Majalah e-Indonesia

Majalah yang hadir guna memenuhi kebutuhan mereka yang ingin tahu banyak tentang dunia ICT

Susilo Bambang Yudhoyono: Sumbangan ICT dalam Membangun “Good Governance” Amat Besar

Saat Konferensi Nasional “Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indo-nesia (ICT for Indonesia)” digelar di ITB awal Mei 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan berbagai hal seputar ICT. Mulai dari pentingnya ICT bagi pemerintah, penerapan e-government, manfaaat ICT bagi bidang ekonomi, hingga program USO. Untuk melihat lebih jauh bagai-mana consern orang nomor satu di negeri ini, redaksi e-Indonesia sengaja menurunkan pidato presiden secara lengkap di bawah ini.

 

 

“Saya menyambut baik penyelenggaraan konferensi ini sebagai wujud nyata dari upaya bersama antara universitas, pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat untuk mencari peluang guna memanfaatkan teknologi informasi bagi pembangunan bangsa dan negara yang kita cintai ini. Saya juga memberikan penghargaan yang sangat tinggi atas inisiatif ITB sebagai lembaga pendidikan teknik tertua di tanah air yang mempelopori kegiatan konferensi ICT ini. Hasil-hasil yang dicapai konferensi ini sangat ditunggu masyarakat. Saya sungguh berharap di kesempatan yang sangat baik ini, agar ITB sebagai sebuah center of excellent mampu bertindak lebih kreatif dan inovatif menawarkan gagasan-gagasan yang segar dalam menciptakan TI yang baru. Semua itu sangat besar artinya bagi kemajuan bangsadan negara.”

 

“Ramalan Alfin Toffler tentang 3 gelombang perubahan memang telah menjadi kenyataan. Gelombang pertama ialah lahirnya masyarakat pertanian, kedua tumbuhnya masyarakat industri, dan ketiga munculnya masyarakat informasi yang kemudian disusul masyarakat yang berbasis pengetahuan knowledge based society. Saya pernah bertemu dua kali dengan Alvin Toffler, dua tahun lalu di Denpasar. Saya berdiskusi tentang perkembangan dunia dan juga mengkritisi pandangan-pandangan futurolog yang terkenal di dunia itu.”

“Masyarakat informasi dan berbasis pengetahuan merupakan masyarakat yang menyadari kegunaan dan manfaat informasi. Masyarakat demikian memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengakses dan memanfaatkan informasi serta menjadikan informasi sebagai nilai tambah dalam peningkatan kualitas kehidupan. Kita menyakini TI adalah salah-satu kiat utama pembangunan peradaban manusia saat ini. Hampir dalam seluruh aspek kehidupan manusia, menjadikan teknologi sebagai sumber bagi peradaban baru.”

“Kita bangsa Indonesia makin memiliki keunggulan TI. Masa depan kita, akan cerah dan mampu membangun kehidupan yang makin maju. Tidak ada satu pun bidang kehidupan bangsa atau sektor pembangunan nasional yang tidak memerlukan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, seperti bidang Politik, Hukum, Hankamnas. Bahkan di dalam pertahanan sekarang, sudah jauh berbeda strategi, doktrin, dan sistem senjata seperti yg digunakan pada Perang Dunia I dan II, atau pada konflik perang dingin. Sekarang ini ada yang disebut Revolution Military Affair. Intinya, satu sistem yang dibangun dengan mengedepankan keunggulan teknologi informasi dan komunikasi. Demikian pula bidang perekonomian dan kesejahteraan rakyat.”

“Saya berikan contoh sedikit. Sekarang ini, kita semua, pemerintah yang saya pimpin, benar-benar ingin melakukan pembangunan good governance pemberantasan korupsi. Dan tahun ini, kita juga punya peranan dan pekerjaan besar menangani daerah-daerah pasca bencana. Kalau kita bicara di situ, sebutlah pemberantasan korupsi dan peningkatan penerimaan negara dengan memastikan pajak dibayar dengan benar. Kita memerlukan online sistem untuk memastikan bea dan cukai dilakukan dengan benar, memastikan BUMN membayar deviden dan pajak dengan benar. Sementara, untuk menangani bencana, kita perlu early warning system untuk mengantisipasi tsunami.”

“Pendek kata, kita makin sadar intervensi dalam tanda petik dan aplikasi ICT sangat-sangat diperlukan. Di berbagai kesempatan, sering saya katakan bahwa untuk membangun Indonesia masa depan yang lebih aman dan damai, lebih adil dan demokrasi, dan lebih sejahtera, pilar penting yang menentukan adalah pendidikan dan pemerintahan yang baik. Sebagai contoh, pimpinan yang baik di sini tercermin dari sikap tanggap dan responsif, transparansi, akuntabilitas, dan bebas dari korupsi serta efisiensi dalam praktek sebagaimana yang telah saya katakana tadi. Sumbangan ICT dalam membangun good governance ini amat besar. Penerapan ICT, diharapkan bisa memberi nilai tambah dalam komunitas bahkan dalam kehidupan sebuah bangsa. Dalam aspek mikro, penerapan teknologi ini dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing perusahaan, perbaikan pelayanan perusahaan maupun pelayan publik dalam artian yang luas. Dalam komunitas komersial, penggunaan teknologi melalui aktivitas e-commerce ataupun e-bussiness mendorong aktivitas bisnis menjadi lebih baik.”

