Majalah e-Indonesia - Media ICT Wahana Merajut Nusantara  
 


    Artikel Sumatera Pulau Digital Edisi No.24 / 1
Kampung Digital Terang Bulan,
Membuat Terang Kampung
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kampung Terang Bulan kini tersohor ke mancanegara. Anak-anak di sana sudah mahir meng-gunakan internet dan membuat blog sendiri. Padahal di Kampung tersebut jaringan telepon belum masuk. Bagaimana semangat mereka meraih semua itu?


Kampung Terang Bulan. Pernah dengar nama tersebut? Pasti tak banyak yang tahu di mana letak daerah tersebut. Jangan kan namanya, letaknya pun sulit ditebak. Namun, cobalah cari nama tersebut di mesin pencari Google. Maka akan keluarlah data dan cerita mengenai kampung tersebut. Ya, nama Kampung Terang Bulan kini sudah kesohor sampai ke manca negara. Padahal setahun lalu, siapa yang kenal kampung ini?

besarkan gambar
Sketsa Kampung Terang Bulan

Kampung Digital

Di mana letak Kampung Terang Bulan? Sepertinya di peta tak akan nampak letak kampung ini, tapi coba cari nama Deli Serdang di Provinsi Sumatera Utara. Nah di sanalah kampung ini berada. Letaknya 17 km dari kota Medan. Secara administratif berada di dua desa karena dipisahkan jalan raya. Di sebelah barat berada di Dusun VI Desa Serbajadi dan di sebelah timur berada di Dusun IV Desa Sumber Melati, Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Sekadar tambahan Kabupaten Deli Serdang berbatasan dengan Kota Binjai.

Anak-anak sedang berlajar komputer
dan sudah mengenal internet


Kampung ini dihuni lebih dari 500 kepala keluarga yang didominasi suku Jawa, kemudian diikuti Karo, Batak, dan Padang. Profesi sebagian besar penduduk adalah petani. Profesi lainnya yang ada adalah tukang bangunan, tukang besi, buruh pabrik (berada di sekitar kampung), peternak, PNS, guru, dan pengusaha kecil. Untuk sarana pendidikan anak-anak kampung ini masih harus berjalan kaki sejauh 1,5Km untuk SD dan SMP, sementara untuk SMA harus keluar daerah, apakah ke Medan atau ke Binjai. Yang perlu menjadi catatan penting, jaringan telepon belum terpasang di kampung ini.

Dalam kondisi yang demikian, bagaimana kampung Terang Bulan bisa meroket terkenal hingga manca negara? Cerita bermula dari segelintir anak muda kampung Terang Bulan yang ingin daerahnya maju seperti daerah lain di sekitarnya yang dapat menikmati fasilitas internet. Bagaimana caranya? Sementara untuk menikmati fasilitas internet harus memiliki line telepon. Hasrat anak muda Kampung Terang Bulan rupanya sampai ke Telkom Divre I Sumatera. Maka setelah melalui beberapa kali pertemuan, akhirnya pada 22 Oktober 2007 disepakatilah untuk membentuk Kampung Digital Terang Bulan.

Setelah melakukan survei lokasi dan mempelajari teknologi yang akan dipakai mengingat daerah ini belum memiliki line telepon, akhirnya diambil kesimpulan akses internet akan memakai akses Speedy yang di-sharing melalui teknologi radio link. Maka pada 11 November 2007 dilakukanlah pemasangan tower internet di kampung Terang Bulan. Beberapa pemuda kampung bahu membahu dalam membantu pemasangan tower tersebut yang dipasang di halaman rumah Muhammad Ridho di Jln. Paya Bakung Gg. Mesjid No. 32 Dusun IV Desa Serbajadi Kecamatan Sunggal. Setelah itu, lebih kurang seminggu kemudian dilakukan juga pemasangan radio internet point to point. Maka sejak saat itulah internet sudah bisa diakses di kampung Terang Bulan.

Pelatihan Internet
Setelah internet terpasang, anak-anak muda kampung Terang Bulan kemudian mengadakan pelatihan internet untuk masyarakat kampung agar mereka mengenal dan memanfaatkan internet untuk kemajuan kampung. Mereka kemudian mendata jumlah siswa dan mahasiswa yang ada di kampung sebagai langkah awal pelatihan secara berkala setiap minggu. Jadwal pelatihan pun mereka susun dengan beberapa fase seperti:
1. Januari - Maret 2008, melatih masyarakat di sekitar kampung Terang Bulan, yakni untuk pelajar, pemuda/pemudi, masyarakat pelaku usaha. Materi: pengenalan internet, browsing, email dan teknik searching. Dalam fase ini juga diadakan demo dan seminar singkat mengenai internet dan teknologi pemanfaatannya.
2. April - Juni 2008, melatih beberapa pemuda kampung untuk memahami cara kerja komputer dan jaringan dan sekaligus memasang wireless access di rumah-rumah masyarakat yang berkeinginan menggunakan internet.
3. Juli - September 2008, pemanfaatan internet untuk perdagangan melalui internet (e-commerce) untuk penjualan produk usaha kampung dan menciptakan produk/jasa (usaha baru)
4. Oktober - Desember 2008, Pelatihan untuk web design, graphic design untuk pengembangan skill.

Direktur Konsumer PT Telkom Ermady Dahlan dan
EGM Telkom Sumatera M. Awaluddin berfoto bersama
usai peresmian Kampung Digital Terang Bulan.


