Menkominfo
Jelaskan MoU Microsoft di DPR
Dalam
Rapat Kerja Menkominfo dengan anggota Komisi I DPR RI yang berlangsung
hingga 25 Januari, dini hari, akhirnya dewan menetapkan status
peninjauan kembali penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara
Pemerintah Indonesia dengan Microsoft. Hal ini sesuai dengan putusan
dewan yang dibacakan oleh Ketua Komisi 1 DPR Theo L. Sambuaga.
“Komisi 1 DPR RI mendesak Menkominfo meninjau kembali MoU
dengan PT Microsoft Indonesia, dengan berkoordinasi antar depar-temen
serta mengedepankan prinsip-prinsip transparansi anti monopoli,
non-ekslusif, dan tetap mengutamakan pengembangan IGOS,”
ujarnya sembari mendesak Menkominfo untuk meninjau kembali MoU
tersebut tanpa memberi keputusan menerima atau menolaknya.
Dalam rapat panjang tersebut, Theo juga menambahkan, dari seluruh
pembicaraan yang dilakukan, hampir semua inisiatif yang dilakukan
Menkominfo niatnya baik. Sayangnya, sarana, prosedur, dan beberepa
substansinya keliru. Dengan begitu, MoU tersebut disebutnya tidak
transparan, tidak anti monopoli yang bersifat ekslusif. Dikhawatirkan
pula, dampak dari MoU tersebut, akan membuat perkembangan IGOS
tersendat.
(Chandra
Wirawan)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Indonesia ICT Summit 2007
Berlangsung
di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center (JCC), pada 23
Januari 2007, detikINET bekerja sama dengan Exelcomindo dan Cisco
System menye-lenggarakan sebuah ajang berbagi informasi mengenai
perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) bertitel
Indonesia ICT Summit 2007 dengan tema “Mobile Convergence
Trend”.
Dalam acaranya yang dihadiri komunitas TIK ini, ber-peran sebagai
keynote speaker antara lain, Donny B.U (Koordinator ICT Watch
dan Managing Editor detikINET), Basuki Yusuf Iskandar (Dirjen
Postel), TT Sreekumar (Peneliti TIK dan Asisten Professor National
University of Singapore), Suanta P. Bukit (GM Business Alliance
and Service XL), Khoo Boo Leng (consulting system engineer Cisco
Systems Asia Pasific), Giri Suseno (Ketua Umum Mastel), dan Silvia
Sumarlin (Sekjen APJII).
Dalam sesinya, Basuki Yusuf Iskandar, mengatakan, “Semakin
berkembanganya tren teknologi di tanah air, industri kita tidak
boleh meletakkan sektor telekomunikasi hanya pada telekomunikasi
saja. Tetapi semua itu harus mengacu pada tujuan pembangunan,”
ujarnya di hadapan peserta.
(Chandra
Wirawan)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Telkom
Kejar Target “Infusion 2008” dengan Platform HP
Di
tengah transformasi sistem bisnis yang bertitel ‘Infusion
2008’, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom), siap mewujudkan
paradigma ‘smart your business, up your service’ yang
langkah awalnya telah diusung sejak 2006. Hal ini diutarakan oleh
Indra Utoyo, senior general manager Information System Center
PT Telkom pada saat kunjungan wartawan dalam rangkaian “Hewlett-Packard
(HP) Journalist Workshop 2006” yang berlangsung pada 14-17
Desember 2006.
Menurut Indra, pada tahun 2006, proyek TI Telkom mulai menuju
integrasi sistem dua arah untuk pengelolaan yang lebih efisien
setelah akuisisi Divre VII (Kawasan Indonesia Timur) dari Bukaka-Singtel
ke Telkom pada November lalu. Untuk pengembangan TI, Telkom menyisihkan
3 persen pendapatan keseluruhan. Khusus tahun 2006, dana yang
telah didapatkan berkisar Rp 900 miliar. “Kami optimistis
tahun 2008, target ‘Infusion 2008’, karena kita sudah
memiliki framework IT yang jelas dan terarah untuk menuju ke sana,”
paparnya.
Indra mengaku, Telkom telah menggunakan berbagai jenis teknologi
untuk mengejar target ‘Infusion 2008’, mulai dari
yang telah dikembangkannya sendiri maupun dengan vendor penyedia
solusi TI. Seperti platform HP yang telah digunakan di semua billing
system Telkom. Selain itu, perusahaan yang memiliki 29.571 pegawai
dan petugas operasional ini memanfaatkan platform HP Openview
untuk mendukung Network Management System yang telah dikembangkan.
(Chandra Wirawan)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Wisuda
BSI dan Rekor Muri
Akhir
tahun lalu, Akademi Bina Sarana Informatika (BSI) menggelar “Wisuda
XVI Program Diploma III dan Wisuda XXVII Program Diploma I”
yang berlangsung di Hall A, Jakarta Convention Center (JCC). Prosesi
wisuda yang turut dihadiri Haryoto Kusnoputranto, Koordinator
Kopertis Wilayah III, ini melantik sekitar 5.038 wisudawan/ti
Program Diploma III dan Diploma I dari empat akademi yang ada,
seperti Akademi Manajemen Informatika (AMIK), Akademi Sekretari
dan Manajemen (ASM), Akademi Bahasa Asing (ABA), dan Akademi Komunikasi
(AKOM).
Di sela-sela prosesi wisuda yang mengkolaborasikan kekhidmatan
dan entertainment ini, Naba Aji Notoseputro, Direktur Akademi
BSI mengharapkan agar para lulusan dapat segera mengabdikan ilmunya
kepada bangsa dan negara. “Kita ingin mereka segera mendapatkan
pekerjaan. Bagi yang mampu, mereka bisa melanjutkan ke pendidikan
Strata 1 (S-1) di beberapa perguruan tinggi yang bekerja sama
dengan Akademi BSI, seperti STIMIK Nusa Mandiri, Universitas Budi
Luhur, dan STIMIK Perbanas,” ujar Naba yang mengaku tengah
menyiapkan Job BSI Expo yang nantinya merupakan ajang bursa kerja
bagi para alumni Akademi BSI. “Sudah ada 35 perusahaan yang
bergabung. Mereka inilah yang kami dorong agar memanfaatkan lulusan
kami. Karena Akademi BSI memiliki tenaga untuk posisi TI, sekretaris,
bahkan entertainment.”
Bertepatan dengan pagelaran wisuda tersebut, Akademi BSI juga
berhasil menciptakan rekor MURI (Musium Rekor Indonesia) untuk
kategori “Training Internet Terlama”. Acara training
internet sepanjang 32 jam tersebut digelar di GOR Jakarta Utara
dengan melibatkan 20 tenaga trainer yang memberikan pelatihan
internet kepada masyarakat secara gratis dengan dukungan 20 PC
dan jaringan yang disokong oleh PT Telkom yang pada 12 Desember
2006 telah melakukan penandatanganan MoU dengan Akademi BSI untuk
pembangunan infrastruktur interanet yang menghubungkan ke-36 kampus
Akademi BSI dalam satu jaringan.
(Chandra
Wirawan)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
IGOS Mulai “Menggempur” Pesantren
Ajakan
untuk mengembangkan dan memanfaatkan open source yang dideklarasikan
Kementerian Ristek, Depko-minfo, Diknas, Departemen Hukum dan
HAM, dan MenPAN lewat program IGOS (Indonesia, Go Open Source!)
telah ‘merasuk’ dalam lingkungan pesantren. Salah-satu
pesantren yang telah memanfaatkan open source sebagai sistem operasi
penunjang keilmuan santri adalah Pesantren Persatuan Islam (Persis)
99. Hal ini terkuak dalam acara “Milad XVII dan Reuni Akbar
Pesantren Persis” yang berlangsung 4-7 Januari 2007. Acara
tersebut dihadiri oleh Menristek Kusmayanto Kadiman, Sekda Kabupaten
Garut Ahmad Mustaqien, dan beberapa petinggi Telkom.
Sebelum mewujudkan Cyber Pontren, pesantren yang berada di Rancabango,
Garut, Jawa Barat, ini telah mengundang Tim IGOS Ristek untuk
melakukan pelatihan bagi para pengajar pesantren. “Selama
ini pesantren dicitrakan sebagai lembaga pendidikan yang tradisional
dan ketinggalan zaman. Padahal, banyak para pemimpin bangsa ini
yang berangkat dari pondok pesantren. Nah, sekarang ini fenomena
yang terjadi pesantren sudah mulai mengakrabi TI dan Bahasa Inggris,”
ujar Aceng Zakaria, pimpinan Pesantren Persis 99 Rancabango.
Nah, dimanfaatkannya TI oleh 60 ustad pengajar dan 700 santri
di lingkungan pesantren tersebut, menurut Kusmayanto memang sudah
sepatutnya. “Jangan pernah takut dengan teknologi karena
hidup tidak akan lepas dari hal ini. Sebagai manusia kita dituntut
untuk ambil dan meman-faatkannya. Bagaimana pun teknologi tidak
dapat dipisahkan dalam perkembangan pondok pesantren saat ini,”
ujarnya sambil menyebut teknologi dapat memberikan jawaban terhadap
kebutuhan manusia.
Sementara itu, demi berlangsungnya kehidupan pesantren digital
di Pesantren Persis 99, dalam acara tersebut, selain memberikan
bantuan berupa Warintek (Warung Informasi dan Teknologi) yang
didukung dengan 20 PC Pentium III, Ristek juga mengajak Telkom
berpastisipasi dengan memberikan 10 unit PC Pentium IV dan koneksi
internet Speedy gratis selama setahun. “Berpastisipasinya
Telkom dalam hal ini karena sudah saatnya program Internet Goes
To School yang kami jalankan masuk ke pesantren, jika sebelumnya
di sekolah umum dan pemerintah,” ujar Abdul Aziz dari Telkom
Divre III Jawa Barat yang turut memberikan sambutan dalam acara
tersebut.
(Chandra Wirawan)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Seminar dan Workshop
Pemasaran Melalui Internet
Bank Indonesia
Yogyakarta bekerja sama dengan Dispe-rindagkop Prop. DIY dan Inixindo
Jogja sebagai partner dari APEC Digital Opportunity Center (ADOC)
meng-adakan seminar dan workshop “Strategi Melipatgandakan
Penjualan Melalui Media Internet” untuk Usaha Kecil Menengah
(UKM). Seminar dilaksanakan Kamis, 14 Desember 2006 bertempat
di Bangsal Mataram, Kantor Bank Indonesia Yogyakarta. Seminar
berlangsung dari pukul 09.00 s.d 12.00 WIB sedangkan workshop
ber-langsung dari pukul 13.00 s.d 15.30 WIB.
Seminar sengaja memilih topik tersebut, karena per-masalahan utama
yang dihadapi oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah hal-hal
yang berkaitan dengan aspek pemasaran. Biasanya mereka mudah untuk
membuat suatu produk tapi kesulitan dalam memasarkannya. Dengan
strategi pemasaran yang lebih jitu dan efisien serta memanfaatkan
teknologi informasi, diharapkan penjualan mereka akan meningkat.
Hadir dalam seminar tersebut 3 nara sumber, yaitu BM. Purwanto
(akademisi dari UGM) yang memaparkan mengenai teori-teori pemasaran
dan strategi pemasaran untuk kalangan Usaha Kecil Menengah (UKM);
Yudi Hantoro (PT Rumindo) memaparkan mengenai implementasi dan
manfaat teknologi informasi untuk UKM; serta Surahyo, (Direktur
Inixindo Jogja) memaparkan mengenai e-commerce untuk UKM dan beberapa
tips dan trik dalam penggunaan e-commerce. Setelah sesi seminar
dilanjutkan dengan workshop mengenai pengenalan internet untuk
UKM dan pembuatan website sederhana yang dipandu oleh M. Yazir.
Zain. 
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Moch. Yunus Akan Tampil
di APCONEX 2007
BSedikitnya
80 bank yang terdiri dari bank nasional swasta, bank campuran,
bank syariah, bank milik pemerintah dan bank pemerintah daerah,
serta bank perkreditan rakyat, akan menyemarakan Apconex 2007
yang bakal diselenggarakan 9-11 Mei mendatang di Jakarta Convention
Center. Begitulah yang dicetuskan Perbanas, selaku penyelenggara
perhelatan akbar tersebut pada konferensi persnya, pertengahan
Februari lalu di Hotel Mulia, Jakarta. “Apconex tetap menjadi
ajang bertemunya praktisi, regulator, akademisi, dan pelaku perbankan
nasional. Selain itu Apconex 2007 nantinya tetap menghadirkan
sejumlah tokoh dan pakar berkaliber internasional untuk berbagi
pengetahuan dan diskusi dalam format konferensi maupun workshop,”
ujar Sigit Pramono, Ketua Perbanas.
“Selain Presiden
SBY yang akan menghadiri pembukaan Apconex 2007, kami juga akan
mendatangkan Moch. Yunus peraih nobel dari Srilangka yang telah
berhasil menjalankan kredit mikro bagi rakyat kecil. Semoga pengalaman
beliau dapat memberikan masukan kepada kita untuk lebih dapat
memberikan layanan dan pinjaman kepada pelaku usaha kecil,”
janji Richardus Eko Indrajit, selaku salah-satu organizing committee
Apconex 2007.
(Chandra
Wirawan)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------