“Sekarang ini, kita sedang berkompetisi dengan sangat berat secara nasional maupun internasional. Sering saya tantang apakah BUMN, ataukah perusahaan swasta, atau industri, bahwa yang kita harapkan adalah sebuah performance memproduksi sesuatu, memberikan pelayanan sesuatu yang better, cheaper, dan quicker. Siapa yang lebih cepat, murah dan lebih baik, dia akan menang dalam kompetisi baik nasional maupun global. Pelayanan lebih cepat dan berkualitas, lebih murah dan lebih terintegrasi.”

“Dalam lingkungan pemerintahan, penggunaan ICT memunculkan istilah e-government. Penggunaan teknologi di lingkungan pemerintahan, dalam beberapa kasus berhasil memberikan banyak nilai positif yang menggembirakan. Pelayanan menjadi lebih cepat dan mudah. Aktivitas pemerintahan pun menjadi efisien dan efektif. Tetapi sebaliknya, ketidakberhasilan implementasi e-government pada beberapa kasus sering terjadi, dan sering kita dengar karena belum dipahaminya secara komprehensif peranan ICT dalam komunitas, juga kurangnya persiapan aparatur pemerintah, dan rendahnya pengetahuan masyarakat, menjadi salah-satu sebab ketidakberhasilan ini. E-goverment jangan hanya diartikan sebagai suatu layanan pemerintahan kepada masyarakat ditambah dengan komputer dan perangkat komunikasi lainnya. Lebih dari itu, pemahamannya harus lebih mendalam lagi. Aspek e-literacy, kesiapan apatur dan masyarakat adalah komponen lain yang harus dilengkapi dalam pemberian pelayanan e-government.”

“Perangkat berbasis TI, akan mampu memberikan bantuan maksimal dalam menjalankan fungsi pemerintahan, pelayanan publik, maupun aktivitas usaha. Bagaimana sebuah teknologi tinggi dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi, dan efektifitas fungsi pemerintahan, akan menjadi tugas yang lebih berat daripada sekadar penyediaan teknologi semata-mata. Saya challenge ITB, lembaga-lembaga tinggi yang mengelola bidang ICT, dan kita semua, untuk betul-betul menghadirkan sistem yang credible, applicable, dan bisa untuk membangun apa yang kita inginkan tadi. Seperti pada mekanisme manajemen, aktivitas pembangunan TI harus dimulai dengan proses perencanaan yang baik. Begitu pula pada implementasi, pengendalian dan monitoring. Pembangunan TI harus diselaraskan dengan tujuan pemberian layanan oleh pemerintah untuk memberikan pelayanan yang optimal pada masyarakat dan dunia usaha nasional. Aktivitas pemberian layanan pemeritah yang baik, efisien dan terintegrasi serta transparan, hendaknya menjadi tujuan utama dalam pembangunan TI. Pembangunan TI bukan semata-semata melengkapi aktivitas pemerintahan dengan perangkat keras maupun perangkat lunak saja.”

“Sejalan dengan perangkat kerja e-government, di dalam penerapan TI sudah berkembang kerangka kerja tata kelola TI yang baik. Maka sistem COBIT TI juga sudah mulai dikembangkan dengan luas di dunia. Menjadi hal sewajarnya, jika sistem audit TI sudah dikembangkan dalam tata kelola pemerintahan dan dunia usaha di negara kita. Pembangunan infrastruktur menjadi bagian yang sangat penting dalam pengadaan TI. Pengadaan infrastruktur TI pada saat ini berkembang dengan sangat cepat, akan tetapi sebagian besar pembangunan itu hanya terkonsentrasi di daerah perkotaan. Di daerah pedesaan dan lokasi terpencil di tanah air, pembangunan infrastruktur masih lambat dilakukan. Memang dengan teknologi satelit selular (GSM) yang telah tersedia di Indonesia, hampir tidak ada daerah di Indonesia yang tidak tersentuh infrastruktur TI.”

“Akan tetapi, biaya penggunaan yang masih cukup mahal menjadi kendala pemakaian infrastruktur ini bagi masyarakat luas. Minggu lalu, saya meresmikan sebuah pameran handycraft yang disebut inacraft. Ternyata produk-produk kerajinan tangan pengrajin UKM kita luar biasa baiknya. Saya katakan pada mereka, tidak kalah dengan yang diproduksi di Singapura, Taiwan, Cina, dan negara-negara lain. Mengapa tidak kita lakukan promosi pemasaran yang baik dengan sistem yang baik. Saya katakan kalo ICT dikenalkan, maka dunia akan tahu betapa indahnya, betapa bagusnya, betapa tingginya nilai seni kerajinan Indonesia.”

“Hari minggu yang lalu, saya berbicara melalui handphone kepada saudara-saudara kita yang berada di sebuah desa di kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Saya bicara kepada mereka betapa bersyukurnya pertama kali desa dan kecamatan ini memiliki ICT. Bagi mereka, sangat-sangat berarti. Tidak terisolasi lagi daerah itu. Bisa memasarkan barang-barang hasil pertaniannya dan lain-lain. Saya kira ini menjadi tantangan dan kewajiban kita mendistribusikan kemajuan ini ke seluruh tanah air. Kita ingin makmur bersama negara kita. Kita makmur bersama-sama jangan sendiri-sendiri. Serta jika ingin maju, ya maju bersama jangan maju sendiri-sendiri. Kita harus berpikir seperti itu. Untuk itu, fungsi pemerintah sebagai fasilitator.”

“Pembangunan dan penyediaan infrastruktur di daerah pedesaan dan lokasi terpencil akan terus dikembangkan. Melalui program USO atau universal service obligation, pembangunan dan penyediaan infrastruktur ini akan terus ditingkatkan. Dengan program ini diharapkan 40 ribuan desa dan daerah terpencil yang belum tersentuh infrastruktur telekomunikasi, akan dapat tersambungkan dengan infrastruktur ini. Secara perlahan-lahan nantinya akan dapat menikmati beragam pelayanan TI.
Hal lain yang harus menjadi perhatian kita adalah pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya teknologi informasi yang tepat termasuk sumber daya frekuensi. Pengelolaan dan pemanfaatan frekuensi sebagai sumber daya TI harus dilakukan secara optimal, transparan, adil dan efektif. Aktivitas lain yang harus menjadi perhatian kita bersama adalah aktivitas pengaturan tarif jasa informasi. Pengaturan manajemen baru jasa informasi saat ini menjadi salah-satu aktivitas yang esensial dalam pengadaan pelayanan yang berbasis TI dengan melakukan pengaturan tarip jasa informasi yang proporsional. Maka diharapkan masyarakat bisa menikmati jasa ini dengan murah tentunya dan kualitas yang lebih baik. Kelembagaan TI sudah diatur melalui Peraturan Presiden No.9/2005 dan PP No.10/2005 yang saya tanda tangani beberapa waktu yang lalu.”

“Pemerintah telah merestrukturisasi kelembagaan Kementerian Komunikasi dan Informasi menjadi Departemen Komunikasi dan Informatika. Sistemnya yang kita bangun. Kita perlu sistem yang andal dalam komunikasi dan informasi ini. Sekali lagi ini untuk kemajuan pembangunan. Kelembagaan ini bertugas melakukan pembangunan TI yang lebih sinergis, efisien dan efektif melalui tiga pilar utama aplikasi, infrastruktur, dan content.”

“Tranformasi menuju masyarakat yg berbasis pengetahuan (knowledge society) yang dicanangkan pada 2025, perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan sistematis. Dalam kerangka masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan itulah TI diharuskan memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas. Mudah-mudahan konferensi ini dapat mendorong partisipasi masyarakat luas di dalam pemanfaatan TI, sehingga terwujud masyarakat yang cerdas yang selanjutnya akan meningkatkan daya saing bangsa. Masyarakat yang cerdas berarti setiap komponen masyarakat akan bergerak bersama. Misalnya, mewujudkan gerakan siswa cerdas dan gerakan guru cerdas, pesantren cerdas, petani cer-das, aparat cerdas, gerakan layanan pintar dan seterusnya. Sehingga bangsa Indonesia dapat bersaing di tataran kompetisi lokal, nasional, maupun global.”

“Saya sering berkunjung ke luar negeri atau menerima tamu dari luar negeri. Makin percaya saya bahwa kita akan bisa bersaing dengan negara mana pun dan Insya Allah dengan kerja keras, kita Indonesia akan tampil sejajar bahkan akan lebih maju dari negara-negara yang lain. Kita berharap agar TI benar-benar jadi sarana penting dalam proses transformasi menjadi bangsa yang maju. Oleh karena itu kerja keras dari pemerintah, TI dan lembaga terkait perlu dilakukan dengan strategi yang benar dan tepat. Langkah strategis ITB dan Depkominfo melalui e-indonesia initiatives bersama komunitas lainnya perlu didukung dan saya dukung dengan penuh inisiatif itu. Saya bangga dan saya berharap betul kontribusi dari teknolog andal dari negeri ini. Terimakasih.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *