| Artikel
Sumatera Pulau Digital Edisi No.23 / 2 |
Menuju
Sumatera Digital
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Langkah untuk menuju Sumatera Digital sudah dimulai. Pembuatan
situs untuk pengembangan komunitas mulai dilakukan. Perlu
kerja sama dengan berbagai pihak agar target tersebut terealisasi.
Dalam waktu dekat masyarakat Samosir boleh jadi akan kedatangan
lebih banyak wisatawan. Entah itu wisatawan dalam negeri
atau wisatawan manca negara. Pasalnya kini sudah tersedia
website khsusus yang dibuat untuk menarik wisatawan datang
ke Danau Toba, terutama ke Pulau Samosir yang memiliki pemandangan
dan budaya khas Batak yang sangat menarik. Website yang
baru diluncurkan Bupati Samosir Mangindar Samosir pertengahan
Desember lalu itu diberi nama http:www.tuktuksamosir.kampungdigital.com.
Peresmian
website tuktuksamosir.kampungdigital.com
oleh EGM Telkom Sumatera dan Bupati Samosir
Adanya website tersebut diharapkan akan mempermudah mereka
yang akan berkunjung ke Danau Toba atau Pulau Samosir dalam
memperoleh informasi lengkap tentang kawasan wisata tersebut.
Bukan hanya info tentang hotel yang akan didapat tetapi
juga info tentang budaya dan hasil-hasil kerajinan bisa
diakses di website tersebut. “Pembuatan website kampungdigital
ini kami harapkan dapat mendorong promosi wisata Danau Toba
ke manca negara. Para wisatawan yang datang akan mempercepat
pertumbuhan ekonomi di kawasan Samosir dan kawasan lainnya
di sekeliling Danau Toba,” kata Mangindar Samosir
sumringah.
Mangindar pantas gembira karena selain diresmikannya website
tersebut, daerahnya pada saat bersamaan juga telah dipasok
infrastruktur telekomunikasi Speedy Broadband Access kecepatan
tinggi oleh PT Telkom. Sehingga untuk saat ini di Kabupaten
Samosir telah ada dua lokasi Spedy, yaitu di Ambarita dan
di Pangururan. “Samosir kini telah melakukan lompatan
jauh ke depan. Meski daerah kami boleh dibilang secara geografis
terpencil, tapi dengan diresmikannya website kampungwisata
digital serta adanya layanan Speedy, kabupaten Samosir sudah
mengglobal ke manca negara,” jelas Mangindar tak lepas
dari senyum kegembiraannya. Ia pantas senang karena berkat
adanya fasilitas telekomunikasi tersebut, wisatawan yang
datang ke Tuk Tuk di Pulau Samosir, sudah bisa menikmati
fasilitas hot spot yang disediakan pihak hotel.
Sumatera Digital
Apa yang dialami Kabupaten Samosir tidak lama lagi akan
banyak dialami oleh daerah-daerah lain di Pulau Sumatera.
Mereka semua akan mulai merasakan manfaat adanya internet
melalui akses Speedy yang disediakan PT Telkom. Ya, itulah
salah-satu kegiatan yang dilakukan PT Telkom Indonesia melalui
Telkom Divre Sumatera belakangan ini. “Saat ini kami
memang tengah menggiatkan pembangunan infrastruktur ICT
di seluruh Sumatera guna mewujudkan pulau Sumatera sebagai
Pulau Digital,” ungkap Muhammad Awaluddin, executive
general manager PT Telkom Sumatera kepada e-Indonesia yang
menemuinya ketika peresmian website kampung-wisatadigital
di Pulau Samosir Desember lalu. Untuk mewujudkan hal itu,
Telkom akan segera menuntaskan pembangunan infrastruktur
ICT dalam bentuk layanan Speedy Broadband Access di 132
ibukota kabupaten/kota di Sumatera, tambah Awal.
Presiden
SBY memberi dukungan terhadap kegiatan
PT Telkom dalam mengembangkan layanan internet
untuk komunitas, khususnya Kampung Digital di Sumatera.
Di Provinsi Sumatera Utara sendiri selain Ambarita dan Pangururan
yang baru diresmikan itu, beberapa kota lain pun sudah dapat
mengakses Speedy, seperti Medan, Binjai, Langkat, Lubuk
Pakam, Serdang, Bedagai, Pematang Siantar,Simalungun, Asahan,
Tebingtinggi,Gunung Sitoli, dan Padang-sidempuan. Belum
lagi daerah lainnya seperti di Provinsi Aceh, Sumatera Barat,
Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Provinsi Lampung.
