Majalah e-Indonesia

Majalah yang hadir guna memenuhi kebutuhan mereka yang ingin tahu banyak tentang dunia ICT

Memimpikan Indonesia Bersatu dalam Sistem!

Suatu siang, kami berkesempatan duduk bareng dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, Sofyan Djalil di ruang kerjanya. Beberapa topik hangat seputar pembangunan Information Communications Technology (ICT) sempat kami perbincangkan. Dari obrolan tersebut, ada satu pernyataan beliau yang membuat hati kami tergugah.

Secara apa adanya beliau mengungkapkan lemahnya koordinasi antar instansi. Padahal, menurut Sofyan, berbekal koordinasi banyak manfaat yang bisa ditoreh. Efisiensi salah-satunya. Selama ini, masing-masing instansi melaju dengan rel ‘programnya’ sendiri. Padahal, adakalanya target dan tujuan yang hendak diwujudkan sama. “Kalau semua bikin proyek, duit habis, tujuan tidak tercapai,” begitu Sofyan berkesimpulan.

Keluhan lemahnya koordinasi bukanlah fakta baru. Dalam berbagai kesempatan, hal yang sama juga dilontarkan oleh mereka yang diberi amanah memegang jabatan sebagai pemimpin. Entah itu, menteri, kepala badan, deputi, hingga kepala seksi di dinas pemda tingkat II. Perjalanan kami meliput perkembangan e-government di berbagai lembaga pemerintah di pusat maupun daerah, semakin menguatkan fakta itu.

Sebagai masyarakat biasa, kami tak bisa berbuat banyak. Namun bukan berarti kami lantas berpangku tangan sembari menuding, mencari kambing hitam siapa yang patut dipersalahkan. Kami mencoba berbuat. Dari sini, muncul sebersit gagasan melahirkan sebuah media sebagai sebuah wadah. Iya, wadah untuk menjembatani berbagai pihak yang selama ini ada jarak. Jarak itu bernama komunikasi, tempat, waktu, jabatan, hingga kepentingan. Siapa tahu, cerai-berai koordinasi itu bisa dipersatukan.

Sepintas, gagasan tersebut terlalu idealis. Maklum, tujuan semacam itu acapkali dilakukan meski dengan sarana yang berbeda. Toh hasil-hasilnya, klasik. Nyaris tidak ada perubahan. Hanya saja, pesimis itu langsung sirna manakala di benak kami menari-menari sebuah mimpi: bersatunya Indonesia dalam sebuah sistem. Kecanggihan ICT digunakan sebagai tools untuk merajut nusantara dalam sebuah sistem yang serba elektronis. Ini mimpi sekaligus tujuan. Boleh jadi, ini bak mimpi di siang bolong. Tapi bila melongok tetangga kita, Singapura, hal tersebut bukanlah mimpi tapi realita. Di negeri Singa itu, lebih dari 96% layanannya dikemas secara online. Bila sekarang Anda menerima dan membaca majalah ini, itu adalah langkah awal menuju realita. Harapannya, kita bersama bisa menjadikan media ini sebagai sarana mewujudkan e-Indonesia. Selamat membaca!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *