Majalah e-Indonesia - Media ICT Wahana Merajut Nusantara

 
Sosialisasi e-Procurement di Banjarbaru

MPemerintah kota Banjarbaru berniat segera merea-lisasikan proses pengadaan barang dan jasa melalui internet atau e-procurement. Hal ini terlihat dari sosia-lisasi kegiatan e-procurement yang mereka lakukan awal Juni lalu.

Berawal dari kekecewaan Walikota Banjarbaru, Rudy Resnawan, karena adanya aksi premanisme antar kontraktor dalam proses lelang. Selanjutnya walikota menginginkan agar proses penawaran barang dan jasa bisa dilakukan melalui teknologi internet. Akhirnya keinginan tersebut akan segera terlaksana yang diawali dengan sosialisasi yang diprakarsai Kantor Telematika Kota Banjarbaru.

Dalam sosialisasi selama sehari itu, tak hanya dihadiri pejabat teknis Unit Layanan Pengadaan (UPL), tetapi juga dihadiri langsung para kontraktor serta konsultan yang selama ini biasa mengikuti proses lelang di Banjarbaru. Sosialisasi ini juga menghadirkan pembicara dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Badan Informatika Jakarta.

Wakil Walikota Banjarbaru Ruzaidin Noor yang membuka langsung sosialisasi itu mengatakan, dengan penerapan sistem proses lelang melalui jasa internet, dapat mewujudkan akuntabilitas publik. Yakni lebih meningkatkan efisiensi dan transparansi serta terjadinya komunikasi online antar pihak yang berkepentingan. “Langkah ini juga akan membuat penghematan bagi panitia lelang, sehingga masyarakat akan mendapatkan keuntungan melalui akselerasi penyediaan pelayanan publik lebih terencana dan terintegrasi antar satuan kerja di Pemkot Banjarbaru,” jelas Ruzaidin.
Menurut sejumlah kontraktor, cara proses penawaran lelang via internet ini akan memupus aksi premanisme dan sisten baatur dalam sejumlah proses lelang.
(E. Ari Astuti)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pelatihan Literasi Media di Pontianak Kalimantan Barat

Badan Litbang SDM Depkominfo bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Perhimpunan Masyarakat Tolak Pornografi (MTP) mengadakan pelatihan media literasi melalui kegiatan Forum Interaktif Peningkatan Literasi Media di Pontianak, Kalimantan Barat, (29-30 Mei 2007).

Pelatihan media literasi yang dilaksanakan dalam bentuk training of trainers (ToT) ini bertujuan menyiapkan kader-kader penggerak di masyarakat agar dapat mensosialisasikan pentingnya media literasi. Kegiatan ini bermaksud meningkatkan pemahaman dan penyadaran masyarakat tentang pentingnya media literasi serta memberikan informasi dampak negatif bahaya tayangan pornografi melalui media massa. Peserta berjumlah 40 orang, terdiri dari kader PKK, aktivis pemuda, pendidik/akademisi, pengurus komite sekolah, tokoh masyarakat, dan pegawai negeri.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Pemprov Kalimantan Barat, H. Sakirman. Mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Sakirman mengatakan kegiatan ini akan memunculkan minimal dua kompetensi yang harus dimiliki setiap anggota masyarakat untuk mampu memanfaatkan informasi. Kompetensi pertama, kemampuan untuk memilah dan mengapresiasi suatu informasi yang diakses, apakah melanggar norma-norma agama dan rasa kesusilaan. Kompetensi kedua, kemampuan untuk mengetahui dan memahami aspek-aspek hukum terhadap implementasi pers. Kompetensi ini diharapkan berkorelasi dengan munculnya sikap kritis terhadap media yang lebih terarah dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kompetensi diri perlu ditingkatkan untuk menyadari akan bahaya pornografi di sekeliling kita,” ujar Kepala Balitbang SDM Depkominfo, Aizirman Djusan. Ia melanjutkan, pasca reformasi 1997, kebebasan pers mengalami perkembangan pesat melalui meningkatnya jumlah keberadaan media pers, walaupun 70% perusahaan penerbitan pers di Indonesia belum dikelola secara profesional dan kompetensi SDM nya masih perlu di tingkatkan.

Bersamaan dengan itu, perkembangan TIK terus berlangsung sangat cepat, bahkan mampu mengkonvergensi keunggulan media cetak, penyiaran, dan telekomunikasi dalam bentuk multi media. Selain itu internet memunculkan kejahatan baru, seperti cyber crime dan situs-situs porno mudah dijumpai di media ini.

Untuk itu, meski kemampuan dan akses informasi yang terbatas, namun bukan berarti penanggulangan pornografi hanya difokuskan di kota-kota yang relatif sarana dan TIK telah memadai. Bantuan kader penggerak/aktivitis dari masyarakat juga diperlukan untuk terus aktif berpartisipasi mengawasi perkembangan media komunikasi yang dapat merusak moral bangsa.
(E. Ari Astuti)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Raker Dinas Infokom Provinsi Maluku

Pertengahan Juni lalu, Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Provinsi Maluku mengadakan rapat koordinasi. Wakil Gubernur Maluku M.A. Latuconsina mengatakan Rapat Koordinasi Dinas Infokom Provinsi Maluku dengan jajaran Infokom seluruh kabupaten/kota serta mitra terkait seMaluku ini sangat strategis, karena akan mengevaluasi program kerja tahun sebelumnya, serta menyusun program tahun berikutnya.

Informasi yang disampaikan Dinas Infokom Provinsi Maluku cukup berat, karena harus diolah oleh aparat Infokom sehingga dapat secara jelas disampaikan kepada masyarakat melalui media cetak, media elektronik, media tradisional, ataupun melalui website.

Demi terciptanya masyarakat berbasis informasi pada 2015 sesuai dengan WSIS, berbagai pembangunan di bidang informasi dan komunikasi terus dilakukan. Di antaranya adalah situs pemerintah. Sejak 2004 Pemerintah Provinsi Maluku telah memiliki situs resmi dan pernah mendapat Juara II nasional penilaian website seluruh Indonesia.

Wagub minta agar pengelola website harus terus meningkatkan kinerjanya agar dapat memberikan informasi dan data yang dibutuhkan masyarakat serta mampu mempromosikan Maluku ke luar. Dari Rakor ini diharapkan Dinas Infokom mampu merumuskan berbagai program yang mengacu pada visi dan misi serta rencana strategis Pemprov Maluku 2003-2008.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sistem Informasi Kesehatan Online di Sumatera Barat

Untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara terpadu kepada masyarakat, Pemprov Sumbar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengembangkan Sistem Informasi Kesehatan Online. Informasi kesehatan ini dapat diakses secara online dari seluruh kabupaten/kota melalui rumah sakit dan Puskesmas itu.

Dengan layanan online, maka koordinasi, proses pangambilan keputusan, proses penanganan masalah, peningkatan kinerja petugas kesehatan, dan data kesehatan dapat diperoleh secara akurat dan real time. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat merupakan jawaban untuk mendapatkan informasi dalam bentuk pelaporan yang cepat dari seluruh pusat pelayanan kesehatan di kabupaten/kota.

Rencana pengembangan Sistem Informasi Kesehatan online tersebut diawali dengan penanda-tanganan kerja sama pada 28 Mei lalu, antara Dinas Kesehatan Sumbar diwakili Kepala Dinas Kesehatan, Rosnini Syavitri, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Divisi Regional Sumatera diwakili Executive General Manager, Muhammad Awaluddin, dan PT Inovasi Net diwakili oleh direkturnya M. Hanif Dinada. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Sumbar, H. Gamawan Fauzi.

Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan online Dinas Kesehatan merupakan implementasi dari UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pembaharuan Sistem Informasi kesehatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota. “Dengan adanya Sistem Informasi Kesehatan online, ini akan menjadikan basis dan pondasi informasi data kesehatan dari seluruh Puskesmas, rumah sakit, Dinkes kabupaten/kota dan dinas provinsi dapat terintegrasi dengan baik,” tutur Rosnini.
(E. Ari Astuti)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Diklat Pengenalan Dasar TIK dan e-Goverment di Sulawesi Selatan


Setelah di Padang Sumatera Barat, Badan Litbang SDM Depkominfo, akhir Juni lalu kembali memberikan diklat pengenalan dasar TIK dan e-government bagi aparatur pemerintah di Sulawesi Selatan. Pada kesempatan tersebut juga, dalam rangka meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia aparatur pemerintah daerah, ditanda-tangani MoU antara Badan Litbang SDM Depkominfo dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Penandatangan dilaksanakan oleh Kepala Badan Litbang SDM (Aizirman Djusan) dengan Sekretaris Daerah Propinsi Sulawesi Selatan (H. A. Muallim) bertempat di Badan Pengembangan SDM Aparatur (BPSDMA) Provinsi Sulawesi Selatan.

Pada kesempatan tersebut Kepala Badan Litbang SDM Depkominfo mengatakan, bahwa upaya meningkatkan kesadaran dan kemampuan aparat pemerintah dalam mengakses informasi berbasis TIK memiliki fungsi ganda. Pertama meningkatkan kemampuan akses informasi. Kedua, meningkatkan kemampuan aparat dalam pelayanan publik yang lebih baik. Sementara itu, pada kesempatan yang sama Sekda Provinsi Sulawesi Selatan yang membacakan sambutan Gubernur H. Amin Syam menyampaikan harapan agar MOU yang telah ditandatangani ini dapat ditindaklanjuti bersama sehingga bermanfaat bagi aparatur pemerintah daerah di wilayah Indonesia Timur.

Penandatangan Nota Kesepahaman kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Pelatihan Literasi Pengenalan Dasar TIK dan Pengenalan Dasar e-Government yang belangsung dari diikuti oleh 60 peserta mewakili kabupaten/kota dari provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Maluku.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Layanan Internet Gratis Pangkal Pinang

SKota Pangkal Pinang selangkah lebih maju. Kini sekolah di sana bisa memanfaatkan internet gratis yang disediakan oleh Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang. Ini berkat adanya Pangkalpinang Educational Cyber City (PECC) yang direncanakan oleh Dinas Pendidikan di sana.

Memang, diawali dengan semangat menjadi yang ter-depan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang berusaha membangun PECC. Untuk mengawali pengembangannya, Dinas kemudian membangunan infrastruktur WAN (Wide Area Network) yang baru serta pemanfaatan kembali infrastruktur WAN yang telah ada.

“Bebagai kendala kami hadapi mulai dari faktor alam hingga SDM, namun dengan keinginan yang kuat akhirnya jaringan PECC ini diresmikan oleh Mendiknas 14 November tahun lalu,” ungkap Edison Taher, kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang. Menurut Edison, pemerintah pusat memberikan bantuan melalui dana APBN sebelum Rp1 miliar untuk penggunaan pulsa milik Telkom dengan skala besar dengan kapasitas 1 mega pulsa hingga siswa bisa mengakses gratis.

“Penggunaan Pangkalpinang Education Cyber City yang diterapkan di Kota Pangkalpinang sangat mendukung dan menunjang peningkatan mutu pendidikan,” tambah Edison bangga. Dengan visi PECC “Terdepan dalam pengembangan ICT menuju SmartEdu”, beberapa sekolah, kantor pemerintahan (Pemda) berada dalam jaringan WAN PECC. Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang menargetkan pada 2008 semua sekolah (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK) negeri dan swasta sekota Pangkalpinang akan terkoneksi pada jaringan PECC termasuk semua kantor-kantor instansi dibawah naungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.


Adapun fasilitas Jaringan PECC yang sudah bisa dimanfaatkan di anta-ranya adalah layanan internet, intra-net, VOIP, dan hotspot wire-less. Ke depan fasilitas lainnya akan terus dikembangkan di antaranya dengan e-learning berbasis WEB, modul, absensi menggunakan sidik jari, dan masih banyak lagi yang lainnya yang kesemuanya tentu saja berhubungan dengan TIK. Dengan didasari kemampuan finan-sial sekolah yang sangat terbatas untuk dapat mengakses fasilitas dan layanan di atas maka melalui kebi-jakan Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang semua fasilitas dan layanan ini bersifat gratis.

Dengan pemanfaatan layanan internet khususnya secara gratis semua sekolah dapat melihat data sekolah melalui NPSN (Nomor Pokok Siswa Nasional), data siswa melalui NISN (Nomor Induk Siswa Nasional), dan data guru melalui NIGN (Nomor Induk Guru Nasional) yang kesemuanya dapat diakses melalui portalnya Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional) serta dapat mengakses bank soal dan modul-modul pembelajaran. Edison Taher melanjutkan pemanfaatan PECC ini tidak dapat dipetik hasilnya secara cepat. Mungkin 3 atau 4 tahun ke depan baru benar-benar bisa dirasakan manfaatnya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 


KEMBALI
  l  HAL SEBELUMNYA  l  KE ATAS

 

Copyright © www.majalaheindonesia.com 2007