Majalah e-Indonesia - Media ICT Wahana Merajut Nusantara

 

Dua Buah Jaguar Bagi Pelanggan Indosat

Setelah memanjakan pelanggan Mentari dengan program “Punya Indosat” dan pelanggan IM3 lewat program “In-dosat Spektakuler”, kini Indosat meluncurkan program “Poin Plus Plus” yang merupakan program apresiasi bagi seluruh pelanggan Indosat, baik pengguna kartu pasca bayar Matrix dan Starone maupun pra bayar Mentari, IM3, dan Jagoan, melalui mekanisme pengumpulan poin yang didasarkan atas pemakaian atau isi ulang pulsa dan lamanya berlangganan.

Mengenai program tersebut, Wahyu Wijayadi, direktur marketing PT Indosat, Tbk. mengatakan, “Kita meng-apresiasikan program tersebut kepada seluruh pelanggan Indosat dengan memberikan bonus hadiah setiap hari, setiap bulan, hingga akhir tahun ini dengan rentetan hadiah yang mencapai miliaran rupiah.” Rentetan hadiah yang dimaksud adalah Hadiah Harian berupa uang tunai Rp 500.000 kepada 50 pelanggan per hari pada bulan September 2006, Hadiah Bulanan berupa Nokia 9300 kepada 25 pelanggan pasca bayar untuk bulan Oktober 2006 dan 50 pelanggan prabayar dan pasca bayar yang memiliki poin tertinggi per bulan, mulai September hingga Desember 2006 berupa pulsa Rp. 200.000.

Nah, yang menjadi puncak dari program tersebut adalah Hadiah Akhir Tahun berupa 2 buah Jaguar, 20 voucer wisata @ Rp 10 juta, 100 uang tunai @ Rp 5 juta, 100 handphone Nokia 7370, dan 1.000 beasiswa @ Rp 1 juta. Pemberian hadiah akan dilakukan pada akhir tahun minggu ke-2 Desember 2006 kepada pelanggan pasca bayar dan pra bayar yang diundi berdasarkan sisa poin yang dimiliki pelanggan. Setiap kelipatan 1.000 poin (pembulatan keatas) mendapatkan 1 kupon undian.
(Chandra Wirawan)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Metrodata “Solution Day 2006”

Seiring di usianya yang ke-31, PT Metrodata Electronics menggelar seminar dan pameran tahunan, Solution Day 2006 pada akhir Agustus lalu di Hotel Shangrila, Jakarta. Berbagai tema dan pembicara turut dihadirkan dalam acara yang bertema “IT Outsourcing” tersebut, di antaranya Tal Adam Benzion (business and marketing director Microsoft Indonesia), Kriss Data (managing di-rector SAP Indonesia), Karl Velhuslt (marketing director CA South Asia), Eugene Wee (senior market analysist IDC Asia Pasific), dan Adi J. Rusli (managing director Oracle Indonesia).

Setelah masing-masing pembicara memaparkan tema yang dibawakan, acara berlanjut dengan adanya seminar yang terbagi dalam 7 track paralel yang membahas mengenai Enterprise Resource Planning (ERP), Customer Relation Management (CRM), IT Infrastructure, IT Outsourcing, hingga security.

Dalam sambutannya, Lesan Limanardja, presiden direktur Metrodata menyampaikan bahwa acara tersebut bertujuan menambah wawasan kepada para pelaku bisnis betapa IT Outsourcing meru-pakan salah-satu cara terbaik dalam mengimplementasikan TI di bisnis yang dijalankan. Apalagi, diutarakan oleh Lesan, setelah memasuki usianya yang ke-31, Metrodata memantapkan bisnisnya di jalur bisnis distribusi dan bisnis solusi yang merupakan IT Outsourcing Company.
(Chandra Wirawan)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kaspersky Lab Siap Melindungi Data

Setelah menandatangani kerja sama dengan PT Optima Solusindo Informatika yang berperan sebagai distributor tunggalnya di Indonesia pada Juni 2006, Kaspersky Lab menyatakan siap memberikan perlindungan penuh ter-hadap segala ancaman dari internet yang dapat merusak sistem komputer dan jaringan kepada lembaga bisnis, perusahaan penyedia jasa, lembaga pendidikan, dan pe-merintah di Tanah Air.

Hal tersebut diutarakan Victor Herlianto, business deve-lopment manager PT Optima Solusindo Informatika, pada jumpa pers 23 Agustus lalu di Jakarta. Didampingi Ernst Kelting, senior VP APAC/SE Kaspersky Lab, Victor mengatakan, “Kehadiran Kaspersky ini me-lengkapi jajaran produk Optima Distribution untuk melayani para pelanggan dan reseller. Kaspersky sendiri merupakan perusahaan yang unggul di sisi teknologi masa depan dan memiliki kemampuan untuk mendetekasi virus lokal dengan baik.”

Sementara itu kepada pers, Ernst mengatakan bahwa produk Kaspersky Lab mampu melindungi penggunanya tidak hanya secara personal, melainkan mampu melindungi perusahaan berskala kecil, menengah maupun besar dari serangan-serangan yang sangat berpotensi merusak sistem komputer. Malah, produk dari perusahaan yang berdiri sejak 1989 di Moskow, Rusia, ini mampu mengatasi serangan virus, spyware, adware, pornware, trojans, worms, hacker, spam dan lainnya dalam satu paket produk. “Dengan memiliki lebih dari 200 juta pengguna, Kaspersky memiliki keunggulan yang tidak dimiliki produk sejenis dari para kompetitor, seperti detection rates, response to know threat, frequency of updates, dan superior anti spyware protected. Bahkan untuk serangan virus terbaru kami lebih siap menangkalnya,” ujar Ernst.
(Chandra Wirawan)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Diskon Untuk Up Grade ke Vista Dari Microsoft

Gembar-gembor akan diluncurkannya Windows Vista sebagai produk teranyar dari Microsoft, mem-buat para pengguna setia dari produk Bill Gates tersebut siap bermigrasi. Alih-alih meskipun harga resmi Windows Vista belum dipublikasikan, toh harapan akan sebuah potongan harga menjadi isu yang mendatangkan kebijakan baru, yakni kemungkinan pemberian diskon bagi pelanggan yang ingin meng-upgrade PC-nya dengan produk tersebut.

Tentunya pemberian diskon bukan “kebaikan” yang tanpa mengharap pamrih. Sudah tentu kebi-jakan ini merupakan bagian dari sistem promosi yang dilakukan Microsoft yang rencananya akan diberlakukan pada musim liburan. Gambaran akan kebijakan diskon tersebut merupakan hasil dialog Kevin Kutz, direktur Microsoft Windows Client Group dengan para produsen PC dan pihak ritel. Sayangnya, berdasarkan informasi yang disadur e-Indonesia, Kutz menolak untuk menjelaskan detail dari rencananya tersebut.

Sementara itu perkembangan dari Windows Vista sejauh ini masih tersendat dengan berbagai penundaan. Namun diramalkan produk tersebut akan dilempar ke pasar small business pada November tahun ini, sedangkan para konsumen personal dapat menikmatinya pada Januari 2007 nanti. Namun hal ini ditampik oleh Geogre Shiffler, direktur Penelitian dari Gartner Group yang mengatakan bahwa hal tersebut di luar kebiasaan Microsoft yang selalu meluncurkan produk terbaru setelah sembilan bulan merilis versi trialnya. Untuk Vista Beta 2 yang merupakan versi trial dari sistem operasi terbaru Microsoft telah diluncurkan pada Mei silam.
(Chandra Wirawan)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Seminar Manajemen dan Automasi Perpustakaan


Dengan dukungan Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Sekjen ASEAN, INTI College Indonesia menyelenggara-kan “Seminar Manajemen dan Automasi Perpustakaan” pada pertengahan Agustus lalu. Acara yang dihadiri oleh puluhan komunitas pustakawan tersebut diisi dengan pe-maparan beberapa pakar manajemen perpustakaan, seperti Drs. Zulfikar Zen, MA (Departemen Ilmu Per-pustakaan dan Informasi Universitas Indonesia) yang membahas tema “Manajemen Perpustakaan Sekolah”, dilanjutkan pemaparan “Modernisasi Perpustakaan” oleh Dra. Endang Ernawati, M.Lib (Kepala UPT Perpustakaan Universitas Bina Nusantara).

Seminar ditutup dengan pembahasan tema “Pengembangan Sistem Otomatisasi Perpustakaan” oleh B. Mustafa, library automation specialist dari Institut Pertanian Bogor. Dalam pembahasannya, Mustafa memaparkan, “Sistem otomatisasi perpustakaan adalah sistem yang memanfaatkan TI terutama penggunaan komputer untuk melaksanakan kegiatan rutin yang sehari-hari dilakukan di perpustakaan, seperti pengembangan koleksi, pengolahan bahan pustaka, pencarian informasi dokumen dan proses transaksi peminjaman dan pengembalian atau sirkulasi buku.” Dalam pelaksanaannya, Mustafa mengingatkan agar otomatisasi dilakukan semata-mata dengan berlan-daskan kepada faktor kebutuhan, efisiensi kerja, dan faktor pembelajaran dan pendidikan.
(Chandra Wirawan)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nortel Secure Always-On Networking

Sebagai bentuk antisipasi permasalahan bisnis yang berhubungan dengan kerusakan jaringan dan keamanan-nya pada sebuah perusahan, Nortel telah meluncurkan solusi Secure Always-On Net-working pada pertengahan Agustus lalu. Dalam konferensi pers dan demonstrasi yang digelar, Bobby Lim, product & solution marketing team Nortel Asia Pasific, memaparkan bagaimana solusi tersebut dapat mengantisipasi kerugian perusahaan yang diakibatkan oleh rusaknya berbagai aplikasi penting se-bagai dampak dari kerusakan jaringan yang secara tiba-tiba maupun kerusakan sistem keamanannya.

Dengan solusi Nortel Secure Always-On Networking, menurut Bobby, setiap perusahaan dapat mengoperasikan jaringan terkonvegensi secara aman dan cepat pulih dari gangguan atau kerusakan (resilient). Malah, solusi tersebut sanggup memulihkan jaringan yang terinterupsi di bawah hitungan satu detik dari setiap kerusakan yang tiba-tiba. “Bagi perusahaan yang menggunakan berbagai aplikasi multimedia, kemampuan tersebut merupakan prasyarat penting.”

Selain itu, dengan arsitektur open standard, kalangan bisnis dengan sangat mudah dan aman dapat melakukan interoperabilitas dengan setiap switches dari vendor manapun dan juga dimudahkan dalam bermigrasi jaringan terkonvengensi generasi berikutnya. “Solusi ini sangat penting, mengingat tren yang terjadi sekarang, banyak perusahaan yang tidak lagi mengandalkan traffic data, tetapi multimedia (konvergen) dalam jaringannya, ujar Bobby.
(Chandra Wirawan)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Pameran CDMA 2006

Untuk kedua kalinya 2nd Indonesian CDMA Technology Exhibitions digelar di Assembly Hall Jakarta Convention Center akhir bulan lalu. Pameran yang juga diikuti ber-bagai perusahaan jasa telekomunikasi dan media itu menampilkan berbagai produk handphone mutakhir, ter-masuk kemudahan dan kemurahannya.

Soal kemurahan dan kemudahan, Qualcomm Chip Set misalnya, juga tidak mau ketinggalan. Dengan produk Coter C-100, perusahan itu menawarkan solusi memiliki line telepon paralel 6 pesawat tanpa mengurangi kuali-tas suara. Dengan harga Rp990 ribu, telepon itu dapat dipakai di supermarket, bank, hotel, kantor, wartel, dan rumah. Coter C-100 juga dapat disambung-kan dengan PABX dan answering machine.

Pemeran yang berlangsung lima hari itu ramai dikunjungi, sebagian memang ingin melihat per-kembangan dunia telekomunikasi, sebagian lagi karena memang ingin membeli handphone.
(Ardi Winangun)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


NEC Luncurkan Notebook Generasi Terbaru

Pada pertengahan bulan September ini, NEC Computers Asia Pacific memperkenalkan notebook generasi terbaru: NEC Versa E6210 dan E6200. notebook tersebut meru-pakan hasil rancangan Jun Katsunuma, desainer peraih penghargaan internasional. Dengan menggunakan Intel Core 2 Duo terbaru, NEC menjadi salah-satu perusahaan komputer pertama dalam menggunakan prosesor ter-baru untuk setiap produk yang dikeluarkan.

Notebook NEC terbaru itu juga termasuk yang pertama kalinya menampilkan fitur tombol aktifitasi one-touch Skype untuk kemampuan komputasi yang mobile, komunikasi dan aplikasi internet yang lebih besar dengan mengintegrasikan Webcam digital.

Notebook dengan kemampuan komunikasi suara dan gambar serta dilengkapi one-touch video-con-ference itu, dapat aktif dalam sekejap. Ini memberikan keuntungan yang lebih dalam teknologi telekomunikasi bagi penggunanya, baik lewat kemudahan pengoperasiannya maupun biaya yang jauh lebih murah. Sebagai tambahan, melalui Webcam yang built-in, pengguna dapat saling mengekspresikan wajah lawan bicara ketika mereka sedang berkomunikasi, “Bahkan dalam keadaan tanpa kabel (wireless),” ujar Wung Teng Guo, managing director, South and Southeast Asia Sales, NEC Computers Asia Pasific. (Ardi Winangun)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 


KEMBALI
  l  HAL BERIKUTNYA  l  KE ATAS

 

Copyright © www.majalaheindonesia.com 2006