Berkat pelatihan yang dilakukan, jangan heran jika saat ini anak-anak kampung Terang Bulan sudah banyak yang memiliki blog sendiri. Di antara mereka ada yang berusia 9 tahun, 12 tahun, 13 tahun, dan 22 tahun. Cobalah masuk ke blog mereka seperti blog Aslam Fajari (9 tahun), Armawati (17 tahun), Dita Anggita (15 tahun), Faidatun Hasanah, dan Muhammad Ridho. Menurut mereka, “Yang susah ternyata menulis atau mengisinya, bukan membuat blog-nya.” Begitulah, secara teknologi masyarakat Terang Bulan –terutama anak-anak mudanya — sudah mampu membuat blog sendiri. Mereka tak mau tertinggal dengan teman-teman mereka yang berada di daerah lain yang lebih maju. Cobalah simak juga kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan, tak ada waktu lewat yang boleh kosong dalam kehidupan anak-anak Terang Bulan, dan semua kegiatan mereka terekam jelas dalam web mereka di http://terangbulan.kampung digital.com/

Pelatihan komputer dan internet yang dilakukan
untuk warga Kampung Terang Bulan.


Komentar Masyarakat

Ada baiknya juga barangkali kita mengetahui bagaimana komentar masya-rakat Terang Bulan terhadap keberadaan internet di wilayah mereka. Simaklah penuturan Bg Suyatno (Siswa Kampung Digital, Tokoh Pemuda) berikut ini:

Pertama kali saya mendengar tentang kata-kata Kampung Digital Terang Bulan, saya bertanya-tanya apa sih Kampung Digital Terang Bulan? Yang saya tahu kampung tempat saya tinggal memang bernama Terang Bulan, tapi tidak ada embel-embel kampung digitalnya. Hal tersebut menimbulkan rasa penasaran pada diri saya untuk mengetahuinya. Saya. bertanya ke sana-ke mari tanpa kenal lelah sampai-sampai saya susah tidur karenanya. Akhirnya saya dapatkan informasi tersebut. Kampung Digital Terang Bulan ternyata merupakan sebuah usaha terobosan di bidang edukasi dan informasi yang dapat menggali dan mengeksplorasi timbunan bakat-bakat dan sumber daya manusia seluruh warga Kampung Terang Bulan dan sekitarnya, baik anak-anak, remaja, orang dewasa, maupun bapak-bapak seperti saya.
Di sini saya melihat beberapa perubahan tentang kegiatan sehari-hari para remaja maupun anak-anak usia sekolah di Kampung Terang Bulan yang selama ini tidak jelas dan tidak bermanfaat kegiatannya. Sekarang mereka lebih condong untuk belajar pelatihan internet gratis dan pelatihan komputer yang merupakan salah-satu program yang dilaksanakan oleh Kampung Digital Terang Bulan”di samping kegiatan positif lain seperti beternak kelinci, pertanian, pelatihan usaha sablon, dan lain lain.


Inilah tampilan web Kampung Digital
Terang Bulan


Atau komentar Henna Marina yang tinggal di Km.12 kompleks PG.Semayang ini:
Menurut saya, sejak saya belajar program pelatihan internet di daerah Terang Bulan ini.saya mendapat pengetahuan yang lebih, yaitu saya lebih mengerti bagaimana cara memakai internet. Yang lebih enaknya lagi tempatnya aman dan tentram, yang mengajar pelatihan internet di sini juga ramah sehingga membuat suasana enak banget. Semoga setelah saya selesai dari sini saya lebih mengetahui dan lebih mengenal dunia internet, dan dengan begitu saya dapat lebih mengenal dunia.
Atau lagi cobalah simak komentar mereka yang sudah mengikuti pelatihan ini:
Sebagai anak kampung, sebenarnya kami tak mengerti apa itu open source, cuma minggu ini kami dititipkan pesan bahwa Kampung Digital Terang Bulan harus belajar menghargai karya orang lain, jangan pakai windows bajakan, ms office bajakan kata abang-abang dari Web-media yang melatih kami. Jadi kami dikenalkan dengan istilah open source. Katanya lagi minggu depan komputer-komputer kami akan diinstal Linux Ubuntu. Jadi untuk seterusnya kami akan diajarkan bagaimana menggunakan Linux yang gratis.

Bagian dari Sumatera Digital
Apa yang terjadi di kampung Terang Bulan adalah buah dari program Sumatera Digital yang tengah digelar PT Telkom Divre Sumatera. Perusahaan telekomunikasi itu saat ini memang terus berusaha keras untuk menumbuhkembangkan ICT di Pulau Sumatera dengan cara mengembangkan community telecenter. Rencananya akan ada 612 telecenter yang akan dibangun, masing-masing 100 kampung digital, 20 kampung wisata digital, 150 sekolah online, 100 mesjid digital, 100 komunitas government, 10 pustaka digital, 12 military communication center, 20 pesantren digital, dan 100 UKM center. Dalam satu kesempatan, Presiden SBY memberi dukungan terhadap kegiatan yang dilakukan PT Telkom tersebut. Kini kita menunggu kampung-kampung lain yang akan didigitalisasi oleh Telkom. Semakin banyak kampung yang dapat menikmati indahnya dunia maya, maka akan semakin cepat pula digital divide kita teratasi. Semoga.
(AZ)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ke atas  l  Kembali