| Artikel
Sumatera Pulau Digital Edisi No. 28 |
WiMAX untuk
Sumatera Pulau Digital
Telkom Divre 1 Sumatera belum lama ini menguji coba teknologi
WiMAX untuk wilayah Sumatera. Ujicoba yang melibatkan empat
kandatel itu bertujuan untuk mempersiapkan SDM agar mengenal
baik teknologi tersebut. Jika WiMAX jadi diterapkan, masyarakat
di Pulau Sumatera akan semakin melek TI.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Program “Sumatera Pulau Digital” yang dilaksanakan
Telkom Divre 1 Sumatera tampaknya akan bergulir lebih cepat.
Saat ini perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia
itu tengah menguji coba teknologi WiMAX (Worldwide Interoperability
for Microwave Access), sebuah layanan akses internet broadband
nirkabel yang juga dikenal dengan istilah wireless broadband
atau BWA (Broadband Wireless Accsess). Ujicoba yang melibatkan
Kandatel Sumatera Utara, Kandatel Sumatera Bagian Selatan,
Kandatel Riau Kepulauan, dan Kandatel Riau Daratan itu,
dilakukan untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM)
agar dapat mengenal dengan baik teknologi tersebut sehingga
ketika saatnya layanan ini dioperasionalkan sudah dapat
memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Muhammad
Awaluddin
Executive General Manager Telkom Divre 1 Sumatera
Menurut Muhammad Awaluddin, executive general manager Telkom
Divre 1 Sumatera, untuk tahap awal, uji coba WiMAX tersebut
difokuskan guna mendukung kegiatan yang bersifat Corporate
Social Responsibility (CSR), khususnya untuk meningkatkan
pemahaman akses internet WiMAX kepada masyarakat sejalan
dengan “Program Sumatera Pulau Digital” dan
“Education for Tomorrow”.
Saat ini teknologi WiMAX memang tengah ditunggu banyak pihak
untuk diterapkan di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan
akses nirkabel berkecepatan tinggi untuk transfer data hingga
80 megabyte per detik (Mbps), jauh lebih kencang dari layanan
internet yang berbasis seluler generasi ketiga (3G) yang
hanya berkisar 2,4 Mbps. Namun berbeda dengan 3G yang berbasis
suara, Wimax justru memfokuskan pada layanan data pada akses
internet.
Kampung
Terang Bulan
Ketika akses internet yang rendah, mahalnya prasarana infrastruktur
komunikasi, dan keterbatasan jumlah serta cakupan infrastruktur
telekomunikasi di Indonesia, membuat WiMAX sangat masuk
akal ditempatkan sebagai teknologi yang dapat mengubah kondisi
tersebut, terutama kebutuhan akan akses broadband (pita
lebar) yang ketersediaannya masih cukup ‘kering’.
Untuk kondisi Pulau Sumatera yang memiliki geografis sangat
luas dan banyak daerah yang belum terjangkau, teknologi
WiMAX memang sangat mendukung memperkecil kesenjangan telekomunikasi
di sana. Oleh sebab itu, rencana Telkom Sumatera untuk segera
memasuki teknologi WiMAX tentu saja akan disambut baik banyak
pihak.
Bekerja
sama dengan TNI Angkatan Laut, Telkom Sumatera
membuka akses telekomunikasi untuk pulau-pulau terluar.
Kehadiran WiMAX juga membuat apa yang sudah dilakukan Telkom
Sumatera lewat program Sumatera Pulau Digital akan semakin
bergulir kencang. Saat ini saja sudah banyak daerah dan
komunitas masyarakat di daerah terpencil yang diberdayakan
Telkom agar bisa mendapatkan akses telekomunikasi khususnya
internet. Dari sini kita mengenal adanya kampung digital,
perpustakaan digital, bahkan pesantren digital. Tak ketinggalan
juga lewat program Education Tomorrow, Telkom memberi bantuan
komputer dan akses internet gratis kepada sekolah-sekolah
yang memerlukan. “Mudah-mudahan dari hal yang kecil
ini, kami bisa membantu meningkatkan mutu pendidikan di
Indonesia terutama di daerah-daerah terpencil,” jelas
Awaluddin.
Bersamaan dengan uji coba WiMAX tersebut, Telkom Sumatera
juga menghadirkan layanan akses internet melalui Telkomnet
Mobile & Satelit Up Link. Ini adalah mobil yang memiliki
kelengkapan broadband accsess yang dapat dioperasikan di
mana pun dan kapan pun, di daerah-daerah yang belum terjangkau
jaringan fisik Telkom.
|