Menurut Awal saat ini pelanggan Speedy di Sumatera sudah
mencapai 40.000 SSL, dan ke depan diharapkan teledensitas
data dan internet dapat meningkat 10% dari pelanggan telepon
tetap yang ada di Sumatera yang saat ini berjumlah 1,2 juta
satuan sambungan.
Selain pembangunan infrastruktur, Telkom Sumatera saat ini
juga tengah melakukan kegiatan yang sifatnya menumbuhkembangkan
ICT. “Sekarang kita memang tengah bergelora untuk
membawa masyarakat Sumatera masuk ke area di mana mereka
bisa mengerti dan memahami internet,” jelas Awaluddin.
Dengan mengajak gubernur dan bupati/walikota, Awal berusaha
mengenalkan ICT ke masyarakat.
Direktur
Konsumer PT Telkom Ermady Dahlan dan
EGM Telkom Sumatera M. Awaluddin berfoto bersama
usai peresmian Kampung Digital Terang Bulan.
Dengan Gubernur Sumatera Utara misalnya, Telkom Sumatera
bekerja sama dengan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
(Baperasda), mengem-bangkan Perpustakaan Digital. “Pengembangan
Perpustakaan dan Arsip Daerah dengan pengimplementasian
TIK adalah yang pertama di Sumatera. Dengan adanya pengimplementasian
TIK ini saya harap akan menjadi daya tarik masyarakat untuk
mengunjungi perpustakaan ini, baik secara manual maupun
online,” ujar Kepala Baperasda Sumut Syaiful Syarif.
Ketika meresmikan Perpustakaan Digital tersebut, Gubernur
Sumut Rudolf Pardede sekaligus juga mencanangkan tahun 2008
sebagai Tahun Kebangkitan TIK di Sumatera. “Pencanangan
ini untuk menjawab kesenjangan digital yang masih tinggi
di tengah masyarakat Indonesia dibandingkan dengan kondisi
masyarakat di negara lain,” ungkap Pardede.
Kampung Digital
Program lain yang juga tengah disasar Telkom Sumatera saat
ini adalah membuat lebih banyak kampung digital. Kampung
wisata digital yang diresmikan di Tuk Tuk Samosir adalah
satu contohnya. Dalam perjalanan, hal yang menarik adalah
ide membuat kampung digital malah datang dari pemuda desa
yang ingin kampungnya maju dan bangkit. Kampung digital
Terang Bulan di Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sumatera
Utara, contohnya. Mereka inilah yang meminta kepada Telkom
agar kampung mereka dapat terakses komunikasi dengan dunia
luar. “Repotnya daerah tersebut belum ada akses telekomunikasi,”
jelas Andang Anshari yang diberi tanggung jawab sebagai
Tim Proyek Sumatera Digital. Namun berkat kerja keras, semangat
anak-anak muda tersebut dapat direspon PT Telkom dengan
memfasilitasi mereka dengan radio link dan layanan Speedy
melalui program Community Development Center (CDC). Kini
daerah mereka sudah dapat diakses lewat website http://terangbulan.kampung-digital.com.
Lewat website tersebut kita bisa melihat bagaimana perkembangan
kegiatan ICT kini sudah merasuk ke daerah yang disebut kampung.
Setiap hari sekitar 30 anak-anak di sana belajar bagaimana
menggunakan internet dan belajar dasar-dasar menggunakan
komputer.
Menurut Awaluddin, saat ini Telkom Sumatera sudah mengembangkan
6 community telecenter dari sebanyak 612 yang direncanakan,
masing-masing 100 kampung digital, 20 kampung wisata digital,
150 sekolah online, 100 mesjid digital, 100 komunitas government,
10 pustaka digital, 12 millitary communication center, 20
pesantren digital, dan 100 UKM center. Tahun 2008 sudah
bergulir. Untuk mewujudkan visi dan misi Telkom Sumatera
dalam menjadikan Pulau Sumatera sebagai Pulau Digital tentu
harus diiringi dengan kerja keras. Pasalnya semangat mewujudkan
Sumatera Digital telah dikibarkan. Apalagi Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) sudah mendukung kegiatan tersebut
dengan menyambut baik rencana Telkom mengembangkan layanan
internet untuk komunitas.
(AZ) |