|
|
Nikah
Via Internet
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ |
(Sambungan
dari halaman 1)
Belum
Pernah Bertemu
Perkenalan Rita dengan Tris dicomblangi oleh bos Rita di Northrop
Rice USA (NRUSA) Malaysia, Ibrahim Karim. Rita mengaku sangat percaya
dengan bosnya. “Ia sudah saya anggap seperti Bapak sendiri.
Dengannya tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan
baik.” Karenanya, begitu dikenalkan dengan Tris, Rita pun
tak segan untuk menjalin komunikasi secara intens dengan pria yang
sudah tinggal di California selama enam tahun itu.
Untuk mengenal satu sama lain alias pedekate, mereka berinteraksi
lewat chatting dan email. “Hampir setiap hari kami chatting
dan berkirim email,” tutur Rita. Sebagai pelengkap, mereka
saling kirim foto. Cinta keduanya pun cepat bersemi. Tak dinyata,
setelah tiga kali chatting, Tris langsung melamar Rita. “Melamarnya
juga lewat chatting,” ujar Rita tersipu malu. Tiga bulan berselang
setelah perkenalan, mereka memutuskan untuk menikah meski keduanya
belum pernah bertemu secara langsung.
Keabsahan Secara Syariah
Pernikahan yang dilakukan Rita dan Tris, merupakan hal yang unik.
Lantas bagaimana dengan keabsahan pernikahan yang tidak dihadiri
mempelai pria secara langsung ini? “Saya tidak bisa mengatakan
pernikahan tersebut sah atau tidak,” ujar Ma’ruf Amin,
ketua MUI. “Yang penting harus sesuai dengan ijab Kabul. Nah
ijabnya bagaimana?” tambah Ma’ruf. Sekali lagi ia tidak
mau berkomentar banyak soal pernikahan itu. Menurut Ma’ruf
semua itu harus dibahas dulu. “MUI harus merapatkannya dulu.
Saya tentu saja tidak bisa memutuskannya sendiri,” katanya
lebih lanjut.
Pernikahan antara Rita dan Tris membuktikan bahwa information and
communication technology telah mengglobal dan dapat digunakan untuk
menyatukan cinta dua manusia. Kemajuan teknologi
yang dimiliki Telkom telah menjembatani jarak ribuan kilometer dan
waktu ribuan menit. Kami ikut senang dengan pernikahan jarak
jauh ini.
Bambang Tri Winarko (General
Manager Telkom Kandatel Bandung.)
Menangapi seputar keabsahan pernikahan, Edi Djatmiko, yang bertindak
sebagai wali Rita mengatakan sudah berkonsultasi dengan berbagai
pihak mengenai rencana nikah jarak jauh tersebut. “Sebelumnya,
sudah saya konsultasikan dengan KUA, MUI, juga ke Daarut Tauhid,”
tutur Edi. Bagi Rita sendiri, pernikahan jarak jauh merupakan solusi
yang dianggap terbaik. Baik bagi dirinya maupun Tris, agar ketika
mereka bertemu di California, keduanya telah sah menjadi suami isteri.
Sebenarnya, mereka ingin melangsungkan pernikahan seperti pada umumnya.
“Tapi karena mas Tris tak bisa pulang ke Indonesia, kami lakukan
seperti ini,” tutur Rita yang akan terbang ke California,
8 Februari ini.
Ditambahkan wanita yang telah tinggal di negeri jiran selama empat
tahun ini, dirinya sangat terbantu dengan kecanggihan ICT dewasa
ini. “Entah kalau tidak ada internet, apa kami bisa berkenalan
lalu menikah seperti ini,” ungkapnya. Di akhir acara, ia pun
berpesan kepada pria yang telah menjadi suaminya, “Hati-hati
di sana Mas. Sampai ketemu.” Kecanggihan internet telah mempertemukan
dan menyatukan cinta mereka. 
(Faizah Rozy, Andy Zoeltom)
|
|
|
|