncurkan printer multi fungsi berwarna berbasis teknologi edgeline, suatu teknologi pencetakan yang diluncurkan pada akhir kuartal 2006. Teknologi ini merupakan gabungan teknologi ink based dengan tek-nologi laser.

Kelebihan printer ini adalah dapat mencetak dengan kecepatan tinggi serta tersedia solusi pencetakan multifungsi yang mudah digunakan. Mariana Kasim, direktur Marketing Imaging Printing & Personal System Group HP Indonesia mengatakan teknologi ini mampu menghemat biaya pencetakan warna hingga 30% di kelasnya. Teknologi edgeline ini membutuh riset empat tahun dan investasi US$1.4 miliar, hingga keluar produk HP CM8060 dan CM8050 Color MFP. Mariana mengatakan HP siap bermain di luar printing. “Target kami adalah sebagai dominant copier market leader,” ujarnya.

“Produk ini membidik big corporation dengan jumlah printing minimal 10 ribu lembar per bulan,” ujar Mariana. Keunggulan lain MFP ini meliputi embeded solution seperti HP Universal Printer Driver (UPD) dan HP Web Jetadmin. Solusi ini merupakan software management guna melakukan instalasi, konfigurasi, dan pengelolaan berbagai perangkat printer dan multifunction printer (MFP) dari jauh.
Disinggung soal harga, Mariana menjelaskan printer ini tidak dijual satuan namun paket beserta konsultasi dan maintenance yang dilakukan oleh HP. Sistemnya sejenis sewa. “Jadi customer yang kami fasilitasi dalam HP Managed Print Service (MPS) ini bukan sekadar membeli unit, tapi juga dapat berkonsultasi agar mendapatkan jaringan printer yang hemat dan efisien,” ujar Mariana lagi.
Sebagai gambaran, HP CM8060 disebutkan dapat mencetak 60ppm bagi tipe printing monochromatic dan 50ppm bagi pencetakan warna. Sedangkan CM8050 mampu mencetak 50ppm bagi printing monochromatic dan 40ppm bagi cetak warna. Kedua produk tersebut ditawarkan bagi berbagai industri seperti perbankan, manufaktur, migas, dan asuransi. 
(E. Ari Astuti)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Huawei Gandeng UI Dirikan Pusat Pelatihan

Jakarta, Huawei, produsen teknologi telekomunikasi asal Cina, menggandeng Universitas Indonesia untuk men-dirikan pusat pelatihan teknologi. Fasilitas itu diresmikan Rabu (27/6/2007) di Gedung Perpustakaan Pusat, Uni-versitas Indonesia, Depok.

Presiden Direktur PT Huawei Tech Investment, Ma Yue, mengatakan pusat tersebut akan digunakan untuk melatih sumber daya manusia di bidang telekomunikasi. Termasuk dalam teknologi yang bisa dipelajari adalah infrastruktur berbasis Code Division Multiple Access (CDMA) dan Next Generation Network (NGN).

Yue mengatakan, pusat ini merupakan langkah lanjutan setelah lawatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke pabrik Huawei di Shenzhen, Cina, pada Juli 2006. “Kami berharap ini bisa berpengaruh pada perkembangan teknologi komunikasi dan informasi lokal,” tuturnya. Lebih lanjut Yue mengatakan Huawei memiliki niatan untuk mendirikan pusat riset dan pengembangan teknologi di Indonesia. Ini akan menjadi pusat riset kedua Huawei setelah yang pertama di India.

Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh, yang meresmikan pusat tersebut, mengharapkan pusat pelatihan di UI itu akan berkembang juga menjadi pusat riset. “Bukan hanya pelatihan saja, tetapi juga untuk riset,” tuturnya. Di kesempatan itu Nuh juga berharap Huawei mau mengembangkan program serupa di kawasan dan lokasi lain di Indonesia. Hal ini agar perkembangan teknologi tidak melulu dinikmati oleh masyarakat di Jakarta dan sekitarnya saja.

Sambil bercanda ia pun mengatakan bahwa yang ikut dalam rombongan presiden ke Cina adalah rektor Institut Teknologi Bandung dan dirinya yang kala itu masih rektor Institut teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. “Rupanya yang duluan (mendapatkan kerjasamared) adalah UI. Ya, ini hadiah untuk yang tidak ikut rombongan,” ujarnya berkelakar. Turut meresmikan pusat pelatihan itu adalah Fang Quichen, Ministry Council Kedutaan Besar Republik Rakyat Cina untuk Indonesia. Fang mengatakan kerjasama Indonesia dan Cina harus terus dieratkan.

“Cina dan Indonesia, bersama-sama, akan menjadi kekuatan yang sangat berpengaruh di kawasan Asia. Oleh karena itu kerjasama dalam bidang teknologi menjadi hal yang penting,” tukasnya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Warmasif Akan Jangkau 50 Kota di Indonesia


DUntuk menjembantani kesenjangan digital, Depkominfo bekerja sama dengan PT Pos Indonesia akan mendirikan Warmasif (Warung Masyarakat Informasi) yang akan menjangkau seluruh kota di Indonesia. Program ini diperuntukkan guna mendukung program Indonesia Goes Open Source (IGOS).

“Hingga akhir tahun ini, diharapkan Warmasif sudah menjamah 50 kota di Indonesia. Pada 2009 diharapkan seluruh kota di Indonesia sudah terjangkau Warmasif,” kata S.A Pamungkas, Konsultan Warmasif di Depkominfo yang juga staff BPPT.

Warmasif adalah suatu model pengembangan Community Access Point (CAP), yang merupakan sebuah outlet tempat masyarakat melakukan komunikasi, akses informasi global, pemasaran melalui internet, transaksi online dan akses perpustakaan digital. Warmasif ditempatkan di kantor pos untuk melayani tiga bidang kemasyarakatan, yaitu pembangunan UKM, perpustakaan digital, dan informasi layanan kesehatan. Sejak diluncurkan 2005, Warmasif sudah ada di 13 kota Indonesia hingga tahun 2006 dan rencananya menyusul 50 kota lagi di seluruh Indonesia tahun ini.

Kesepakatan pengembangan CAP melalui pembangunan Warmasif ini telah ditandatangani Depkominfo, Kantor Pos Indonesia dan 50 Pemda Indonesia di Hotel Sahid Jakarta, pada 21/6/2007.
Pamungkas menjelaskan Warmasif akan menggunakan software open source Linux GSI yang berbasis distro Ubuntu, yang dikembangkan oleh IPTEKnet - BPPT (Badan Pengkajian Penerapan Teknologi). Dituturkan-nya, untuk keperluan tersebut Depkominfo akan memberikan 1 unit server, 4 PC, 1 scanner, 1 printer dan 1 unit kamera digital ke setiap kantor pos dari 50 kota tersebut.

Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Cahyana Ahmadjayadi yang mewakili Menkominfo Mohammad Nuh mengungkapkan penggunaan Linux pada Warmasif adalah untuk mendukung program Indonesia Goes Open Source (IGOS). “Warmasif bisa digunakan secara gratis. Seluruh UKM bisa mendaftarkan diri melalui kantor pos terdekat namun kami akan melakukan seleksi untuk mencegah masuknya UKM palsu dengan produk yang tidak jelas,” imbuhnya. (E. Ari Astuti)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

UGM Buka Program S2 CIO

SUniversitas Gadjah Mada (UGM) membuka program S2 Chief Information Officer (CIO). Kuliah perdana ber-langsung pada awal Juni 2007 di gedung pascasarjana UGM dan dilakukan oleh Djoko Agung, selaku direktur e-government Depkominfo. Kuliah dengan judul “Peran CIO dalam Mengawal Kebijakan dan Implementasi e-Government di Indonesia” ini dilaksanakan setelah acara pembukaan. Dari program S2 ini diharapkan muncul lulusan dengan keterampilan manajerial dalam peman-faatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Di UGM, Program S2 CIO ada di bawah Magister Teknologi Informasi. Program ini fokus pada strategi dan manajemen teknologi informasi dan komunikasi. Kurikulumnya juga meliputi dimensidimensi non teknis seperti hukum, ekonomi, manajemen dan sosial. Lukito Edi Nugroho, direktur Magister Teknologi Informasi UGM mengatakan bahwa ini adalah program CIO pertama di Indonesia. “Kalau S2 CIO di luar negeri yang saya tahu di Waseda University Jepang, Amerika Serikat, dan Australia,” ujarnya usai kuliah perdana program CIO. “ITB mungkin segera menyusul, tapi saya kurang tahu kapan,” imbuhnya.

Lukito menjelaskan bahwa program CIO di UGM mengadopsi kurikulum luar negeri yang disesuaikan dengan kondisi di dalam negeri. “Tenaga pengajarnya dari lingkungan Magister Teknologi Informasi. Juga ada dari fakultas-fakultas di UGM. Kalau yang dari luar, kita mengambil yang kita pandang mampu,” paparnya.

Angkatan pertama program ini diikuti 25 orang pegawai negeri sipil dari pusat dan daerah, yang dikuliahkan pemerintah dengan beasiswa masing-masing sebesar Rp 33 juta. Lukito melanjutkan, angkatan berikutnya dari program ini akan ditentukan berdasarkan perkembangan yang berlangsung. “Kalau perkembangannya bagus, program ini akan diadakan tiap tahun dan terdiri dari dua program yaitu program beasiswa dan program umum,” kata Lukito. Aizirman Djusan selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Depkominfo, mengatakan nantinya lulusan dari program ini diharapkan dapat mendukung program e-government dalam lingkup pemerintahan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Fujitsu Luncurkan U1010

Untuk para eksekutif muda yang biasa menggunakan PDA, Fujitsu memperkenalkan seri terbarunya, Fujitsu LifeBook U1010. Dengan menggunakan platform Intel Core 2 Duo T7500, layar monitor 5,6 inci dan berat 0.61 kg, Fujitsu mengklaim produk tersebut sebagai Ultra-Mobile PC (UMPC) terkecil di dunia.

“Berdasarkan hasil investigasi Fujitsu hingga pertenga-han Mei 2007, belum ada produk UMPC yang sama atau lebih kecil daripada LifeBook U1010,” demikian dite-gaskan Joeseph, direktur Nexcomtech sebagai distributor Fujitsu di Indonesia. Didampingi oleh Mok Wai Tong, VP Sales Fujitsu Asia Pacific, Joeseph menargetkan pangsa pasar LifeBook U1010 adalah para eksekutif muda yang mobile. “Yang menjadi target kami adalah mereka para eksekutif yang biasa menggunakan PDA,” ujarnya.

Dengan memiliki dimensi 171mm (panjang) x 133mm (lebar) x 26,5 - 32,0 (tinggi), LifeBook U1010 mengukuhkan diri sebagai handheld device, tablet PC dan sekaligus sebagai notebook. “PDA tentu memiliki sejumlah keterbatasan, dengan LifeBook U1010, ukurannya tetap kecil tetapi memiliki kemampuan yang lebih, karena memang (LifeBook U1010) adalah komputer,” ujar Mok Wai Tong.
Dilengkapi dengan sistem operasi Windows Vista Home Premium, menjadikannya sebagai multimedia tools berjalan. Menggunakan memori 1GB, harddisk 40 GB, bluetooth, koneksi wireless, slot kartu CF dan SD, fingerprint sensor, layar 5,6 inchi 1024x600 piksel membuat U1010 makin menyenangkan. Untuk batere, sanggup melayani pemakaian hingga 3 jam pada moda pemakaian tertentu.

Dengan harga US$1.358, gadget ini akan tersedia di pasar Indonesia mulai awal tahun depan. Diungkapkan Joseph, U1010 tidak membutuhkan aplikasi tambahan karena di dalamnya sudah termasuk Microsoft Origami Experience Pack, Sun Microsystem Java Runtime, Fujitsu UpdateNavi5, Fujitsu Hardware Diagnostic, Adobe Acrobat Reader serta dilengkapi dengan koneksi LAN, Bluetooth dan Wi-Fi. 
(E. Ari Astuti)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Konggres Pendidikan Nasional Acer

Untuk meningkatkan kesadaran akan manfaat dan kepraktisan e-learning bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia, Acer mengadakan acara Acer E-Learning Annual National Congress 2007 di Hotel Shangrilla, Jakarta.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Muhammad Nuh mengatakan penerapan e-learning (pembelajaran elektronik) akan memperkecil jurang pemisah pendidikan dan teknologi. “Dengan e-learning, masyarakat diharapkan tidak akan lagi takut meng-gunakan teknologi,” kata Menkominfo. Dia mengatakan penggunaan e-learning dalam dunia pendidikan mempunyai beberapa nilai positif antara lain dapat menghemat biaya atau ongkos pendidikan dibandingkan dengan kegiatan belajar mengajar konvensional, selain lebih efektif dan efisien dalam hal waktu.

Akan tetapi, lanjut Nuh, perlu beberapa hal yang disiapkan dalam masyarakat untuk memasuki e-learning antara lain kesiapan masyarakat menerima dan memanfaatkan sistem dan jaringan teknologi. “Jangan kesankan e-learning sebagai tehnologi tinggi. Bila dikesankan tehnologi tinggi, ada gap psikologi dari masyarakat bawah, ada ketakutan untuk menyentuhnya,” kata Nuh.

Sementara itu, Country Manager Acer Indonesia, Jason Lim mengatakan pendidikan tinggi di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan, salah satunya yang utama adalah akses mudah terhadap materi pelajaran di mana pun dan kapan pun. “Melalui e-learning mahasiswa dapat mengikuti cara belajar mereka sendiri, tanpa dibatasi jadwal kuliah atau ruang kelas,” kata Jason Lim.

Saat ini Acer Indonesia telah bekerja sama dengan 12 universitas terkemuka di Indonesia untuk penerapan e-learning ini, antara lain Universitas Gajahmada Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Bunda Mulia Jakarta, Universitas Maranatha Bandung, dan Universitas Lampung.
(E. Ari Astuti)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Temu Nasional VI Persatuan Insinyur Indonesia

Persatuan Insinyur Indonesia (PPI) kembali mengadakan temu nasional dan semiloka. Kegiatan Temu Nasional VI Forum Anggota Muda Persatuan Insinyur Indonesia dan Semiloka Inovasi Teknologi itu diadakan di Gedung Graha Caraka Citra PT Telkom

Jakarta dari 21Juli sampai 23 Juli 2007. Tema yang dipilih dalam acara tersebut adalah “Pemanfaatan Teknologi untuk Pemberdayaan Industri dan UMKM Sebagai Pilar Perekonomian Bangsa”

Temu nasional yang dibuka oleh Menteri Negara Koordinator Ekonomi Budiono itu, dihadiri oleh mahasiswa, praktisi industri, pengusaha, praktisi pendidikan, anggota PII, dan semua pihak yang berkepentingan dengan pengembangan sektor UKMT. Acara ini dimeriahkan pula dengan pameran karya dan inovasi teknologi anak bangsa yang juga diadakan di Gedung Graha Caraka PT Telkom. Dalam temu nasional ini diadakan juga Pemilihan Ketua FAM-PII periode 2007-2008, Penyusunan Pengurus FAM-PII periode 2007-2008 dan mendengarkan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus FAM-PII 2006-2007.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Fasilitas HotSpot di Halte Busway

Mulai Juli kemarin, masyarakat pengguna busway bisa menikmati layanan internet gratis. Hanya saja fasilitas ini baru ada di satu tempat, yaitu di halte busway Dukuh Atas 2. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov DKI Jakarta Nurachman menyatakan, fasilitas tersebut sengaja disediakan untuk mempermudah penumpang busway mengakses internet. Hal ini mengingat kawasan tersebut merupakan kawasan perkantoran dan pusat bisnis di Jakarta. Selain itu, pengguna internet di lokasi tersebut lebih banyak bila dibandingkan dengan lokasi lainnya.

Fasilitas ini disediakan oleh PT Mitralintas Sistelindo (U|Net) dengan menggunakan teknologi WiFi sehingga memungkinkan para penumpang yang membawa laptop atau ponsel berteknologi Wi-Fi dapat mengakses internet secara gratis. Endy Prijanto, presiden direktur U|Net mengatakan U|Net akan menyediakan akses internet gratis ini selama satu tahun yang bisa dinikmati masyarakat di halte tersebut serta area di sekitarnya. U|Net juga menyediakan dua perangkat komputer yang bisa digunakan masyarakat di tempat tersebut.

Lebih lanjut, Nurachman mengatakan pemasangan internet di halte busway Dukuh Atas 2 merupakan wujud dukungan pihak swasta terhadap pengelolaan busway. “Jadi, semata-mata bagian dari pelayanan kepada masyarakat, terutama bagi calon penumpang busway,” katanya. Menurutnya, pihak swasta tidak meminta imbalan atau kompensasi dari pemasangan internet itu.

Dia menjelaskan, untuk tahap awal rencana pemasangan internet itu diterapkan di halte busway Dukuh Atas, Jakarta Selatan. Selanjutnya akan dipasang juga di halte busway di sepanjang koridor IV Pulo Gadung-Dukuh Atas. Hanya saja, belum diketahui berapa banyak internet yang akan dipasang dan di halte mana saja,” katanya.
(E. Ari Astuti)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Depkominfo Sediakan Beasiswa CIO di ITB


Seminar CIO di Jakarta (kiri), Medan (tengah), dan di Bandung (kanan).

Setelah UGM memulai kuliah perdananya pada awal Juni lalu, kini giliran Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mensosialisasikan program beasiswa Magister CIO di ITB. Program ini merupakan kerja sama antara Depkominfo dan Sekolah Teknik Elektro Informatika STEI-ITB.

Tahun ini, Depkominfo memberikan beasiswa kepada 30 orang yang berminat mengambil program CIO di ITB. “Beasiswa ini hanya meng-cover biaya SPP saja dan tidak mencakup transport, akomodasi dan biaya hidup mahasiswa,” papar Kepala Balitbang SDM Depkominfo, Aizirman Djus’an.

Sasaran utama penerima beasiswa ini adalah mereka yang bekerja pada instansi pemeritah dari seluruh Indonesia. Tapi, ini tidak tertutup kemungkinan bagi perusahaan swasta dengan persyaratan telah lulus S1 dan minimal telah bekerja selama 2 tahun di bidang TIK. Persyaratan lain yang diperlukan adalah lulus ujian tulis dan wawancara, mempunyai nilai TOEFL minimal 475 dan TPA 475. Namun, menurut Suhardi dari STEI-ITB, bagi yang tidak ingin mengambil beasiswa dari Depkominfo karena instansinya mempunyai anggaran belajar untuk karyawannya, maka biaya yang diperlukan untuk Magister CIO adalah sebesar Rp 50 juta. Informasi selengkapnya dapat dilihat di www.stei-itb.ac.id.

Hanya saja, pada sosialisasi pertama kali yang dilakukan di Depkominfo Jakarta, hadirin yang hadir sebagian besar adalah karyawan instansi pemerintah pusat dan hanya satu yang berasal Pemda. Selain di Jakarta, sosialisasi untuk mencari peminat mengikuti beasiswa ini dilakukan juga di STEI-ITB Bandung, Hotel Tiara Medan, dan di Hotel Clarion Makasar. Program beasiswa yang rencananya akan menempuh tiga semester dengan beban 36 SKS ini akan menerima berkas terakhir pada akhir Juli karena kuliah perdana akan dimulai pada tanggal 20 Agustus 2007.
(E. Ari Astuti)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 


KEMBALI
  l  HAL BERIKUTNYA  l  KE ATAS

 

Copyright © www.majalaheindonesia.com 2007