|
|
Ulang Tahun dengan
Talkshow dan Peluncuran Buku SIN
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ |
Tak ada tiupan lilin. Tak ada potongan tumpeng atau kue layaknya
hajatan ulang tahun. Yang ada adalah sebuah acara talkshow bertajuk
“Mengukur Keberhasilan Penerapan TI” dan peluncuran
buku. Inilah cara majalah e-Indonesia merayakan ulang tahun perdananya
yang jatuh pada tanggal 3 Mei 2006 lalu.

Tak terasa majalah e-Indonesia 3 Mei lalu genap berusia satu tahun.
Perayaan ulang tahun majalah yang consern terhadap perkembangan
ICT di tanah air ini, terbilang sederhana dan jauh dari hingar
bingar dan kemewahan. Bertempat di aula ITB, majalah e-Indonesia
menggelar acara talkshow dengan pembicara sejumlah pakar TI seperti
Djoko Agung Harijadi, Benny Ranti, Jazi Eko Istiyanto, Krisna
Nugraha, serta Jaka Sembiring.
Talkshow yang dipandu oleh redaktur ahli e-Indonesia, Suharno
Supangkat itu berlangsung selama satu jam dari pukul 21.00 hingga
22.00 Wib. Para tamu yang hadir dari berbagai daerah terlihat
menyimak acara talkshow mengingat topik yang diusung relevan dengan
mereka. Maklum, sebagian tamu undangan yang hadir adalah mereka
dari kalangan pemerintahan maupun perusahaan yang diberi amanah
untuk meng-handle pembangunan dan implementasi TI di
instansinya masing-masing. Praktis, topik “Mengukur
Keberhasilan Penerapan TI” memberikan nilai tambah
bagi mereka. Acara tanya jawab pun dimanfaatkan oleh sebagian
dari mereka untuk menanyakan berbagai hal terkait dengan penerapan
TI.
Sebelum talkshow digelar, Cerdas Ka’ban, deputi Pelayanan
Publik Kementerian PAN memberikan sambutan mewakili Menegpan Taufiq
Effendy yang berhalangan hadir. Sambutan juga disampaikan oleh
Aizirman Djusan, kepala Balitbang Depkominfo,yang mewakili Menkominfo
Sofyan Djalil.

Perayaan ulang tahun semakin menemukan maknanya dengan diluncurkannya
buku berjudul Single Identity Number (SIN): Dari
Wacana Menuju Realita. Buku yang diluncurkan oleh majalah
e-Indo-nesia ini merupakan kumpulan artikel seputar nomor identitas
tunggal yang dimuat mulai edisi perdana hingga edisi 12 disertai
sejumlah makalah yang diambil dari Seminar SIN yang digelar di
penghujung tahun 2003 lalu. Cerdas Ka’ban dan Aizirman Djusan
membubuhkan tantangannya di buku tersebut sebagai tanda diluncurkannya
buku. Semua undangan yang hadir pada malam itu kemudian mendapatkan
buku SIN satu per satu. Dalam kesempatan ulang tahun perdana tersebut,
majalah e-Indonesia juga memberikan penghargaan berupa plakat
kepada redaktur ahli, kolumnis, dan nara sumber yang selama satu
tahun telah ikut membantu sehingga majalah bisa hadir secara rutin
di hadapan pembaca. Mereka adalah Suhono Harso Supangkat, Heru
Sutadi, Jazi Eko Istiyanto, Djoko Agung Harijadi, Richardus Eko
Indrajit, Jos Luhukay, Krisna Nugraha, Taufik Hasan, Oki Purwana,
dan Benny Ranti. “Partisipasi mereka sangat berarti bagi
majalah e-Indonesia,” tutur Pemimpin Umum e-Indonesia, Andy
Zoeltom.
Kru majalah e-Indonesia
berpose seusai acara.
Pagi hari sebelum hajatan ulang tahun digelar, kru majalah e-Indonesia
berkesempatan mem-bagikan majalah secara gratis kepada para peserta
“Konferensi Nasional Teknologi Infor-masi dan Komunikasi
untuk Indonesia (eii 2006)”. Untuk diketahui, perayaan
HUT per-tama e-Indonesia memang disinergikan de-ngan hajatan yang
digelar oleh ITB itu. Bagai-manapun, event rutin ini tak bisa
dipisahkan dari e-Indonesia. Pasalnya, peluncuran majalah e-Indonesia
edisi perdana juga dilangsungkan pada acara eii 2005 lalu di tempat
yang sama.
Bila dilihat dari urutan angka, satu merupakan bilangan pemula.
Karenanya, perayaan ulang tahun perdana e-Indonesia, adalah lembar
awal bagi majalah ini untuk berkiprah lebih baik lagi. Mulai dari
tampilan konten, desain, hingga distribusi. Dan semua itu bisa
terwujud bila ada dukungan dan partisipasi pembaca setia e-Indonesia
dan mereka yang peduli pada pengembangan TI di tanah air. Berkat
partisipasi dan dukungan mereka juga, satu tahun sudah terlewati.
(Prama Aprilia)
|
|
|
|